alexametrics
25.5 C
Kudus
Tuesday, May 24, 2022

Pati Siapkan Anggaran Perbaikan Jalur Alternatif Jaken-Jakenan Rp 1,5 M

PATI – Pemkab Pati rencananya April mendatang memperbaiki dua ruas jalur alternatif. Untuk ruas Jaken-Jakenan anggarannya Rp 1,5 miliar. Sedangkan Jakenan-Winong dianggarkan Rp 200 juta.

Sepanjang jalan alternatif Kecamatan Jaken-Jakenan mulai rusak. Di ruas jalan tersebut setidaknya ada 120 lubang yang tersebar. Kerusakan jalan diakibatkan lantaran truk muatan berat melewati jalur tersebut.

Kasi Peningkatan Jalan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati Hasto Utomo mengatakan, paket perbaikan jalan Jaken-Jakenan senilai Rp 1,5 M itu, pekan ini akan dilelangkan. Setelah itu, paket perbaikan tersebut akan di-upload di layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) Kabupaten Pati.


”Pekan ini paket Jaken-Jakenan rencananya akan dilelang. Kemudian, untuk jadwal realiasi perbaikan pada pertengahan April mendatang,” katanya.

Lokasi perbaikan jalannya sejauh 1,3 kilometer (km). Perbaikan dimulai dari jembatan di Timur SMP 1 Jaken menuju arah Barat. ”Memang lokasi itu terparah. Untuk area Jakenan perempatan Sleko ke Timur sampai Balingtan kondisi jalannya sudah baik. Sejauh 1,3 km dari SMP 1 Jakenan ke arah Barat akan dispal hotmix AC/WC dengan ketebalan 5 centimeter,” paparnya.

Baca Juga :  Joni Nakhodai Lagi Partai Demokrat Pati

Dia menambahkan, untuk jalur alternatif lain (Desa Glonggong, Jakenan) masuknya paket perbaikan Winong-Jakenan. Rencananya, ada pembetonan jalan di titik itu. ”Tahun ini ada penanganan jalan di sana. Rencananya, jalan akan dibeton sejau 50 meter saja. Ruas jalan lainnya, masuk satu paket pemeliharaan jalan berupa pengaspalan Latasir. Satu paket perbaikan jalan itu nilainya Rp 200 juta di titik pertigaan Desa Glonggong,” tambahnya.

Menurutnya, kerusakan di jalur alternatif tersebut, disebabkan karena kendaraan muatan berat melewati jalan itu. Sehingga, jalan menjadi rusak lantaran kelebihan muatan pada truk.”Jalan itu padahal masuknya kategori kelas III. Artinya, muatan maksimal pada truk 8 ton. Tapi kenyataannya melebihi itu,” paparnya. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Pemkab Pati rencananya April mendatang memperbaiki dua ruas jalur alternatif. Untuk ruas Jaken-Jakenan anggarannya Rp 1,5 miliar. Sedangkan Jakenan-Winong dianggarkan Rp 200 juta.

Sepanjang jalan alternatif Kecamatan Jaken-Jakenan mulai rusak. Di ruas jalan tersebut setidaknya ada 120 lubang yang tersebar. Kerusakan jalan diakibatkan lantaran truk muatan berat melewati jalur tersebut.

Kasi Peningkatan Jalan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati Hasto Utomo mengatakan, paket perbaikan jalan Jaken-Jakenan senilai Rp 1,5 M itu, pekan ini akan dilelangkan. Setelah itu, paket perbaikan tersebut akan di-upload di layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) Kabupaten Pati.

”Pekan ini paket Jaken-Jakenan rencananya akan dilelang. Kemudian, untuk jadwal realiasi perbaikan pada pertengahan April mendatang,” katanya.

Lokasi perbaikan jalannya sejauh 1,3 kilometer (km). Perbaikan dimulai dari jembatan di Timur SMP 1 Jaken menuju arah Barat. ”Memang lokasi itu terparah. Untuk area Jakenan perempatan Sleko ke Timur sampai Balingtan kondisi jalannya sudah baik. Sejauh 1,3 km dari SMP 1 Jakenan ke arah Barat akan dispal hotmix AC/WC dengan ketebalan 5 centimeter,” paparnya.

Baca Juga :  Tahun Ini Dana BOS di Pati Naik dari Rp 105.2 M Jadi Rp 114 M

Dia menambahkan, untuk jalur alternatif lain (Desa Glonggong, Jakenan) masuknya paket perbaikan Winong-Jakenan. Rencananya, ada pembetonan jalan di titik itu. ”Tahun ini ada penanganan jalan di sana. Rencananya, jalan akan dibeton sejau 50 meter saja. Ruas jalan lainnya, masuk satu paket pemeliharaan jalan berupa pengaspalan Latasir. Satu paket perbaikan jalan itu nilainya Rp 200 juta di titik pertigaan Desa Glonggong,” tambahnya.

Menurutnya, kerusakan di jalur alternatif tersebut, disebabkan karena kendaraan muatan berat melewati jalan itu. Sehingga, jalan menjadi rusak lantaran kelebihan muatan pada truk.”Jalan itu padahal masuknya kategori kelas III. Artinya, muatan maksimal pada truk 8 ton. Tapi kenyataannya melebihi itu,” paparnya. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/