alexametrics
25 C
Kudus
Thursday, May 19, 2022

Jadi Biang Jalan Rusak, Bupati Pati Larang Truk Lalui Jalur Alternatif

PATI – Bupati Pati Haryanto melarang kendaraan bermuatan berat serta bus antarkota, antarprovinsi melewati jalur alternatif Pati-Rembang. Pasalnya, kendaraan tersebut membuat jalanan menjadi rusak. Sehingga, jalur alternatif ini hanya boleh dilalui kendaraan pribadi roda empat atau sepeda motor.

Mulai Rabu (23/3) Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pati telah memasang papan larangan untuk truk dan bus. Selain itu, Bupati Pati turut meminta petugas Dishub, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pati untuk berjaga di jalur alternatif tersebut.

Baca Juga : Jalan Pantura Pati-Rembang Macet Parah, Jalur Alternatif Ini Patut Dicoba


”Bus, truk muatan berat tidak boleh melintasi Jalan Jaken-Jekenan sampai ke Sampang, Kuniran sampai ke Karangrejo. Jalan-jalan itu hanya cukup untuk mobil pribadi dan sepeda motor. Karena jalan alternatif banyak yang rusak, sehingga jalur itu hanya diperbolehkan untuk kendaraan pribadi maupun sepeda motor,” ujar Haryanto selepas memimpin rapat koordinasi penanganan kemacetan di Ruang Joyokusumo Setda Pati, Rabu (23/3).

Kebijakan ini ditempuh lantaran jalur milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati itu mengalami kerusakan setelah dilalui sejumlah kendaraan berat. Mengingat, setelah perbaikan jalan Pantura di sekitar Desa Lengkong, Kecamatan Batangan, sebagian besar kendaraan berat melewati jalan alternatif Pati-Rembang.

Baca Juga :  Turun Langsung, Kepala DPUTARU Rembang Cek Kerusakan Jalan dan Jembatan
DIBAHAS: Pemkab Pati mengadakan rapat evaluasi kemacetan jalan Pantura di Ruang Joyokusumo Setda setempat, Rabu (23/3). (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS)

”Jalan kalau dilewati kendaraan berat akan cepat rusak. Oleh karena itu, akan kami pasang tanda larangan untuk melintas ruas jalan itu. Kemudian, akan dijaga Dishub, Polsek, Satpol PP dan Satlantas,” tukasnya.

Dia juga meminta kepada pengemudi kendaraan berat, bus AKAP dan mobil besar lainnya agar tetap menggunakan jalan Pantura atau melewati jalur provinsi lainnya. ”Jalan alternatif Pati-Rembang hanya mobil pribadi dan sepeda motor. Mengingat struktur jalannya bukan untuk muatan berat. Sehingga mobil besar lewat jalan kabupaten ya tidak benar,” imbuh Kaur Bin Ops Satlantas Polres Pati, Ipda Muslimin.

Dia menambahkan, pengguna jalan (bus, truk) diminta tak melintasi area Pati. Melainkan jalur tengah seperti Solo. ”Daripada kejebak macet di sini (Pati). Kalau yang dari Rembang silakan lewat Blora langsung ke Purwodadi bisa,” katanya.






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi





Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Bupati Pati Haryanto melarang kendaraan bermuatan berat serta bus antarkota, antarprovinsi melewati jalur alternatif Pati-Rembang. Pasalnya, kendaraan tersebut membuat jalanan menjadi rusak. Sehingga, jalur alternatif ini hanya boleh dilalui kendaraan pribadi roda empat atau sepeda motor.

Mulai Rabu (23/3) Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pati telah memasang papan larangan untuk truk dan bus. Selain itu, Bupati Pati turut meminta petugas Dishub, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pati untuk berjaga di jalur alternatif tersebut.

Baca Juga : Jalan Pantura Pati-Rembang Macet Parah, Jalur Alternatif Ini Patut Dicoba

”Bus, truk muatan berat tidak boleh melintasi Jalan Jaken-Jekenan sampai ke Sampang, Kuniran sampai ke Karangrejo. Jalan-jalan itu hanya cukup untuk mobil pribadi dan sepeda motor. Karena jalan alternatif banyak yang rusak, sehingga jalur itu hanya diperbolehkan untuk kendaraan pribadi maupun sepeda motor,” ujar Haryanto selepas memimpin rapat koordinasi penanganan kemacetan di Ruang Joyokusumo Setda Pati, Rabu (23/3).

Kebijakan ini ditempuh lantaran jalur milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati itu mengalami kerusakan setelah dilalui sejumlah kendaraan berat. Mengingat, setelah perbaikan jalan Pantura di sekitar Desa Lengkong, Kecamatan Batangan, sebagian besar kendaraan berat melewati jalan alternatif Pati-Rembang.

Baca Juga :  Plaza Pragolo akan Disulap Jadi Pusat Oleh-Oleh Khas Pati
DIBAHAS: Pemkab Pati mengadakan rapat evaluasi kemacetan jalan Pantura di Ruang Joyokusumo Setda setempat, Rabu (23/3). (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS)

”Jalan kalau dilewati kendaraan berat akan cepat rusak. Oleh karena itu, akan kami pasang tanda larangan untuk melintas ruas jalan itu. Kemudian, akan dijaga Dishub, Polsek, Satpol PP dan Satlantas,” tukasnya.

Dia juga meminta kepada pengemudi kendaraan berat, bus AKAP dan mobil besar lainnya agar tetap menggunakan jalan Pantura atau melewati jalur provinsi lainnya. ”Jalan alternatif Pati-Rembang hanya mobil pribadi dan sepeda motor. Mengingat struktur jalannya bukan untuk muatan berat. Sehingga mobil besar lewat jalan kabupaten ya tidak benar,” imbuh Kaur Bin Ops Satlantas Polres Pati, Ipda Muslimin.

Dia menambahkan, pengguna jalan (bus, truk) diminta tak melintasi area Pati. Melainkan jalur tengah seperti Solo. ”Daripada kejebak macet di sini (Pati). Kalau yang dari Rembang silakan lewat Blora langsung ke Purwodadi bisa,” katanya.






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi





Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/