28 C
Kudus
Monday, November 28, 2022

Perbaikan Jalan Sukolilo-Prawoto Menyusut Jadi Rp 2 M dari Rp 14 M, Warga Bakal Unjuk Rasa

PATI – Rencana perbaikan jalan Sukolilo-Prawoto dipangkas menjadi Rp 2 miliar (semula Rp 14 Miliar). Pemangkasan anggaran berakibat pada berkurangnya volume perbaikan jalan tersebut secara signifikan.

Karena itu, masyarakat Kecamatan Prawoto kecewa. Rencananya warga setempat bakal melakukan aksi unjuk rasa.

Berdasarkan keterangan pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, pembangunan ruas jalan itu menjadi usulan utama pada 2023 mendatang. Alokasi sebenarnya Rp 10 M. Kebutuhan pembangunan jalan itu semuanya mencapai Rp 14 M. Namun, dananya ditarik untuk pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru.


”Untuk perbaikan jalan itu kemungkinan tidak akan maksimal. Rencananya kurang lebih 300-400 meter dibeton lainnya aspal. Padahal seusai kebutuhan rencannaya 1,5 kilo dibeton, Setidaknya butuh Rp 14 M. Namun informasinya dana dialihkan untuk IKN. Sisa Rp 2 M,” terang Kasi Peningkatan Jalan pada DPUTR Pati Hasto Utomo.

Padahal pembangunan jalan itu sudah dinanti-nanti. Namun tak maksimal. Dirinya juga membeberkan akibat kerusakan jalan itu sudah beberapa kali nyawa melayang akibat kecelakaan. Bahkan warga juga pernah melakukan pemblokiran jalan, penanaman pohon pisang, dan sebagainya. Namun saat itu masih bisa diredam.  ”Selama ini kami sudah bersabar. Juga berupaya untuk mengendalikan warga. Tapi kalau jalan itu tetap diabaikan dan dianaktirikan, maka kami tidak akan bertanggung jawab dengan apa yang terjadi nanti,” terang Kepala Desa Prawoto, Sukolilo Hyro Fachrus.

Baca Juga :  Terungkap, Ini Pelaku Pembuangan Bayi di Pati

Menurutnya, Warga saat ini sudah jenuh dengan melihat kondisi jalan yang ada saat ini. Bahkan ia juga mengklaim tentang tugas DPUTR atau Pemkab Pati yang tidak bisa memperjuangkan untuk perbaikan jalan Sukolilo-Prawoto. Justru memperjuangkan pembangunan atau proyek lain yang dianggap tidak penting.

”Jangan salahkan kami jika nanti warga bergerak melakukan aksi. Karena sampai saat ini mereka sudah jenuh. Juga tidak percaya lagi dengan pemerintahan. Sebenarnya tugas DPUTR itu apa? Pemkab ngapain hingga tidak bisa memperbaiki jalan itu,” tukasnya.

”Masyarakat itu hanya butuh jalan bagus. Saya ini bekerja untuk masyarakat. Jadi tak butuh stadion yang megah, atau bangunan apa. Hanya butuh jalan yang bagus. Apa pemerintah membangun harus di demo dulu,” pungkasnya.

Dia mengatakan, kerusakan jalan di wilayahnya itu hampir menyeluruh. Sudah bertahun-tahun tak diperbaiki. Semisal dianggarkan Rp 2 M saja itu tak bisa maksimal. ”Kalaupun anggaran cuma Rp 2 milyar itu tidak cukup. Sebab itu jalan sudah rusak parah. Dan itu bukan jalan manusia lagi. Kondisinya memprihatinkan,” imbuhnya. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Rencana perbaikan jalan Sukolilo-Prawoto dipangkas menjadi Rp 2 miliar (semula Rp 14 Miliar). Pemangkasan anggaran berakibat pada berkurangnya volume perbaikan jalan tersebut secara signifikan.

Karena itu, masyarakat Kecamatan Prawoto kecewa. Rencananya warga setempat bakal melakukan aksi unjuk rasa.

Berdasarkan keterangan pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, pembangunan ruas jalan itu menjadi usulan utama pada 2023 mendatang. Alokasi sebenarnya Rp 10 M. Kebutuhan pembangunan jalan itu semuanya mencapai Rp 14 M. Namun, dananya ditarik untuk pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru.

”Untuk perbaikan jalan itu kemungkinan tidak akan maksimal. Rencananya kurang lebih 300-400 meter dibeton lainnya aspal. Padahal seusai kebutuhan rencannaya 1,5 kilo dibeton, Setidaknya butuh Rp 14 M. Namun informasinya dana dialihkan untuk IKN. Sisa Rp 2 M,” terang Kasi Peningkatan Jalan pada DPUTR Pati Hasto Utomo.

Padahal pembangunan jalan itu sudah dinanti-nanti. Namun tak maksimal. Dirinya juga membeberkan akibat kerusakan jalan itu sudah beberapa kali nyawa melayang akibat kecelakaan. Bahkan warga juga pernah melakukan pemblokiran jalan, penanaman pohon pisang, dan sebagainya. Namun saat itu masih bisa diredam.  ”Selama ini kami sudah bersabar. Juga berupaya untuk mengendalikan warga. Tapi kalau jalan itu tetap diabaikan dan dianaktirikan, maka kami tidak akan bertanggung jawab dengan apa yang terjadi nanti,” terang Kepala Desa Prawoto, Sukolilo Hyro Fachrus.

Baca Juga :  Limbah Abu Pabrik Gula Trangkil Bikin Resah Warga Pati

Menurutnya, Warga saat ini sudah jenuh dengan melihat kondisi jalan yang ada saat ini. Bahkan ia juga mengklaim tentang tugas DPUTR atau Pemkab Pati yang tidak bisa memperjuangkan untuk perbaikan jalan Sukolilo-Prawoto. Justru memperjuangkan pembangunan atau proyek lain yang dianggap tidak penting.

”Jangan salahkan kami jika nanti warga bergerak melakukan aksi. Karena sampai saat ini mereka sudah jenuh. Juga tidak percaya lagi dengan pemerintahan. Sebenarnya tugas DPUTR itu apa? Pemkab ngapain hingga tidak bisa memperbaiki jalan itu,” tukasnya.

”Masyarakat itu hanya butuh jalan bagus. Saya ini bekerja untuk masyarakat. Jadi tak butuh stadion yang megah, atau bangunan apa. Hanya butuh jalan yang bagus. Apa pemerintah membangun harus di demo dulu,” pungkasnya.

Dia mengatakan, kerusakan jalan di wilayahnya itu hampir menyeluruh. Sudah bertahun-tahun tak diperbaiki. Semisal dianggarkan Rp 2 M saja itu tak bisa maksimal. ”Kalaupun anggaran cuma Rp 2 milyar itu tidak cukup. Sebab itu jalan sudah rusak parah. Dan itu bukan jalan manusia lagi. Kondisinya memprihatinkan,” imbuhnya. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/