alexametrics
26.4 C
Kudus
Friday, May 13, 2022

NIK 44 Warga Binaan Pati Diverifikasi, Ada Apa?

PATI – Guna memastikan warga binaan memiliki identitas kependudukan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Pati menggelar perekaman e-KTP. Dari 300-an napi, terdapat 44 orang yang terkendala KTP-nya. Oleh sebab itu, pihak Lapas II B Pati mengadakan verifikasi NIK (nomor induk kependudukan).

Kepala Lapas II B Pati Febie Febie Dwi Hartanto mengatakan, pihaknya menggandeng Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Pati untuk memverifikasi KTP para napi pada Senin (22/11) kemarin. Saat memverifikasi warga binaan, pihak Disdukcapil Pati membawa perlengkapan pengecekan ke Lapas II Pati.

”Setelah kami lakukan pengecekan terhadap warga binaan, ternyata ada dua orang yang belum memiliki NIK maupun KK (kartu keluarga). Keduanya merupakan warga Pati. Untuk 42 orang lainnya sudah memiliki NIK dan KK, namun belum melakukan perekaman,” paparnya.


Dia menjelaskan, kegiatan ini dilakukan menyusul sebanyak 44 orang warga binaan lapas dari total 336 orang yang diindikasi belum memiliki NIK maupun KTP elektronik. Selain itu, hal itu dilakukan mengingat setiap pengurusan BPJS warga binaan banyak terkendala karena tidak mempunyai e-KTP.

Baca Juga :  Prajurit Koramil Bangsri Digembleng Latihan Fisik

”Kami membantu para napi agar terfasilitasi melalui verifikasi NIK ini. Kedepannya, supaya para napi bisa dengan mudah mendaftarkan diri untuk keperluan seperti menikah ataupun BPJS,” jelasnya.

“Tidak hanya untuk keperluan pengurusan BPJS, pelayanan kesehatan kepada warga binaan juga sempat terkendala saat vaksinasi kemarin. Karena sebagian tidak memiliki e-KTP dan lupa NIK-nya,” tambahnya.

Adapun sistem perekaman yang dilakukan sudah menerapkan sistem daring alias online. Sehingga data yang terkumpul secara otomatis terkirim ke pusat.

”Setelah dilakukan perekaman, warga yang bersangkutan sudah masuk dalam e-KTP yang sudah siap cetak. Harapannya, semua kepengurusan terkait data kependudukan bisa kita fasilitasi agar dipermudah,” tukasnya.






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Guna memastikan warga binaan memiliki identitas kependudukan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Pati menggelar perekaman e-KTP. Dari 300-an napi, terdapat 44 orang yang terkendala KTP-nya. Oleh sebab itu, pihak Lapas II B Pati mengadakan verifikasi NIK (nomor induk kependudukan).

Kepala Lapas II B Pati Febie Febie Dwi Hartanto mengatakan, pihaknya menggandeng Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Pati untuk memverifikasi KTP para napi pada Senin (22/11) kemarin. Saat memverifikasi warga binaan, pihak Disdukcapil Pati membawa perlengkapan pengecekan ke Lapas II Pati.

”Setelah kami lakukan pengecekan terhadap warga binaan, ternyata ada dua orang yang belum memiliki NIK maupun KK (kartu keluarga). Keduanya merupakan warga Pati. Untuk 42 orang lainnya sudah memiliki NIK dan KK, namun belum melakukan perekaman,” paparnya.

Dia menjelaskan, kegiatan ini dilakukan menyusul sebanyak 44 orang warga binaan lapas dari total 336 orang yang diindikasi belum memiliki NIK maupun KTP elektronik. Selain itu, hal itu dilakukan mengingat setiap pengurusan BPJS warga binaan banyak terkendala karena tidak mempunyai e-KTP.

Baca Juga :  Kebakaran di PT Dua Kelinci Pati, Kerugian Ditaksir Sekitar Rp 2 Miliar

”Kami membantu para napi agar terfasilitasi melalui verifikasi NIK ini. Kedepannya, supaya para napi bisa dengan mudah mendaftarkan diri untuk keperluan seperti menikah ataupun BPJS,” jelasnya.

“Tidak hanya untuk keperluan pengurusan BPJS, pelayanan kesehatan kepada warga binaan juga sempat terkendala saat vaksinasi kemarin. Karena sebagian tidak memiliki e-KTP dan lupa NIK-nya,” tambahnya.

Adapun sistem perekaman yang dilakukan sudah menerapkan sistem daring alias online. Sehingga data yang terkumpul secara otomatis terkirim ke pusat.

”Setelah dilakukan perekaman, warga yang bersangkutan sudah masuk dalam e-KTP yang sudah siap cetak. Harapannya, semua kepengurusan terkait data kependudukan bisa kita fasilitasi agar dipermudah,” tukasnya.






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/