alexametrics
30.4 C
Kudus
Monday, June 6, 2022

Masih Ditutup, Jembatan Juwana Pati Melengkung Akibat Kebakaran Bangunan Liar

PATI – Kebakaran rumah semi permanen di bawah jembatan baru Juwana di Desa Doropayung, Juwana, terjadi dini hari kemarin. Akibatnya, menyebabkan jembatan tersebut untuk sementara tak dapat dilalui. Sebab, besi-besi di bawah jembatan melengkung.

Kebakaran itu, dikarenakan 10 bangunan liar yang berada di bawah Jembatan Juwana ludes terbakar dini hari kemarin. Kebakaran tersebut membuat jembatan turut Desa Doropayung, Juwana, sempat ikut membara ikut dilalap si jago merah.

Kejadian terjadi sekitar pukul 03.00. Api dapat dipadamkan sekitar pukul 04.50. Empat mobil pemadam kebakaran (damkar) dan 12 personel damkar dari pemkab, dibantu dua unit mobil damkar dari Garudafood, dan satu unit pompa Alkon dari Polsek Juwana.


Sebanyak 10 bangunan rumah yang terbuat dari kayu dan tripleks beratapkan asbes ludes terbakar. Satu bangunan rumah yang terbuat dari kayu dan tripleks terbakar sebagian.

Akibar kebakaran ini, berimbas pengalihan arus lalu lintas. Akses kendaraan dialihkan ke Jalur Lingkar Juwana atau contra flow.

Upaya sementara yang dilakukan Pemkab Pati dengan berkoordiasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Satuan Kerja Jawa Tengah (Satker Jateng) Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Tujuannya, agar diturunkan tim teknis penguji unjuk kerja jembatan. Dengan begitu, bisa diketahui tingkat keamanan jembatan jika dilalui mobil berat.

Baca Juga :  Pati Juara Umum Kedua Popda Jateng: Senam Jadi Lumbung Emas

”Saat ini, kami masih koordinasi dengan PPK Jembatan Semarang. Karena itu jalan nasional. Memang di bawah jembatan baru itu, besinya melengkung. Bisa atau tidaknya jembatan itu digunakan, menunggu keputusan dari Semarang (BBPJN Satker Jateng),” ujar Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Pati Sudarno.

Sementara itu, hingga Jawa Pos Radar Kudus meninjau lokasi sekitar pukul 07.00 kemarin, kondisi besi penyangga masih panas. Kasi Humas Polres Pati Iptu Sukarno menjelaskan, sambal menunggu jembatan dingin, arus lalu lintas (lalin) dialihkan ke jalan lingkar arah jembatan lama (contra flow).

”Setelah besi penyangga jembatan baru dingin, akan kami coba normalkan arus lalu lintas. Tentunya, sambil dilakukan pengamatan di jembatan itu. Apabila terjadi perubahan kontruksi atau struktur jembatan, akan ditutup kembali. Arus lalu lintas akan kami berlakukan contra flow lagi,” terangnya. (adr/lin)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Kebakaran rumah semi permanen di bawah jembatan baru Juwana di Desa Doropayung, Juwana, terjadi dini hari kemarin. Akibatnya, menyebabkan jembatan tersebut untuk sementara tak dapat dilalui. Sebab, besi-besi di bawah jembatan melengkung.

Kebakaran itu, dikarenakan 10 bangunan liar yang berada di bawah Jembatan Juwana ludes terbakar dini hari kemarin. Kebakaran tersebut membuat jembatan turut Desa Doropayung, Juwana, sempat ikut membara ikut dilalap si jago merah.

Kejadian terjadi sekitar pukul 03.00. Api dapat dipadamkan sekitar pukul 04.50. Empat mobil pemadam kebakaran (damkar) dan 12 personel damkar dari pemkab, dibantu dua unit mobil damkar dari Garudafood, dan satu unit pompa Alkon dari Polsek Juwana.

Sebanyak 10 bangunan rumah yang terbuat dari kayu dan tripleks beratapkan asbes ludes terbakar. Satu bangunan rumah yang terbuat dari kayu dan tripleks terbakar sebagian.

Akibar kebakaran ini, berimbas pengalihan arus lalu lintas. Akses kendaraan dialihkan ke Jalur Lingkar Juwana atau contra flow.

Upaya sementara yang dilakukan Pemkab Pati dengan berkoordiasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Satuan Kerja Jawa Tengah (Satker Jateng) Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Tujuannya, agar diturunkan tim teknis penguji unjuk kerja jembatan. Dengan begitu, bisa diketahui tingkat keamanan jembatan jika dilalui mobil berat.

Baca Juga :  Enam Kabupaten Eks Karesidenan Pati Kompak di Level 3 PPKM Semua

”Saat ini, kami masih koordinasi dengan PPK Jembatan Semarang. Karena itu jalan nasional. Memang di bawah jembatan baru itu, besinya melengkung. Bisa atau tidaknya jembatan itu digunakan, menunggu keputusan dari Semarang (BBPJN Satker Jateng),” ujar Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Pati Sudarno.

Sementara itu, hingga Jawa Pos Radar Kudus meninjau lokasi sekitar pukul 07.00 kemarin, kondisi besi penyangga masih panas. Kasi Humas Polres Pati Iptu Sukarno menjelaskan, sambal menunggu jembatan dingin, arus lalu lintas (lalin) dialihkan ke jalan lingkar arah jembatan lama (contra flow).

”Setelah besi penyangga jembatan baru dingin, akan kami coba normalkan arus lalu lintas. Tentunya, sambil dilakukan pengamatan di jembatan itu. Apabila terjadi perubahan kontruksi atau struktur jembatan, akan ditutup kembali. Arus lalu lintas akan kami berlakukan contra flow lagi,” terangnya. (adr/lin)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/