alexametrics
29.2 C
Kudus
Monday, June 27, 2022

10 Bangunan Rumah Liar di Bawah Jembatan Juwana Ludes Terbakar Diduga Akibat Korsleting Listrik

PATI – Sepuluh bangunan rumah semi permanen liar di bawah Jembatan Juwana, Pati, ludes terbakar kemarin dini hari. Terdengar suara letusan dari salah satu rumah warga di sana. Korsleting listrik menjadi dalih penyebab kebakaran itu.

Selain itu, satu bangunan liar juga ikut terlibat, tapi sebagian (tak ludes terbakar). Kejadian ini, juga membuat jembatan yang terletak di Desa Doropayung sempat ikut membara ikut terbakar si jago merah.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 03.00. Waktu itu, seorang warga Suker, 46, sedang asyik menonton televisi. ”Dari belakang bangunan rumah ia mendengar suara letusan, sehingga mengecek asal suara letusan tersebut dan melihat kobaran api yang sudah membubung tinggi. Kobaran api tersebut, berasal dari bangunan rumah Suratno, 56,” ujar Kasi Humas Polres Pati Iptu Sukarno.


Dari kejadian itu, membuat Suratno berteriak minta tolong kepada warga sekitar dan keluar menyelamatkan diri. Kejadian ini pun dilaporkan kepada Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Pati.

Sekitar pukul 03.15 datang satu unit damkar dari Kecamatan Juwana ke lokasi kejadian. Disusul dua unit damkar dari Kabupatan Pati. Ada 12 personel damkar juga mencoba memadamkan kobaran api itu. Tak selang lama, api dapat dipadamkan. Sekitar pukul 04.50.

Baca Juga :  Tak Penuhi Aturan, 108 Koperasi di Pati Antre Dibubarkan
PAGI BUTA: Polisi berjaga saat pemadaman kebakaran bangunan liar di bawah Jembatan Juwana baru. (POLSEK JUWANA FOR RADAR KUDUS)

Pihaknya menduga kebakaran ini terjadi karena korsleting listrik. Sedangkan kerugian atas kejadian ini ditaksir sekitar Rp 30 juta.

”Ada 10 bangunan rumah yang terbuat dari kayu dan tripleks beratapkan asbes ludes terbakar. Juga satu bangunan rumah yang terbuat dari kayu dan tripleks terbakar sebagian,” paparnya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol) PP Pati Sugiyono menambahkan, penghuni rumah di bawah jembatan yang terbakar itu, meliputi, Suyati, 50; Puput, 52; Sukir, 55; Atik, 50; Watik, 35; Triyanto, 48; Ratno, 57; Desi, 35; Hartini, 47; dan Tarjo, 65.

Ditanya soal penertiban bangunan semipermanen serupa. Dia menjawab bangunan tak berizin itu, tak semerta-merta bisa dibongkar begitu saja. Harus melewati banyak proses. Misalnya rapat forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda). ”Belum lama ini, kami menggusur bangunan di pinggir sungai Juwana. Lainnya bertahap,” terang Sugiyono. (adr/lin)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Sepuluh bangunan rumah semi permanen liar di bawah Jembatan Juwana, Pati, ludes terbakar kemarin dini hari. Terdengar suara letusan dari salah satu rumah warga di sana. Korsleting listrik menjadi dalih penyebab kebakaran itu.

Selain itu, satu bangunan liar juga ikut terlibat, tapi sebagian (tak ludes terbakar). Kejadian ini, juga membuat jembatan yang terletak di Desa Doropayung sempat ikut membara ikut terbakar si jago merah.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 03.00. Waktu itu, seorang warga Suker, 46, sedang asyik menonton televisi. ”Dari belakang bangunan rumah ia mendengar suara letusan, sehingga mengecek asal suara letusan tersebut dan melihat kobaran api yang sudah membubung tinggi. Kobaran api tersebut, berasal dari bangunan rumah Suratno, 56,” ujar Kasi Humas Polres Pati Iptu Sukarno.

Dari kejadian itu, membuat Suratno berteriak minta tolong kepada warga sekitar dan keluar menyelamatkan diri. Kejadian ini pun dilaporkan kepada Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Pati.

Sekitar pukul 03.15 datang satu unit damkar dari Kecamatan Juwana ke lokasi kejadian. Disusul dua unit damkar dari Kabupatan Pati. Ada 12 personel damkar juga mencoba memadamkan kobaran api itu. Tak selang lama, api dapat dipadamkan. Sekitar pukul 04.50.

Baca Juga :  Gerakan Kuping Isyarat Keinginan dalam Merawat dan Menggeluti Hobi Berkuda
PAGI BUTA: Polisi berjaga saat pemadaman kebakaran bangunan liar di bawah Jembatan Juwana baru. (POLSEK JUWANA FOR RADAR KUDUS)

Pihaknya menduga kebakaran ini terjadi karena korsleting listrik. Sedangkan kerugian atas kejadian ini ditaksir sekitar Rp 30 juta.

”Ada 10 bangunan rumah yang terbuat dari kayu dan tripleks beratapkan asbes ludes terbakar. Juga satu bangunan rumah yang terbuat dari kayu dan tripleks terbakar sebagian,” paparnya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol) PP Pati Sugiyono menambahkan, penghuni rumah di bawah jembatan yang terbakar itu, meliputi, Suyati, 50; Puput, 52; Sukir, 55; Atik, 50; Watik, 35; Triyanto, 48; Ratno, 57; Desi, 35; Hartini, 47; dan Tarjo, 65.

Ditanya soal penertiban bangunan semipermanen serupa. Dia menjawab bangunan tak berizin itu, tak semerta-merta bisa dibongkar begitu saja. Harus melewati banyak proses. Misalnya rapat forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda). ”Belum lama ini, kami menggusur bangunan di pinggir sungai Juwana. Lainnya bertahap,” terang Sugiyono. (adr/lin)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/