26.4 C
Kudus
Tuesday, February 7, 2023

Meriah! Ribuan Warga Tumplek Blek Saksikan Kirab Imlek di Pati

PATI – Kirab budaya dalam rangka memeringati Imlek dilaksanakan di Kelenteng Hok Tik Bio, Pati. Menariknya dalam kirab itu tak hanya barongsai yang ditampilkan. Tetapi juga reog, seni budaya khas Jawa.

Dalam kirab itu sebanyak 11 barongsai dari empat grup ikut memerihakan. Mereka berasal dari Pati, Juwana, Kudus, Semarang, dan Solo. Selain barongsai ada liang-liong, dan marching band, reog, dan barongan. Kirab budaya juga dimeriahkan karnaval kostum dewa-dewi.

Kirab budaya itu menempuh rute sejauh kurang lebih 5 kilometer. Dimulai dari Jembatan Kalidoro dan Finish di Kelenteng Hok Tik Bio, Pati.


Rute yang ditempuh dimulai dari Jembatan Kalidoro menuju Jalan Pemuda, lalu belok kanan ke Jalan Ahmad Dahalan, lalu menyusuri Jalan Tondonegoro, Jalan Wahidin, Jalan RA Kartini, Jalan Kyai Saleh, Jalan Panglima Sudirman, Alun-Alun Simpanglima, masuk Jalan Pemuda, dan finish di Kelenteng Hok Tik Bio.

Kirab ini sebelumnya absen tiga tahun. Lantaran pandemi Covid-19.

Tampak ribuan masyarakat Kabupaten Pati dan sekitarnya tumpah ruah menyaksikan kirab itu.

Masyarakat yang menonton tidak peduli terik panas matahari. Mereka memadati pinggir-pinggir jalan yang dilalui kirab. Masyarakat terlihat antusias menyaksikan atraksi barongsai, lenggak–lenggok liang liong, barongan, reog ponorogo, dan juga keunikan kostum dewa-dewi yang dikenakan para peserta kirab.

Baca Juga :  RS Keluarga Sehat Pati Tambah Ruang Terbuka Hijau Agar Pasien Nyaman

Masyarakat yang hadir tidak hanya menonton saja. Mereka juga berebut mengabadikan acara tersebut untuk diunggah di media sosial masing-masing.

Ketua Kelenteng Hok Tik Bio Edy Siswanto mengungkapkan, kegiatan itu bentuk pluralisme masyarakat di Kota Pati.

”Kirab budaya ini diikuti beberapa komunitas. Baik dari ponpes, kelenteng, sekolah dan lain sebagainya. Ini wujud pluralisme. Semua bekerja sama untuk bangsa negara. Karnaval diikuti oleh 600 personel,” katanya.

ATRAKSI: Pemain liang-liong memecah kerumunan warga yang menyaksikan kirab Imlek di Pati kemarin. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

Sementara itu, Penjabat (Pj) Bupati Pati Henggar Budi Anggoro yang membuka kirab itu mengatakan hal yang sama. Ia menilai kirab badaya ini merupakan wujud kebersamaan.

”Tidak ada jarak. Semoga ini membuat Pati lebih baik lagi ke depannya. Ini juga membranding Pati lebih baik lagi. Di sini ada budaya, mari kita memajukan budaya,” pungkasnya.

Candra salah seorang penonton kirab mengaku senang bisa kembali menikmati kirab Imlek kali ini. Pria asal Kudus ini mengaku setiap kali ada kirab Imlek di Pati selalu datang. “Acaranya meriah, seru. Apalagi diperkaya dengan kesenian lain. Seperti barongan dan reog. Keragaman nusantara terasa sekali,” paparnya. (aua)






Reporter: Achmad Ulil Albab

PATI – Kirab budaya dalam rangka memeringati Imlek dilaksanakan di Kelenteng Hok Tik Bio, Pati. Menariknya dalam kirab itu tak hanya barongsai yang ditampilkan. Tetapi juga reog, seni budaya khas Jawa.

Dalam kirab itu sebanyak 11 barongsai dari empat grup ikut memerihakan. Mereka berasal dari Pati, Juwana, Kudus, Semarang, dan Solo. Selain barongsai ada liang-liong, dan marching band, reog, dan barongan. Kirab budaya juga dimeriahkan karnaval kostum dewa-dewi.

Kirab budaya itu menempuh rute sejauh kurang lebih 5 kilometer. Dimulai dari Jembatan Kalidoro dan Finish di Kelenteng Hok Tik Bio, Pati.

Rute yang ditempuh dimulai dari Jembatan Kalidoro menuju Jalan Pemuda, lalu belok kanan ke Jalan Ahmad Dahalan, lalu menyusuri Jalan Tondonegoro, Jalan Wahidin, Jalan RA Kartini, Jalan Kyai Saleh, Jalan Panglima Sudirman, Alun-Alun Simpanglima, masuk Jalan Pemuda, dan finish di Kelenteng Hok Tik Bio.

Kirab ini sebelumnya absen tiga tahun. Lantaran pandemi Covid-19.

Tampak ribuan masyarakat Kabupaten Pati dan sekitarnya tumpah ruah menyaksikan kirab itu.

Masyarakat yang menonton tidak peduli terik panas matahari. Mereka memadati pinggir-pinggir jalan yang dilalui kirab. Masyarakat terlihat antusias menyaksikan atraksi barongsai, lenggak–lenggok liang liong, barongan, reog ponorogo, dan juga keunikan kostum dewa-dewi yang dikenakan para peserta kirab.

Baca Juga :  Kabar Duka, Ulama Kharismatik NU Pati Kiai Ali Munfaat Berpulang

Masyarakat yang hadir tidak hanya menonton saja. Mereka juga berebut mengabadikan acara tersebut untuk diunggah di media sosial masing-masing.

Ketua Kelenteng Hok Tik Bio Edy Siswanto mengungkapkan, kegiatan itu bentuk pluralisme masyarakat di Kota Pati.

”Kirab budaya ini diikuti beberapa komunitas. Baik dari ponpes, kelenteng, sekolah dan lain sebagainya. Ini wujud pluralisme. Semua bekerja sama untuk bangsa negara. Karnaval diikuti oleh 600 personel,” katanya.

ATRAKSI: Pemain liang-liong memecah kerumunan warga yang menyaksikan kirab Imlek di Pati kemarin. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

Sementara itu, Penjabat (Pj) Bupati Pati Henggar Budi Anggoro yang membuka kirab itu mengatakan hal yang sama. Ia menilai kirab badaya ini merupakan wujud kebersamaan.

”Tidak ada jarak. Semoga ini membuat Pati lebih baik lagi ke depannya. Ini juga membranding Pati lebih baik lagi. Di sini ada budaya, mari kita memajukan budaya,” pungkasnya.

Candra salah seorang penonton kirab mengaku senang bisa kembali menikmati kirab Imlek kali ini. Pria asal Kudus ini mengaku setiap kali ada kirab Imlek di Pati selalu datang. “Acaranya meriah, seru. Apalagi diperkaya dengan kesenian lain. Seperti barongan dan reog. Keragaman nusantara terasa sekali,” paparnya. (aua)






Reporter: Achmad Ulil Albab

Most Read

Artikel Terbaru