alexametrics
28 C
Kudus
Tuesday, September 27, 2022

Pengetahuan Masyarakat Soal Penyakit Katarak Minim, Dinkes Pati Tingkatkan Penanganan

PATI – Pengetahuan masyarakat mengenai penyakit katarak dan penanganannya masih terbilang minim. Hal ini terlihat melalui daftar tunggu operasi gratis yang masih ada puluhan untuk mendapatkan penanganan.

“Kasus katarak itu seperti fenomena gunung es. Di permukaan, yang tampak penderitanya hanya sedikit. Padahal sejatinya banyak,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati, Aviani Tritanti Venusia.

“Karena memang kebanyakan itu katarak senilis. Katarak yang dialami pada usia tua. Ini kerap tidak disadari. Dikira hal biasa, karena mereka mengira wajar jika orang tua melemah kondisi fisiknya,” imbuhnya.


Padahal, lanjut Aviani, katarak akan lebih mudah diatasi jika diketahui sejak dini. Terlebih, operasi katarak bukanlah operasi besar seperti misalnya operasi jantung.

“Bahkan tidak hanya di rumah sakit, kami juga beberapa kali adakan operasi katarak gratis di Puskesmas. Artinya operasi katarak ini simpel. Bukan momok,” kata dia.

Baca Juga :  Tok! Pengadilan Negeri Pati Tolak Pengajuan Keringanan Tersangka Pembunuhan di Juwana

Aviani melanjutkan operasi katarak bisa ditanggung oleh BPJS. Program operasi gratis tetap diperlukan untuk membantu masyarakat.

Aviani berharap peran Babinsa Koramil dan Bhabinkamtibmas Polsek membantu menyosialisasikan dan melaporkan penderita katarak di desa-desa. “Seperti operasi katarak gratis ini, pesertanya merupakan hasil pendataan dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Melibatkan peran keduanya sangat penting,” papar Aviani saat melihat kegiatan operasi katarak gratis di RS KSH akhir pekan kemarin.

Harapannya, penemuan kasus di masyarakat selalu ditingkatkan. Peran serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas sangat penting karena memiliki fungsi pendampingan di desa. Supaya terjaring masyarakat yang menderita katarak. Agar bisa dilakukan penanganan. Sehingga angka kebutaan turun. (aua/him)






Reporter: Achmad Ulil Albab

PATI – Pengetahuan masyarakat mengenai penyakit katarak dan penanganannya masih terbilang minim. Hal ini terlihat melalui daftar tunggu operasi gratis yang masih ada puluhan untuk mendapatkan penanganan.

“Kasus katarak itu seperti fenomena gunung es. Di permukaan, yang tampak penderitanya hanya sedikit. Padahal sejatinya banyak,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati, Aviani Tritanti Venusia.

“Karena memang kebanyakan itu katarak senilis. Katarak yang dialami pada usia tua. Ini kerap tidak disadari. Dikira hal biasa, karena mereka mengira wajar jika orang tua melemah kondisi fisiknya,” imbuhnya.

Padahal, lanjut Aviani, katarak akan lebih mudah diatasi jika diketahui sejak dini. Terlebih, operasi katarak bukanlah operasi besar seperti misalnya operasi jantung.

“Bahkan tidak hanya di rumah sakit, kami juga beberapa kali adakan operasi katarak gratis di Puskesmas. Artinya operasi katarak ini simpel. Bukan momok,” kata dia.

Baca Juga :  Momen Natal dan Tahun Baru, Semua Alun-Alun di Pati Digelapkan

Aviani melanjutkan operasi katarak bisa ditanggung oleh BPJS. Program operasi gratis tetap diperlukan untuk membantu masyarakat.

Aviani berharap peran Babinsa Koramil dan Bhabinkamtibmas Polsek membantu menyosialisasikan dan melaporkan penderita katarak di desa-desa. “Seperti operasi katarak gratis ini, pesertanya merupakan hasil pendataan dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Melibatkan peran keduanya sangat penting,” papar Aviani saat melihat kegiatan operasi katarak gratis di RS KSH akhir pekan kemarin.

Harapannya, penemuan kasus di masyarakat selalu ditingkatkan. Peran serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas sangat penting karena memiliki fungsi pendampingan di desa. Supaya terjaring masyarakat yang menderita katarak. Agar bisa dilakukan penanganan. Sehingga angka kebutaan turun. (aua/him)






Reporter: Achmad Ulil Albab

Most Read

Artikel Terbaru