alexametrics
25 C
Kudus
Wednesday, June 22, 2022

Tok! Pengadilan Negeri Pati Tolak Pengajuan Keringanan Tersangka Pembunuhan di Juwana

PATI – Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Pati menolak permohonan praperadilan tersangka atas dugaan pembunuhan di Juwana. Kesaksian tersangka, tak diindahkan hakim pada sidang putusan praperadilan ini.

Baca Juga : Tegur Gubernur hingga Bupati, Sri Mulyani Geram Anggaran Pemda Habis hanya untuk Gaji PNS

Hasil putusan praperadilan tersebut membuat warga Desa Bendar, Juwana hadir di PN Pati pada Senin (20/6). Mereka kembali datang ke PN lantaran kecewa dengan hasil putusan tersebut.


Anak, emak, hingga bapak-bapak terlihat menggeruduk PN Pati. Mereka terlihat menyuarakan aspirasi dengan tulisan pada lembaran kertas. Mereka berteriak meminta keadilan soal warga Bendar yang menjadi tersangka itu.

Tesangka Rudy terjerat kasus dugaan pembunuhan di jalan Juwana-Jakenan pada 26 Maret 2020 lalu. Penangkapannya, pada April tahun ini. Pihak Polres Pati sebelumnya juga menetapkan tersangka dan Daftar Pencarian Orang (DPO).

Pada saat itu tersangka diduga membonceng temannya membacok korban hingga tewas di jalur tersebut malam hari. Motif pembunuhan karena cinta segitiga. Antara korban, tersangka dan perempuan.

”Dengan hasil putusan hakim ini, kami kecewa. Mengingat banyak bukti yang kami ajukan. Saya selaku ketua kapal di Juwana ini tahu betul kalau Rudy ini tak melarikan diri. Dia bekerja di salah satu kapal dan pulang tiap 20-30 hari. Kami tetap berjuang memenangkan kasus ini. Soalnya, Rudy ini warga kami,” tegas salah satu warga Bendar Heri Budianto.

Baca Juga :  Tegas! Larang Takbir Keliling, Polsek Sukolilo Pati Sita Ogoh-ogoh

Sebenarnya agenda hari ini kesimpulan. Tapi, hakim mengatakan kasus ini diputuskan saat itu juga. Padahal sebelumnya sudah ada kesepakatan putusan besok tanggal 22.

Pihaknya sebagai kuasa hukum tersangka menolak. Tetapi akhirnya hakim tetap membacakan putusan hari ini.

Sementara itu, pihak kuasa hukum tersangka Esera Gulo mengatakan, majelis hakim hanya mempertimbangkan bukti dari keluarga korban. Padahal bukti yang diajukan korban adalah bukti yang salah.

”Di mana mereka mengatakan melakukan penangkapan 23 April sekitar pukul 23.30. Padahal BAP, klien kami diperiksa 23 April pukul 16.30. Artinya, melakukan pemeriksaan baru ditangkap. Ini ada yang janggal,” terangnya.

Dia menambahkan, berdasarkan kesepakatan bersama seharusnya hasil putusan praperadilan ini pada 22 Juni. Tapi, malah diajukan 21 Juni pukul 16.00.

”Padahal kesepakatan dan jadwal sidang praperadilan ini seharusnya besok (22/6). Tapi malah diajukan pada Selasa (21/6). Ini kan diluar kesepakatan bersama. Memang hasil putusan apapun itu, seharusnya tetap sesuai kesepakatan. Ini juga ada yang aneh,” paparnya.

Sementara itu, Humas PN Pati Aris Dwi Hartoyo menuturkan, perkara Nomor 3/Pid.Pra/2022/PN Pti diajukan lantaran sudah siap untuk dilakukan putusan. Kemudian, berdasarkan hasil putusan hakim ketua memutuskan menolak permohonan pemohon.

”Soal diajukan itu karena sudah siap putusan. Maka dibacakan saat itu juga. Hakim ketua menolak permohonan praperadilan pemohon seluruhnya,” tuturnya. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Pati menolak permohonan praperadilan tersangka atas dugaan pembunuhan di Juwana. Kesaksian tersangka, tak diindahkan hakim pada sidang putusan praperadilan ini.

Baca Juga : Tegur Gubernur hingga Bupati, Sri Mulyani Geram Anggaran Pemda Habis hanya untuk Gaji PNS

Hasil putusan praperadilan tersebut membuat warga Desa Bendar, Juwana hadir di PN Pati pada Senin (20/6). Mereka kembali datang ke PN lantaran kecewa dengan hasil putusan tersebut.

Anak, emak, hingga bapak-bapak terlihat menggeruduk PN Pati. Mereka terlihat menyuarakan aspirasi dengan tulisan pada lembaran kertas. Mereka berteriak meminta keadilan soal warga Bendar yang menjadi tersangka itu.

Tesangka Rudy terjerat kasus dugaan pembunuhan di jalan Juwana-Jakenan pada 26 Maret 2020 lalu. Penangkapannya, pada April tahun ini. Pihak Polres Pati sebelumnya juga menetapkan tersangka dan Daftar Pencarian Orang (DPO).

Pada saat itu tersangka diduga membonceng temannya membacok korban hingga tewas di jalur tersebut malam hari. Motif pembunuhan karena cinta segitiga. Antara korban, tersangka dan perempuan.

”Dengan hasil putusan hakim ini, kami kecewa. Mengingat banyak bukti yang kami ajukan. Saya selaku ketua kapal di Juwana ini tahu betul kalau Rudy ini tak melarikan diri. Dia bekerja di salah satu kapal dan pulang tiap 20-30 hari. Kami tetap berjuang memenangkan kasus ini. Soalnya, Rudy ini warga kami,” tegas salah satu warga Bendar Heri Budianto.

Baca Juga :  Rambah Futsal, Manajemen PSG Pati Akuisisi SKN Kebumen

Sebenarnya agenda hari ini kesimpulan. Tapi, hakim mengatakan kasus ini diputuskan saat itu juga. Padahal sebelumnya sudah ada kesepakatan putusan besok tanggal 22.

Pihaknya sebagai kuasa hukum tersangka menolak. Tetapi akhirnya hakim tetap membacakan putusan hari ini.

Sementara itu, pihak kuasa hukum tersangka Esera Gulo mengatakan, majelis hakim hanya mempertimbangkan bukti dari keluarga korban. Padahal bukti yang diajukan korban adalah bukti yang salah.

”Di mana mereka mengatakan melakukan penangkapan 23 April sekitar pukul 23.30. Padahal BAP, klien kami diperiksa 23 April pukul 16.30. Artinya, melakukan pemeriksaan baru ditangkap. Ini ada yang janggal,” terangnya.

Dia menambahkan, berdasarkan kesepakatan bersama seharusnya hasil putusan praperadilan ini pada 22 Juni. Tapi, malah diajukan 21 Juni pukul 16.00.

”Padahal kesepakatan dan jadwal sidang praperadilan ini seharusnya besok (22/6). Tapi malah diajukan pada Selasa (21/6). Ini kan diluar kesepakatan bersama. Memang hasil putusan apapun itu, seharusnya tetap sesuai kesepakatan. Ini juga ada yang aneh,” paparnya.

Sementara itu, Humas PN Pati Aris Dwi Hartoyo menuturkan, perkara Nomor 3/Pid.Pra/2022/PN Pti diajukan lantaran sudah siap untuk dilakukan putusan. Kemudian, berdasarkan hasil putusan hakim ketua memutuskan menolak permohonan pemohon.

”Soal diajukan itu karena sudah siap putusan. Maka dibacakan saat itu juga. Hakim ketua menolak permohonan praperadilan pemohon seluruhnya,” tuturnya. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/