alexametrics
25 C
Kudus
Wednesday, June 22, 2022

Pertunjukkan Seni di Pati Mulai Dilonggarkan, Bupati: Dangut belum Boleh!

PATI – Pemkab Pati memberikan izin para seniman untuk pentas seni (Pensi). Pertimbangannya, pemberlakuan pembatasan kegiatan masayarakat (PPKM) sudah level I. Namun, acara itu tetap harus mematuhi protokol kesehatan (prokes) dan izin Satgas Covid-19 setempat.

Baca Juga: Tok! Pengadilan Negeri Pati Tolak Pengajuan Keringanan Tersangka Pembunuhan di Juwana

Bupati Pati Haryanto menjelaskan, pihaknya hanya menjalankan regulasi dari pusat terkait PPKM. Soalnya, aturan ini tak hanya berlaku di Pati. Tapi, seluruh Indonesia.


Oleh karena itu, dia meminta semua pihak untuk menaati aturan yang ada. Meskipun acara pensi ini boleh, akan tetapi tetap mematuhi aturan.

Soal aturan dan batasan kegiatan masyarakat ini tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 29 tahun 2022 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1 Covid-19

Dalam Inmendagri itu, kegiatan seni, budaya, olahraga dan sosial kemasyarakatan diizinkan buka dengan kapasitas maksimal 100 persen. Serta wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Selain itu, hanya pengunjung dengan kategori Hijau dalam aplikasi PeduliLindungi yang boleh masuk kecuali tidak bisa divaksin karena alasan kesehatan.

Baca Juga :  Sepekan Lagi Jalan Pertanian di Tambakromo Pati Rampung

”Seniman sudah boleh pentas. Tapi tetap prokes dan izin Satgas Covid-19. Kami sudah mengakomodasi para seniman,” terang Haryanto.

Meski diperbolehkan, pentas dangdutan tetap tak diizinkan. Menurut Haryanto, banyak dampak negatif yang ditimbulkan.

Haryanto menuturkan, pihaknya bersama dengan jajaran Forkompimda tidak akan mungkin membuat kebijakan yang bertujuan untuk menyengsarakan masyarakat. Tapi untuk kepentingan bersama.

”Pertunjukan seni sudah boleh. Akan tetapi, untuk dangdutan belum boleh. Karena setelah saya evaluasi banyak dampak negatifnya. Misalnya, perkelahian dan mabuk-mabukan,” imbuhnya. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Pemkab Pati memberikan izin para seniman untuk pentas seni (Pensi). Pertimbangannya, pemberlakuan pembatasan kegiatan masayarakat (PPKM) sudah level I. Namun, acara itu tetap harus mematuhi protokol kesehatan (prokes) dan izin Satgas Covid-19 setempat.

Baca Juga: Tok! Pengadilan Negeri Pati Tolak Pengajuan Keringanan Tersangka Pembunuhan di Juwana

Bupati Pati Haryanto menjelaskan, pihaknya hanya menjalankan regulasi dari pusat terkait PPKM. Soalnya, aturan ini tak hanya berlaku di Pati. Tapi, seluruh Indonesia.

Oleh karena itu, dia meminta semua pihak untuk menaati aturan yang ada. Meskipun acara pensi ini boleh, akan tetapi tetap mematuhi aturan.

Soal aturan dan batasan kegiatan masyarakat ini tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 29 tahun 2022 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1 Covid-19

Dalam Inmendagri itu, kegiatan seni, budaya, olahraga dan sosial kemasyarakatan diizinkan buka dengan kapasitas maksimal 100 persen. Serta wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Selain itu, hanya pengunjung dengan kategori Hijau dalam aplikasi PeduliLindungi yang boleh masuk kecuali tidak bisa divaksin karena alasan kesehatan.

Baca Juga :  184 Narapidana Lapas II B Pati Dapat Remisi Hari Kemerdekaan RI

”Seniman sudah boleh pentas. Tapi tetap prokes dan izin Satgas Covid-19. Kami sudah mengakomodasi para seniman,” terang Haryanto.

Meski diperbolehkan, pentas dangdutan tetap tak diizinkan. Menurut Haryanto, banyak dampak negatif yang ditimbulkan.

Haryanto menuturkan, pihaknya bersama dengan jajaran Forkompimda tidak akan mungkin membuat kebijakan yang bertujuan untuk menyengsarakan masyarakat. Tapi untuk kepentingan bersama.

”Pertunjukan seni sudah boleh. Akan tetapi, untuk dangdutan belum boleh. Karena setelah saya evaluasi banyak dampak negatifnya. Misalnya, perkelahian dan mabuk-mabukan,” imbuhnya. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/