alexametrics
30.4 C
Kudus
Monday, June 6, 2022

Pemkab Pati Tetapkan 12 Desa Wisata, Mana Saja?

PATI – Sebanyak 12 desa wisata di Kabupaten Pati ditetapkan sebagai desa-desa wisata berkembang maupun desa wisata rintisan. Hadirnya desa-desa wisata diharapkan mampu ikut memberdayakan perekonomian masyarakat desa setempat secara khusus.

Bupati Pati Haryanto mengatakan, dengan semakin bertambahnya desa-desa wisata di Kabupaten Pati ini membuat kunjungan wisata semakin bertambah. “Dengan harapan PAD baik untuk desa maupun pemerintah daerah, lebih-lebih ini pelaku UMKM khususnya, bisa berkembang,” papar Bupati Haryanto.

Dari 12 desa wisata tersebut, berdasarkan data dari Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu berkembang dan rintisan.


Ada tiga desa wisata berkembang yaitu Desa Gulangpongge Kecamatan Gunungwungkal, Desa Bakaran Wetan Kecamatan Juwana, dan Desa Kertomulyo Kecamatan Trangkil. Selebihnya masuk klasifikasi desa wisata rintisan. Yang meliputi Desa Pohgading Kecamatan Gembong, Desa Klakahkasihan Kecamatan Gembong, Desa Sidomulyo Kecamatan Gunungwungkal, Desa Sambiroto Kecamatan Tayu, Desa Kertomulyo Kecamatan Trangkil, Desa Mojoagung Kecamatan Trangkil, Desa Tluwuk Kecamatan Wedari jaksa, Desa Pekuwon Kecamatan Juwana, Desa Kedumulyo Kecamatan Sukolilo, dan Desa Larangan Kecamatan Tambakromo.

Baca Juga :  Alif Silfia Luthfiyah, Alumni MTsN 1 Pati Juara 3 Aksi Indosiar 2022

Untuk merintis dan mengembangkan wisata di daerah itu, kata Bupati Haryanto, sulit. Meski kondisi alam sudah mendukung, tapi harus ada du kungan sarana prasarana dan infrastruktur lainnya terutama akses jalan menuju ke lokasi, dan yang terpenting ada investor atau penanam modal untuk mengembangkannya.

Sebelumnya Pemkab Pati juga telah menetapkan Desa Talun Kecamatan Kayen, Desa Jrahi Kecamatan Gunungwungkal, Desa Tunggulsari Kecamatan Tayu, dan Desa Bageng Kecamatan Gembong.

Sementara itu Kepala Dinporapar Kabupaten Pati Rekso Suhartono berharap agar pengelola desa wisata selalu berinovasi dan mengembangkan potensinya agar tidak ketinggalan. Pihaknya mengaku bakal melakukan monitoring berkala selama 6 bulan sekali, sekaligus melakukan evaluasi.

“Yang masih rintisan tetap semangat dan terus memperbaiki diri agar bisa lebih baik lagi, semoga desa-desa wisata ini bisa memotivasi desa lain agar lebih berkembang,” paparnya. (aua/him)






Reporter: Achmad Ulil Albab

PATI – Sebanyak 12 desa wisata di Kabupaten Pati ditetapkan sebagai desa-desa wisata berkembang maupun desa wisata rintisan. Hadirnya desa-desa wisata diharapkan mampu ikut memberdayakan perekonomian masyarakat desa setempat secara khusus.

Bupati Pati Haryanto mengatakan, dengan semakin bertambahnya desa-desa wisata di Kabupaten Pati ini membuat kunjungan wisata semakin bertambah. “Dengan harapan PAD baik untuk desa maupun pemerintah daerah, lebih-lebih ini pelaku UMKM khususnya, bisa berkembang,” papar Bupati Haryanto.

Dari 12 desa wisata tersebut, berdasarkan data dari Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu berkembang dan rintisan.

Ada tiga desa wisata berkembang yaitu Desa Gulangpongge Kecamatan Gunungwungkal, Desa Bakaran Wetan Kecamatan Juwana, dan Desa Kertomulyo Kecamatan Trangkil. Selebihnya masuk klasifikasi desa wisata rintisan. Yang meliputi Desa Pohgading Kecamatan Gembong, Desa Klakahkasihan Kecamatan Gembong, Desa Sidomulyo Kecamatan Gunungwungkal, Desa Sambiroto Kecamatan Tayu, Desa Kertomulyo Kecamatan Trangkil, Desa Mojoagung Kecamatan Trangkil, Desa Tluwuk Kecamatan Wedari jaksa, Desa Pekuwon Kecamatan Juwana, Desa Kedumulyo Kecamatan Sukolilo, dan Desa Larangan Kecamatan Tambakromo.

Baca Juga :  Alif Silfia Luthfiyah, Alumni MTsN 1 Pati Juara 3 Aksi Indosiar 2022

Untuk merintis dan mengembangkan wisata di daerah itu, kata Bupati Haryanto, sulit. Meski kondisi alam sudah mendukung, tapi harus ada du kungan sarana prasarana dan infrastruktur lainnya terutama akses jalan menuju ke lokasi, dan yang terpenting ada investor atau penanam modal untuk mengembangkannya.

Sebelumnya Pemkab Pati juga telah menetapkan Desa Talun Kecamatan Kayen, Desa Jrahi Kecamatan Gunungwungkal, Desa Tunggulsari Kecamatan Tayu, dan Desa Bageng Kecamatan Gembong.

Sementara itu Kepala Dinporapar Kabupaten Pati Rekso Suhartono berharap agar pengelola desa wisata selalu berinovasi dan mengembangkan potensinya agar tidak ketinggalan. Pihaknya mengaku bakal melakukan monitoring berkala selama 6 bulan sekali, sekaligus melakukan evaluasi.

“Yang masih rintisan tetap semangat dan terus memperbaiki diri agar bisa lebih baik lagi, semoga desa-desa wisata ini bisa memotivasi desa lain agar lebih berkembang,” paparnya. (aua/him)






Reporter: Achmad Ulil Albab

Most Read

Artikel Terbaru

/