alexametrics
31.3 C
Kudus
Monday, May 16, 2022

Perbaikan Jalur Pati-Rembang Dilanjutkan, Pengendara Terjebak Macet 9 Jam

PATI – Proyek perbaikan jalan raya Batangan tahun ini dilanjutkan. Lokasi perbaikan jalan itu jalur pantura di Desa Lengkong, Batangan, Pati. Adanya proyek tersebut menimbulkan kemacetan dari Rembang hingga Pati.

Saat wartawan ke lokasi itu sekitar 11.00 kemacetan sudah terjadi. Kemacetan mulai gapura masuk Rembang hingga traffic light arah Pati kota.

Di gapura Rembang turut Desa Banyudono terlihat sepeda motor, mobil pribadi, bus, dan truk tronton mengantre menuju arah Pati. Sebaliknya, sisi jalan menuju Rembang kota dari Pati lancar.


Sebagian besar pesepeda motor terlihat memilih melawan arus daripada menunggu kemacetan. Karena dua sisi jalan (menuju arah Pati) terhambat mobil dan truk. Mobil di jalur itu tak bisa melaju sama sekali.

”Saya sudah terjebak macet sudah 1,5 jam. Bingung ini mau bagaimana. Maju tak bisa, mundur juga tidak bisa,” celoteh salah satu pemilik mobil yang terjebak macet di gapura masuk Rembang Wawan.

Beberapa truk dump hingga bus terlihat parkir berlawanan arah di beberapa lokasi jalan pantura.

Selain itu, parkir liar truk di warung-warung jalan Pantura juga memperparah kemacetan. Karena, dari parkir liar tersebut, sisi jalan terlihat dipenuhi truk parkir. Akibatnya, jalan yang seharusnya empat sisi, menjadi hanya dua sisi saja.

Lokasi parkir liar itu di antaranya di jalan turut Desa Purworejo Kaliori, Rembang; warung turut Desa Dresi, Kaliori, Rembang; warung turut SPBU turut Desa Lengkong, Batangan, Pati; warung dekat SPBU turut Desa Raci, Batangan, dan tambal ban di jembatan Juwana-Pati.

Kendaraan terjebak itu hingga perbaikan beton pantura turut Desa Lengkong, Batangan, Pati. Dari lokasi itu, arah menuju Pati lancar. Akan tetapi, sisi jalan menuju Rembang padat merayap.

Baca Juga :  Dikritik Dewan soal Menjamurnya Toko Modern, Pemkab: Sudah Taat Aturan

”Saya terjebak macet dari tadi. Mungkin pukul 01.00 dini hari. Mau maju tak bisa,” ujar supir truk tronton menuju arah Pati, Suparno.

Dari titik itu menuju Juwana lancar. Untuk sisi jalan menuju Rembang padat merayap. Kecepatan pengguna jalan kisaran 10-15 kilometer per jam. Kemacetan parah kembali terjadi di jembatan Juwana. Truk tronton hingga bus menutupi kedua sisi jalan. Kemacetan ini hingga menuju arah traffic light gapura masuk Pati kota.

Sebagian besar kendaraan yang terjebak macet itu mematikan mesinnya.

Beberapa supir truk tronton terlihat tidur siang di jalur Juwana-Pati. Sampah plastik pun mulai tercecer di bawah pintu para supir truk itu. ”Sudah tadi pagi terjebak macet. Ini baru sampai di Pati. Infonya kemacetan sampai Rembang. Mungkin 20 Km-an itu jarak macetnya,” terang sopir truk tronton yang terjebak di jalur Juwana-Pati, Hendri.

Untuk sampai ke Pati dari arah Rembang, memerlukan waktu dua kali lipat untuk sampai Pati Kota.

Hal ini dialami warga Lasem, Rembang Jazil Khofsah. Biasanya ia butuh waktu sekitar satu setengah jam dengan menggunakan sepeda motor untuk sampai ke Pati. Kini ia menghabiskan waktu di jalan hingga tiga jam karena kemacetan. ”Berangkat dari rumah pukul 06.00, sampai Pati pukul 09.00. Biasanya hanya satu jam setengah ini sampai tiga jam. Itu saya menggunakan sepeda motor. Bagaimana kalau memakai kendaaran seperti mobil dan truk,” imbuhnya. (adr/zen)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Proyek perbaikan jalan raya Batangan tahun ini dilanjutkan. Lokasi perbaikan jalan itu jalur pantura di Desa Lengkong, Batangan, Pati. Adanya proyek tersebut menimbulkan kemacetan dari Rembang hingga Pati.

Saat wartawan ke lokasi itu sekitar 11.00 kemacetan sudah terjadi. Kemacetan mulai gapura masuk Rembang hingga traffic light arah Pati kota.

Di gapura Rembang turut Desa Banyudono terlihat sepeda motor, mobil pribadi, bus, dan truk tronton mengantre menuju arah Pati. Sebaliknya, sisi jalan menuju Rembang kota dari Pati lancar.

Sebagian besar pesepeda motor terlihat memilih melawan arus daripada menunggu kemacetan. Karena dua sisi jalan (menuju arah Pati) terhambat mobil dan truk. Mobil di jalur itu tak bisa melaju sama sekali.

”Saya sudah terjebak macet sudah 1,5 jam. Bingung ini mau bagaimana. Maju tak bisa, mundur juga tidak bisa,” celoteh salah satu pemilik mobil yang terjebak macet di gapura masuk Rembang Wawan.

Beberapa truk dump hingga bus terlihat parkir berlawanan arah di beberapa lokasi jalan pantura.

Selain itu, parkir liar truk di warung-warung jalan Pantura juga memperparah kemacetan. Karena, dari parkir liar tersebut, sisi jalan terlihat dipenuhi truk parkir. Akibatnya, jalan yang seharusnya empat sisi, menjadi hanya dua sisi saja.

Lokasi parkir liar itu di antaranya di jalan turut Desa Purworejo Kaliori, Rembang; warung turut Desa Dresi, Kaliori, Rembang; warung turut SPBU turut Desa Lengkong, Batangan, Pati; warung dekat SPBU turut Desa Raci, Batangan, dan tambal ban di jembatan Juwana-Pati.

Kendaraan terjebak itu hingga perbaikan beton pantura turut Desa Lengkong, Batangan, Pati. Dari lokasi itu, arah menuju Pati lancar. Akan tetapi, sisi jalan menuju Rembang padat merayap.

Baca Juga :  Polres Pati Dapat Penghargaan dari Instansi Akademisi

”Saya terjebak macet dari tadi. Mungkin pukul 01.00 dini hari. Mau maju tak bisa,” ujar supir truk tronton menuju arah Pati, Suparno.

Dari titik itu menuju Juwana lancar. Untuk sisi jalan menuju Rembang padat merayap. Kecepatan pengguna jalan kisaran 10-15 kilometer per jam. Kemacetan parah kembali terjadi di jembatan Juwana. Truk tronton hingga bus menutupi kedua sisi jalan. Kemacetan ini hingga menuju arah traffic light gapura masuk Pati kota.

Sebagian besar kendaraan yang terjebak macet itu mematikan mesinnya.

Beberapa supir truk tronton terlihat tidur siang di jalur Juwana-Pati. Sampah plastik pun mulai tercecer di bawah pintu para supir truk itu. ”Sudah tadi pagi terjebak macet. Ini baru sampai di Pati. Infonya kemacetan sampai Rembang. Mungkin 20 Km-an itu jarak macetnya,” terang sopir truk tronton yang terjebak di jalur Juwana-Pati, Hendri.

Untuk sampai ke Pati dari arah Rembang, memerlukan waktu dua kali lipat untuk sampai Pati Kota.

Hal ini dialami warga Lasem, Rembang Jazil Khofsah. Biasanya ia butuh waktu sekitar satu setengah jam dengan menggunakan sepeda motor untuk sampai ke Pati. Kini ia menghabiskan waktu di jalan hingga tiga jam karena kemacetan. ”Berangkat dari rumah pukul 06.00, sampai Pati pukul 09.00. Biasanya hanya satu jam setengah ini sampai tiga jam. Itu saya menggunakan sepeda motor. Bagaimana kalau memakai kendaaran seperti mobil dan truk,” imbuhnya. (adr/zen)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/