alexametrics
25.4 C
Kudus
Friday, May 20, 2022

Terungkap, Ini Pelaku Pembuangan Bayi di Pati

PATI – Pelaku pembuangan bayi yang dibuang di bawah jembatan Sungai Gebang, Kecamatan Cluwak akhirnya terungkap. Ibu dari bayi tersebut masih berusia 16 tahun. Alasannya, karena ketakutan dan masih duduk di bangku sekolah. Terlebih kehamilan tersebut diluar nikah.

”Bersumber dari keterangan yang kami dapatkan, perempuan tersebut tak begitu mengenal sosok ayah dari bayi tersebut. Bahkan namanya saja dia mengaku tidak tahu,”terang Kapolres Pati AKBP Christian Tobing melalui Kapolsek Cluwak AKP Tri Gunarso dikonfirmasi kemarin (21/9).

Ditambahkannya, yang bersangkutan kenal lelaki tersebut dari media sosial. Pada Januari lalu, dia bertemu dengan lelaki tersebut di daerah Kelet, Jepara dan melakukan hubungan terlarang.


“Setelah pertemuan itu, lelakinya tidak pernah muncul lagi. Sementara media sosial dan kontaknya semua telah diblokir,”tambahnya.

Hal itulah yang membuat ibu bayi malang tersebut ketakutan. Terlebih saat mengetahui dirinya hamil.

”Proses kelahirannya sendiri terjadi sekitar pukul 21.00. Saat itu yang bersangkutan merasa mules sehingga lari ke ladang di belakang rumah. Di situlah diduga proses melahirkan terjadi,” tambahnya.

Dia kemudian pergi ke sungai untuk membersihkan diri dan bayinya. Namun lantaran mengetahui ada orang yang lewat dia kemudian lari. Sementara bayinya masih di bawah jembatan. ”Kalau dari informasi sementara ini dia melakukannya sendirian. Namun saat ini kami masih terus melakukan pendalaman,” tambahnya.

Baca Juga :  Tongkat Listrik Mudahkan Penyandang Tunanetra di Pati

Pihaknya berkoordinasi dengan perangkat desa, Puskesmas, dan bidan desa untuk menemukan ibu dari bayi tersebut. Setelah ada temuan itu, pihaknya langsung berkoordinasi dengan mereka. Bahwa jika ada wanita yang melakukan pemeriksanaan yang berkaitan dengan darah dan kelahiran atau yang mencurigakan diminta untuk menghubungi Polsek Cluwak.

”Soalnya temuan awalnya masih ada plasenta yang belum dipotong. Berarti pelakunya tak jauh dari situ. Kami menggali informasi dari masyarakat sekitar. Hasilnya, ada tiga orang yang dicurigai. Termasuk si pelaku itu,” ungkapnya.

Alhasil, Senin pelaku periksa di bidan desa. Itu tidak di desanya sendiri. Bidan desa tersebut kemudian menghubungi pihak kepolisian. Soalnya, pihaknya sudah menyebar informasi itu.

”Setelah itu, didampingi pihak desa kami menjemput pelaku. Setelah itu, pukul 10.00 dia dibawa ke Puskesmas untuk divisum. Hasilnya, memang habis melahirkan. Setelah hasil keluar, saya yakin dia ibunya,” katanya.

Lalu, pelaku dibawa ke Polsek Cluwak untuk dikonfirmasi. Dan dia mengakui kalau bayi yang dibuangnya adalah anaknya. ”Kasus ini nanti akan dilimpahkan ke Polres Pati. Bagaimana proses hukum yang akan dijalani,” pungkasnya.






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Pelaku pembuangan bayi yang dibuang di bawah jembatan Sungai Gebang, Kecamatan Cluwak akhirnya terungkap. Ibu dari bayi tersebut masih berusia 16 tahun. Alasannya, karena ketakutan dan masih duduk di bangku sekolah. Terlebih kehamilan tersebut diluar nikah.

”Bersumber dari keterangan yang kami dapatkan, perempuan tersebut tak begitu mengenal sosok ayah dari bayi tersebut. Bahkan namanya saja dia mengaku tidak tahu,”terang Kapolres Pati AKBP Christian Tobing melalui Kapolsek Cluwak AKP Tri Gunarso dikonfirmasi kemarin (21/9).

Ditambahkannya, yang bersangkutan kenal lelaki tersebut dari media sosial. Pada Januari lalu, dia bertemu dengan lelaki tersebut di daerah Kelet, Jepara dan melakukan hubungan terlarang.

“Setelah pertemuan itu, lelakinya tidak pernah muncul lagi. Sementara media sosial dan kontaknya semua telah diblokir,”tambahnya.

Hal itulah yang membuat ibu bayi malang tersebut ketakutan. Terlebih saat mengetahui dirinya hamil.

”Proses kelahirannya sendiri terjadi sekitar pukul 21.00. Saat itu yang bersangkutan merasa mules sehingga lari ke ladang di belakang rumah. Di situlah diduga proses melahirkan terjadi,” tambahnya.

Dia kemudian pergi ke sungai untuk membersihkan diri dan bayinya. Namun lantaran mengetahui ada orang yang lewat dia kemudian lari. Sementara bayinya masih di bawah jembatan. ”Kalau dari informasi sementara ini dia melakukannya sendirian. Namun saat ini kami masih terus melakukan pendalaman,” tambahnya.

Baca Juga :  Cegah Varian Baru Covid-19, Pemerintah bakal Ambil Sampel Per Daerah

Pihaknya berkoordinasi dengan perangkat desa, Puskesmas, dan bidan desa untuk menemukan ibu dari bayi tersebut. Setelah ada temuan itu, pihaknya langsung berkoordinasi dengan mereka. Bahwa jika ada wanita yang melakukan pemeriksanaan yang berkaitan dengan darah dan kelahiran atau yang mencurigakan diminta untuk menghubungi Polsek Cluwak.

”Soalnya temuan awalnya masih ada plasenta yang belum dipotong. Berarti pelakunya tak jauh dari situ. Kami menggali informasi dari masyarakat sekitar. Hasilnya, ada tiga orang yang dicurigai. Termasuk si pelaku itu,” ungkapnya.

Alhasil, Senin pelaku periksa di bidan desa. Itu tidak di desanya sendiri. Bidan desa tersebut kemudian menghubungi pihak kepolisian. Soalnya, pihaknya sudah menyebar informasi itu.

”Setelah itu, didampingi pihak desa kami menjemput pelaku. Setelah itu, pukul 10.00 dia dibawa ke Puskesmas untuk divisum. Hasilnya, memang habis melahirkan. Setelah hasil keluar, saya yakin dia ibunya,” katanya.

Lalu, pelaku dibawa ke Polsek Cluwak untuk dikonfirmasi. Dan dia mengakui kalau bayi yang dibuangnya adalah anaknya. ”Kasus ini nanti akan dilimpahkan ke Polres Pati. Bagaimana proses hukum yang akan dijalani,” pungkasnya.






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/