alexametrics
30.3 C
Kudus
Friday, July 22, 2022

Gagal Panen Akibat Banjir, Petani Bawang Merah di Pati Merugi Rp 3 Miliar

PATI – Penanaman bawang merah di Desa Ngurenrejo, Wedarijaksa gagal diterjang. Paska banjir bandang di wilayah tersebut tak hanya merendam 40 rumah warga, lahan bawang merah seluas 20-an hektare ikut terendam.

Kemarin (20/7) area sawah di sentra bawang merah Pati itu terendam sisa-sisa banjir. Bibit baru tanam hingga bawang siap panen terendam lumpur.

”Lihat sendiri kondisi lahan seperti apa. Petani baru menanam bawang merah malah tertimbun lumpur. Padahal usia tanamannya baru 40 hari,” terang salah satu petani bawang merah desa setempat Karyanto, sambil menunjukkan sawahnya.


Selain sesa sentra bawang merah sejak tahun 1970 itu, ada desa lain yang terdampak banjir. Yakni, Desa ngurensiti, Pagerharjo Kecamatan Wedarijaksa. Lahan tersebut gagal panen akibat banjir yang bercampur lumpur.

Ketua Paguyuban Bawang Merah Kasnawi mengaku sebanyak 20 lahan bawang merah di sana gagal panen karena kebanjiran. 4-5 ha lahan padahal sudah siap panen. ”Ruginya banyak ini karena kebanjiran. Totalnya, Rp 3 miliar,” imbuhnya.

Baca Juga :  APBD Pati 2023 Diprediksi Defisit hingga Rp 32,5 Milar

Di wilayah Desa Ngurenrejo, Wedarijaksa ada dua tanggul yang jebol. Sehingga merendam rumah dan persawahan.

Menurutnya, kerugian disebabkan karena bawang merah siap panen sudah diberi uang panjar. Tanaman siap panen itu terendam lumpur. ”Mau bagaimana lagi, tanamannya mati terendam lumpur. Saya sendiri rugi Rp 20 jutaan. Padahal sudah ada pembelinya,” terangnya.

Laki-laki yang juga menjabat sebagai Kepala Desa (Kades) Ngurenrejo itu berharap, ada bantuan dari pemerintah setempat. Meskipun sudah didata (rumah dan sawah kebanjiran, Red), belum ada bantuan yang datang.

”Dari pihak kecamatan sudah mendata di desa. Berapa rumah yang bajir dan sawahnya. Tapi belum ada bantuan. Warga ini menantikan bantuan dari pemerintah. Setidaknya dikasih sembako atau bantuan lainnya,” pungkasnya. (adr)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Penanaman bawang merah di Desa Ngurenrejo, Wedarijaksa gagal diterjang. Paska banjir bandang di wilayah tersebut tak hanya merendam 40 rumah warga, lahan bawang merah seluas 20-an hektare ikut terendam.

Kemarin (20/7) area sawah di sentra bawang merah Pati itu terendam sisa-sisa banjir. Bibit baru tanam hingga bawang siap panen terendam lumpur.

”Lihat sendiri kondisi lahan seperti apa. Petani baru menanam bawang merah malah tertimbun lumpur. Padahal usia tanamannya baru 40 hari,” terang salah satu petani bawang merah desa setempat Karyanto, sambil menunjukkan sawahnya.

Selain sesa sentra bawang merah sejak tahun 1970 itu, ada desa lain yang terdampak banjir. Yakni, Desa ngurensiti, Pagerharjo Kecamatan Wedarijaksa. Lahan tersebut gagal panen akibat banjir yang bercampur lumpur.

Ketua Paguyuban Bawang Merah Kasnawi mengaku sebanyak 20 lahan bawang merah di sana gagal panen karena kebanjiran. 4-5 ha lahan padahal sudah siap panen. ”Ruginya banyak ini karena kebanjiran. Totalnya, Rp 3 miliar,” imbuhnya.

Baca Juga :  Breaking News! Kompleks Lokalisasi LI di Pati Akhirnya Dibongkar

Di wilayah Desa Ngurenrejo, Wedarijaksa ada dua tanggul yang jebol. Sehingga merendam rumah dan persawahan.

Menurutnya, kerugian disebabkan karena bawang merah siap panen sudah diberi uang panjar. Tanaman siap panen itu terendam lumpur. ”Mau bagaimana lagi, tanamannya mati terendam lumpur. Saya sendiri rugi Rp 20 jutaan. Padahal sudah ada pembelinya,” terangnya.

Laki-laki yang juga menjabat sebagai Kepala Desa (Kades) Ngurenrejo itu berharap, ada bantuan dari pemerintah setempat. Meskipun sudah didata (rumah dan sawah kebanjiran, Red), belum ada bantuan yang datang.

”Dari pihak kecamatan sudah mendata di desa. Berapa rumah yang bajir dan sawahnya. Tapi belum ada bantuan. Warga ini menantikan bantuan dari pemerintah. Setidaknya dikasih sembako atau bantuan lainnya,” pungkasnya. (adr)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/