alexametrics
25.3 C
Kudus
Sunday, May 22, 2022

Ruwahan, Begini Tradisi Nyadran di Makam Bupati Juwana

PATI – Dua pekan ini haul ke-22 bupati Juwana masa Tumenggung Secodirono sampai Tumenggung Mangkoedipuro III. Rangkaian acara dimulai dengan acara nyadran (membersihkan makam) leluhur bupati Juwana hingga kirab pusaka.

Acara haul bupati itu digelar dengan beberapa rangkaian. Dimulai dengan acara nyadran (membersihkan makam) leluhur Bupati Juwana pada Minggu (6/3).

Acara nyadran sendiri dilakukan di lima tempat. Meliputi, Astana Jatisari, Sentono Pakuwon, Condronegaran Pati, Citrosoman Jepara, dan Astana Kanjengan Kajen Margoyoso.


Kemudian dilanjutkan dengan acara jamasan (upacara membersihkan pusaka) pada Kamis (17/3) di makam Suro Wikromo Nom (bupati Juwana) di Sentono Pakuwono Juwana.

Lalu jamasan pusaka di Astana Jatisarigrowong Kidul Juwana pada Jumat (18/3). Dilanjutkan kirab pusaka pada Sabtu (19/3). Rutenya dari Sentono Pakuwon Desa Tulwah/Jeliro lalu ke Pendapa Kabupaten dan berakhir di Astana Jatisari.

Acara kirab dilanjutkan dengan pengukuhan pakasa dan abdi dalem keraton Surakarta Hadiningrat di Astana Jatisari.

Baca Juga :  Pembangunan Jembatan Juwana Pati Molor Lagi, Ini Penyebabnya

Ketua Panitia haul Bupati Juwana dan dan Budaya 2022 Suriyanto mengatakan, acara haul merupakan agenda rutin yang digelar setiap tahun. Ini dalam rangka melestarikan budaya Jawa dan mengingat jasa leluhur.

”Acara haul bupati Juwana adalah acara rutinan tiap tahunan. Acara tersebut diadakan dengan berbagai rangkaian sesuai yang sudah dijadwalkan dari acara prosesi awal sampai akhir,” katanya.

Menurutnya, kegiatan tersebut nguri-uri budaya Jawa yang hampir punah. Acara ini salah satunya mengingat sejarah untuk para putra wayah yang adi luhung.

Suriyanto menegaskan, rangkaian acara haul dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes). Penerapannya diberlakukan bagi panitia acara maupun warga yang menyaksikan kirab. Soalnya, saat ini masih pandemi Covid-19 belum sepenuhnya dikendalikan. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Dua pekan ini haul ke-22 bupati Juwana masa Tumenggung Secodirono sampai Tumenggung Mangkoedipuro III. Rangkaian acara dimulai dengan acara nyadran (membersihkan makam) leluhur bupati Juwana hingga kirab pusaka.

Acara haul bupati itu digelar dengan beberapa rangkaian. Dimulai dengan acara nyadran (membersihkan makam) leluhur Bupati Juwana pada Minggu (6/3).

Acara nyadran sendiri dilakukan di lima tempat. Meliputi, Astana Jatisari, Sentono Pakuwon, Condronegaran Pati, Citrosoman Jepara, dan Astana Kanjengan Kajen Margoyoso.

Kemudian dilanjutkan dengan acara jamasan (upacara membersihkan pusaka) pada Kamis (17/3) di makam Suro Wikromo Nom (bupati Juwana) di Sentono Pakuwono Juwana.

Lalu jamasan pusaka di Astana Jatisarigrowong Kidul Juwana pada Jumat (18/3). Dilanjutkan kirab pusaka pada Sabtu (19/3). Rutenya dari Sentono Pakuwon Desa Tulwah/Jeliro lalu ke Pendapa Kabupaten dan berakhir di Astana Jatisari.

Acara kirab dilanjutkan dengan pengukuhan pakasa dan abdi dalem keraton Surakarta Hadiningrat di Astana Jatisari.

Baca Juga :  DPRD Pati Targetkan Raperda CSR Rampung Tahun Ini

Ketua Panitia haul Bupati Juwana dan dan Budaya 2022 Suriyanto mengatakan, acara haul merupakan agenda rutin yang digelar setiap tahun. Ini dalam rangka melestarikan budaya Jawa dan mengingat jasa leluhur.

”Acara haul bupati Juwana adalah acara rutinan tiap tahunan. Acara tersebut diadakan dengan berbagai rangkaian sesuai yang sudah dijadwalkan dari acara prosesi awal sampai akhir,” katanya.

Menurutnya, kegiatan tersebut nguri-uri budaya Jawa yang hampir punah. Acara ini salah satunya mengingat sejarah untuk para putra wayah yang adi luhung.

Suriyanto menegaskan, rangkaian acara haul dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes). Penerapannya diberlakukan bagi panitia acara maupun warga yang menyaksikan kirab. Soalnya, saat ini masih pandemi Covid-19 belum sepenuhnya dikendalikan. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/