alexametrics
29.4 C
Kudus
Monday, June 27, 2022

Angin Puting Beliung Terjang Tiga Desa di Pati, Ratusan Rumah Rusak

PATI – Bencana angin puting beliung menyapu wilayah Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, kemarin siang. Ada tiga desa yang mengalami dampak cukup parah, antara lain adalah Desa Tayu Kulon, Tayu Wetan, dan Keboromo.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, Martinus Budi Prasetya, melaporkan, awalnya sekitar pukul 12.30 siang terjadi hujan disertai angin kencang, yang kemudian menimbulkan angin puting beliung.

Hal ini mengakibatkan kerusakan berupa pohon tumbang, genting rumah berantakan, bahkan atap rumah roboh.


Untuk jumlah kerugian akibat bencana alam ini pihaknya belum bisa memastikan berapa jumlah rumah yang terdampak secara pasti.

Namun, berdasarkan informasi yang pihaknya terima, sejauh ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun luka-luka akibat kejadian ini.

“Peristiwa ini menyebabkan beberapa rumah gentingnya diterbangkan angin, bahkan bangunan rumah semipermanen ada yang roboh. Pohon banyak tumbang juga. Kami langsung kirimkan relawan lengkap dengan alat gergaji mesin untuk membantu masyarakat membersihkan pohon tumbang,” papar Budi.

Baca Juga :  Wujudkan Akuntabilitas, Polres Pati Sosialisasi Anggaran

Diperkirakan rumah yang terdampak angin puting beliung mencapai ratusan unit.

“Nilai kerugian belum bisa kami hitung karena memang banyak jumlahnya. Akan segera kami sampaikan setelah tim assessment kami selesai melaksanakan tugas di sana. Saat ini kami masih fokus membantu masyarakat merapikan puing dan pohon yang tumbang,” imbuhnya.

Lebih lanjut Budi menjelaskan pada puncak musim hujan ini, selain waspada banjir, masyarakat juga harus mewaspadai angin puting beliung. Menurut BMKG ini dampak fenomena La Nina. Selain banjir bandang, angin puting beliung harus diwaspadai.

Budi menambahkan, seharusnya dulu ada kearifan lokal masyarakat, yang saat ini bisa diterapkan kembali untuk mengurangi fatalitas bencana angin puting beliung, yakni menanam pohon bambu di batas-batas desa.

“Sifat bambu yang rimbun dan lentur membuatnya cukup kuat menahan angin. Tapi saat ini populasi tanaman bambu di batas-batas desa sudah berkurang,” pungkasnya.






Reporter: Achmad Ulil Albab

PATI – Bencana angin puting beliung menyapu wilayah Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, kemarin siang. Ada tiga desa yang mengalami dampak cukup parah, antara lain adalah Desa Tayu Kulon, Tayu Wetan, dan Keboromo.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, Martinus Budi Prasetya, melaporkan, awalnya sekitar pukul 12.30 siang terjadi hujan disertai angin kencang, yang kemudian menimbulkan angin puting beliung.

Hal ini mengakibatkan kerusakan berupa pohon tumbang, genting rumah berantakan, bahkan atap rumah roboh.

Untuk jumlah kerugian akibat bencana alam ini pihaknya belum bisa memastikan berapa jumlah rumah yang terdampak secara pasti.

Namun, berdasarkan informasi yang pihaknya terima, sejauh ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun luka-luka akibat kejadian ini.

“Peristiwa ini menyebabkan beberapa rumah gentingnya diterbangkan angin, bahkan bangunan rumah semipermanen ada yang roboh. Pohon banyak tumbang juga. Kami langsung kirimkan relawan lengkap dengan alat gergaji mesin untuk membantu masyarakat membersihkan pohon tumbang,” papar Budi.

Baca Juga :  Disapu Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Bangunan Sekolah di Jepara

Diperkirakan rumah yang terdampak angin puting beliung mencapai ratusan unit.

“Nilai kerugian belum bisa kami hitung karena memang banyak jumlahnya. Akan segera kami sampaikan setelah tim assessment kami selesai melaksanakan tugas di sana. Saat ini kami masih fokus membantu masyarakat merapikan puing dan pohon yang tumbang,” imbuhnya.

Lebih lanjut Budi menjelaskan pada puncak musim hujan ini, selain waspada banjir, masyarakat juga harus mewaspadai angin puting beliung. Menurut BMKG ini dampak fenomena La Nina. Selain banjir bandang, angin puting beliung harus diwaspadai.

Budi menambahkan, seharusnya dulu ada kearifan lokal masyarakat, yang saat ini bisa diterapkan kembali untuk mengurangi fatalitas bencana angin puting beliung, yakni menanam pohon bambu di batas-batas desa.

“Sifat bambu yang rimbun dan lentur membuatnya cukup kuat menahan angin. Tapi saat ini populasi tanaman bambu di batas-batas desa sudah berkurang,” pungkasnya.






Reporter: Achmad Ulil Albab

Most Read

Artikel Terbaru

/