alexametrics
30 C
Kudus
Tuesday, May 24, 2022

BP Jamsostek Cabang Kudus Salurkan Rp 691 Juta Jaminan Naker ke Nelayan

PATI – BP Jamsostek Cabang Kudus menyalurkan klaim asuransi tenaga kerja (naker) kepada 14 ahli waris nelayan di Pendapa Kabupaten Pati kemarin. Total biaya yang diberikan sebanyak Rp 691 juta.

Adapun rinciannya, untuk yang meninggal karena sakit mendapat Rp 42 juta. Kemudian yang kecelakaan kerja mendapat Rp 70 juta. Lalu, untuk anak yang ditinggal itu mendapat beasiswa sebesar Rp 75 juta.

”Jadi total yang kami proses sebanyak 14 klaim. 13 meninggal biasa (bukan kecelakaan), satunya karena kecelakaan kerja. Secara total termasuk satu anak yang mendapat beasiswa hari ini (20/1), sebanyak Rp 691 juta,” terang Kepala BP Jamsostek Cabang Kudus Multanti.


Dia menambahkan, tentunya masih ada beberapa proses masih dalam kondisi melengkapi data. Masih ada dua orang yang datanya belum lengkap.

”Kami masih komunikasi terus agar bisa tersalurkan. Kami minta ahli waris untuk melengkapi data tersebut. BP Jamsostek inginnya segera menyelesaikan hari itu juga tiap ada pengajuan,” tambahnya.

Baca Juga :  Soal Kelangkaan Pertalite di Pati, Dinas: Cuma Keterlambatan Pengiriman

Berdasarkan data yang dihimpun pihaknya, jumlah nelayan yang terdaftar sebanyak 6.000-an orang. Lanjut dia, sampai saat ini (dari 2021) yang dibantu pemda sejulah 3.371. Rencananya pihak Pemkab Pati mengusulkan kembali pada perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) nanti.

”Semua nelayan harapannya terlindungi. Jadi tidak separo-separo. Tak pilah-pilih,” lanjut Multanti.

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto mengatakan, untuk jaminan itu pihaknya yang telah membayar. Ini upaya pemerintah untuk melindungi rakyatnya. Yaitu berupa mengantisipasi resiko pekerjaan.

”Kami tidak pilih-pilih. Namanya resiko tidak pernah tahu. Kalau ada nanti yang nanggung siapa. Itu kembali ke Pemda. Jadi saya anggarkan untuk nelayan. Preminya Rp 16.800,” pungkasnya. (him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – BP Jamsostek Cabang Kudus menyalurkan klaim asuransi tenaga kerja (naker) kepada 14 ahli waris nelayan di Pendapa Kabupaten Pati kemarin. Total biaya yang diberikan sebanyak Rp 691 juta.

Adapun rinciannya, untuk yang meninggal karena sakit mendapat Rp 42 juta. Kemudian yang kecelakaan kerja mendapat Rp 70 juta. Lalu, untuk anak yang ditinggal itu mendapat beasiswa sebesar Rp 75 juta.

”Jadi total yang kami proses sebanyak 14 klaim. 13 meninggal biasa (bukan kecelakaan), satunya karena kecelakaan kerja. Secara total termasuk satu anak yang mendapat beasiswa hari ini (20/1), sebanyak Rp 691 juta,” terang Kepala BP Jamsostek Cabang Kudus Multanti.

Dia menambahkan, tentunya masih ada beberapa proses masih dalam kondisi melengkapi data. Masih ada dua orang yang datanya belum lengkap.

”Kami masih komunikasi terus agar bisa tersalurkan. Kami minta ahli waris untuk melengkapi data tersebut. BP Jamsostek inginnya segera menyelesaikan hari itu juga tiap ada pengajuan,” tambahnya.

Baca Juga :  Gegara Sepi Petugas, Satu Pasien Di IGD RSUD Pati Meninggal Dunia

Berdasarkan data yang dihimpun pihaknya, jumlah nelayan yang terdaftar sebanyak 6.000-an orang. Lanjut dia, sampai saat ini (dari 2021) yang dibantu pemda sejulah 3.371. Rencananya pihak Pemkab Pati mengusulkan kembali pada perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) nanti.

”Semua nelayan harapannya terlindungi. Jadi tidak separo-separo. Tak pilah-pilih,” lanjut Multanti.

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto mengatakan, untuk jaminan itu pihaknya yang telah membayar. Ini upaya pemerintah untuk melindungi rakyatnya. Yaitu berupa mengantisipasi resiko pekerjaan.

”Kami tidak pilih-pilih. Namanya resiko tidak pernah tahu. Kalau ada nanti yang nanggung siapa. Itu kembali ke Pemda. Jadi saya anggarkan untuk nelayan. Preminya Rp 16.800,” pungkasnya. (him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/