alexametrics
31.3 C
Kudus
Monday, May 16, 2022

Enam Kabupaten Eks Karesidenan Pati Kompak di Level 3 PPKM Semua

PATI – Enam kabupaten yang berada di wilayah eks Karesidenan Pati, yakni Pati, Kudus, Jepara, Grobogan, Blora, dan Rembang masuk di PPKM Level 3 berdasarkan Instruksi Mendagri terbaru. Instruksi yang dirilis pada 19 Oktober itu menyebutkan hanya dua kabupaten yang masuk PPKM level 1, yakni Kota Tegal dan Kota Semarang.

Berdasarkan pantauan Radar Kudus, dari enam kabupaten tersebut belum satu pun yang menerbitkan Inbup lanjutan atas Inbup Mendagri itu. Hanya, akun @humaspati di Instagram sempat menyebutkan bahwa apabila Pati masuk PPKM Level 1, maka pentas boleh digelar.

“Jika PPKM Pati di Level 1, izin pentas terbuka bakal dipertimbangkan,” begitu bunyi postingan yang diikuti dengan gambar Bupati Pati Haryanto.


Menanggapi daerahnya yang masih PPKM Level 3, salah satu warga Pati, Aji menyebutkan sebenarnya masyarakat sudah berusaha untuk terus menjaga prokes. Menurutnya, kesadaran masyarakat untuk vaksinasi juga terus membaik.

”Sekarang ini kalau ada agenda vaksinasi kan antre. Bahkan banyak yang tidak kebagian,” tuturnya.

Antusiasme masyarakat ini, kata Aji, harusnya dimanfaatkan dengan optimal oleh pemerintah. Yakni dengan menyediakan kuota vaksin sebanyak-banyaknya. Sehingga, kekebalan komunal alias herd immunity bisa segera terwujud.

Warga Grobogan, Salim, juga turut mengomentari terkait daerahnya yang masih masuk PPKM Level 3. Salim mengaku mengikuti perkembangan jumlah kasus di Grobogan dari waktu ke waktu. Saat ini, memang angka kematian sudah dua pekan lebih tak ada penambahan. Namun, kasus positif masih tetap ada dari hari ke hari.

Baca Juga :  Lagi, Polres Pati Mendapat Dua Penghargaan

“Sebenarnya tracing-nya mungkin yang kurang. Karena untuk bisa sampai Level 1 kan tracing harus lebih dari 14 orang tiap satu orang positif,” kata dia.

Sebab, lanjut Salim, protokol kesehatan yang dipraktekkan masyarakat sudah cukup baik. Menurutnya, kepatuhan masyarakat untuk selalu memakai masker dan mencuci tangan terus bisa terjaga dengan terus maraknya publikasi hal-hal terkait prokes di masyarakat.

Sementara, Takim, warga Blora menilai Blora masih ada di Level 3 karena memiliki masalah yang sama dengan daerah sekitar. Yakni, apabila setiap ada warga positif di-tracing lebih dari 14 orang, ditakutkan kasus meledak lagi. Sebab, capaian vaksin belum sesuai target.

”Mungkin itu ketakutan-ketakutan yang dialami dinas kesehatan dan pemkab atau satgas. Padahal, kalau itu dilakukan bisa berpotensi Level 1,” kata dia.

Sebab, menurutnya, kesadaran menerapkan prokes masyarakat sudah baik. Minimal, prokes yang diterapkan yakni memakai masker ke mana pun pergi.

PATI – Enam kabupaten yang berada di wilayah eks Karesidenan Pati, yakni Pati, Kudus, Jepara, Grobogan, Blora, dan Rembang masuk di PPKM Level 3 berdasarkan Instruksi Mendagri terbaru. Instruksi yang dirilis pada 19 Oktober itu menyebutkan hanya dua kabupaten yang masuk PPKM level 1, yakni Kota Tegal dan Kota Semarang.

Berdasarkan pantauan Radar Kudus, dari enam kabupaten tersebut belum satu pun yang menerbitkan Inbup lanjutan atas Inbup Mendagri itu. Hanya, akun @humaspati di Instagram sempat menyebutkan bahwa apabila Pati masuk PPKM Level 1, maka pentas boleh digelar.

“Jika PPKM Pati di Level 1, izin pentas terbuka bakal dipertimbangkan,” begitu bunyi postingan yang diikuti dengan gambar Bupati Pati Haryanto.

Menanggapi daerahnya yang masih PPKM Level 3, salah satu warga Pati, Aji menyebutkan sebenarnya masyarakat sudah berusaha untuk terus menjaga prokes. Menurutnya, kesadaran masyarakat untuk vaksinasi juga terus membaik.

”Sekarang ini kalau ada agenda vaksinasi kan antre. Bahkan banyak yang tidak kebagian,” tuturnya.

Antusiasme masyarakat ini, kata Aji, harusnya dimanfaatkan dengan optimal oleh pemerintah. Yakni dengan menyediakan kuota vaksin sebanyak-banyaknya. Sehingga, kekebalan komunal alias herd immunity bisa segera terwujud.

Warga Grobogan, Salim, juga turut mengomentari terkait daerahnya yang masih masuk PPKM Level 3. Salim mengaku mengikuti perkembangan jumlah kasus di Grobogan dari waktu ke waktu. Saat ini, memang angka kematian sudah dua pekan lebih tak ada penambahan. Namun, kasus positif masih tetap ada dari hari ke hari.

Baca Juga :  Penumpang di Terminal Kembangjoyo Pati Alami Kenaikan Hingga 70 Persen

“Sebenarnya tracing-nya mungkin yang kurang. Karena untuk bisa sampai Level 1 kan tracing harus lebih dari 14 orang tiap satu orang positif,” kata dia.

Sebab, lanjut Salim, protokol kesehatan yang dipraktekkan masyarakat sudah cukup baik. Menurutnya, kepatuhan masyarakat untuk selalu memakai masker dan mencuci tangan terus bisa terjaga dengan terus maraknya publikasi hal-hal terkait prokes di masyarakat.

Sementara, Takim, warga Blora menilai Blora masih ada di Level 3 karena memiliki masalah yang sama dengan daerah sekitar. Yakni, apabila setiap ada warga positif di-tracing lebih dari 14 orang, ditakutkan kasus meledak lagi. Sebab, capaian vaksin belum sesuai target.

”Mungkin itu ketakutan-ketakutan yang dialami dinas kesehatan dan pemkab atau satgas. Padahal, kalau itu dilakukan bisa berpotensi Level 1,” kata dia.

Sebab, menurutnya, kesadaran menerapkan prokes masyarakat sudah baik. Minimal, prokes yang diterapkan yakni memakai masker ke mana pun pergi.

Most Read

Artikel Terbaru

/