alexametrics
25.6 C
Kudus
Saturday, May 28, 2022

Lokalisasi LI Tamat Penutupan Ditandai Dipimpin Bupati Pati

PATI, Radar Kudus – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pati menutup lokalisasi Lorok Indah atau Lorong Indah (LI) di Desa/Kecamatan Margorejo. Penutupan itu, dilakukan dengan humanis ditandai dengan pemasangan baner bertuliskan ”HIMBAUAN (Penutupan Tempat Prostitusi)” di salah satu bangunan. Kegiatan ini dipimpin Bupati Pati Haryanto.

Puluhan personel gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol PP mengamankan aksi penutupan tersebut. Pemasangan pengumuman penutupan lokalisasi ini, mulai dari kawasan parkir hingga rumah-rumah yang biasa digunakan untuk kegiatan prostitusi.

Bupati Pati Haryanto mengungkapkan, penutupan ini sudah menjadi komitmen bersama. Kawasan prostitusi itu, tidak dibenarkan keberadannya. Apalagi, kawasan LI ini lahan pertanian berkelanjutan. Harus dikembalikan fungsinya. Di samping itu, memang melanggar nilai-nilai agama dan kesusilaan.


”Ini (keberadaan LI, Red) melanggar Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang menetapkan kawasan ini sebagai lahan pertanian. Selain itu, dari sisi norma agama, kebudayaan, dan lain-lain itu tidak benar. Kami datang ke sini (lokalisasi LI, Red) untuk memastikan bahwa tidak ada yang beraktivitas,” katanya.

Baca Juga :  Suguhkan Motif Klasik, Festival Batik Bakaran di Pati Digelar Virtual

Bupati berharap, dengan adanya penutupan ini, baik warga Pati maupun luar daerah agar tidak kembali. ”Sudah kami tutup. Jadi, jangan ada lagi yang datang ke sini,” tegas bupati yang didampingi Kapolres AKBP Cristian Tobing serta Dandim 0718/Pati Letkol Czi Adi Ilham Zamani.

Aksi penutupan ini, juga diikuti dengan langkah-langkah taktis pemerintah. Mulai dari pemutusan aliran listrik hingga menempatkan petugas untuk berjaga di sekitar lokasi prostitusi tersebut. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi, baik penghuni yang beroperasi maupun pengunjung yang nekat masuk ke tempat yang berlokasi di tengah-tengah lahan persawahan itu.

Bupati tak main-main dalam menutup lokalisasi ini. Jika upaya humanis ini tidak diindahkan, pihaknya tak segan bertindak tegas. (aua/lin)






Reporter: Achmad Ulil Albab

PATI, Radar Kudus – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pati menutup lokalisasi Lorok Indah atau Lorong Indah (LI) di Desa/Kecamatan Margorejo. Penutupan itu, dilakukan dengan humanis ditandai dengan pemasangan baner bertuliskan ”HIMBAUAN (Penutupan Tempat Prostitusi)” di salah satu bangunan. Kegiatan ini dipimpin Bupati Pati Haryanto.

Puluhan personel gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol PP mengamankan aksi penutupan tersebut. Pemasangan pengumuman penutupan lokalisasi ini, mulai dari kawasan parkir hingga rumah-rumah yang biasa digunakan untuk kegiatan prostitusi.

Bupati Pati Haryanto mengungkapkan, penutupan ini sudah menjadi komitmen bersama. Kawasan prostitusi itu, tidak dibenarkan keberadannya. Apalagi, kawasan LI ini lahan pertanian berkelanjutan. Harus dikembalikan fungsinya. Di samping itu, memang melanggar nilai-nilai agama dan kesusilaan.

”Ini (keberadaan LI, Red) melanggar Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang menetapkan kawasan ini sebagai lahan pertanian. Selain itu, dari sisi norma agama, kebudayaan, dan lain-lain itu tidak benar. Kami datang ke sini (lokalisasi LI, Red) untuk memastikan bahwa tidak ada yang beraktivitas,” katanya.

Baca Juga :  Segera Dibongkar, Penghuni Eks Lokalisasi LI Diberi Surat Terakhir

Bupati berharap, dengan adanya penutupan ini, baik warga Pati maupun luar daerah agar tidak kembali. ”Sudah kami tutup. Jadi, jangan ada lagi yang datang ke sini,” tegas bupati yang didampingi Kapolres AKBP Cristian Tobing serta Dandim 0718/Pati Letkol Czi Adi Ilham Zamani.

Aksi penutupan ini, juga diikuti dengan langkah-langkah taktis pemerintah. Mulai dari pemutusan aliran listrik hingga menempatkan petugas untuk berjaga di sekitar lokasi prostitusi tersebut. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi, baik penghuni yang beroperasi maupun pengunjung yang nekat masuk ke tempat yang berlokasi di tengah-tengah lahan persawahan itu.

Bupati tak main-main dalam menutup lokalisasi ini. Jika upaya humanis ini tidak diindahkan, pihaknya tak segan bertindak tegas. (aua/lin)






Reporter: Achmad Ulil Albab

Most Read

Artikel Terbaru

/