alexametrics
30.3 C
Kudus
Friday, July 22, 2022

Sidang Kasus Pembunuhan di Juwana Pati Digelar, Jaksa Hadirkan 17 Saksi

PATI – Kasus persidangan tersangka pembunuhan Rudy berlanjut di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Pati. Rencananya 17 saksi akan dipanggil. Tiap persidangan dihadirkan lima saksi.

Kemarin (18/7) kasus pembunuhan itu disidangkan di PN Pati. Nomor registernya perkara no. 92/Pid.B/2022/ PN Pti. Agendanya pemeriksaan saksi saksi dari penuntut umum.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dwi Ciptotunggal mengatakan, saat ini pihaknya tengah menyidangkan pemeriksaan saksi-saksi. Setidaknya ada 17 saksi yang akan dipanggil.


”Jadi ada 17-an saksi yang kami panggil dari pihak keluarga korban. Nanti kami datangkan saksi kunci. Tapi masih rahasia ini,” imbuhnya.

Rudy ini terancam pasal berlapis. Yakni, Pasal 340 KUHP, 338, 353, dan 351. “Pasal yang dijeratkan nanti tergantung dari fakta persidangan. Jadi nanti pasal mana yang akan digunakan,” terangnya.

Di samping itu, Penasehat Hukum Rudy, Esera Gulo saat di tengah persidangan menanyakan beberapa keterangan kepada saksi-saksi yang dipanggil. Salah satunya kepada Kepala Desa Karangrejo Yunita. ”Apakah saksi yang melaporkan kejadian itu kepada polisi? Apa saksi kenal/tahu Rudy tersangkanya saat melaporkan?,” tanya penasehat hukum kepada Kades itu.

Baca Juga :  Gelar Jaksa Menyapa, Kejari Pati Tekankan Pentingnya Restorative Justice

Kades Karangrejo Yunita menjawab, benar dirinya yang melaporkan kepada polisi setelah kejadian. Dan dirinya tak kenal dengan tersangka.

”Saya lapor ke Polsek Juwana setelah kejadian 26 Maret 2020. Waktu itu sekira pukul 04.00. Saya tak mengenal Rudy. Baru tahu setelah ada pemberitahuan pada tahun ini. Jadi tahunya Rudy jadi tersangka baru tahun ini. Sebelumnya juga tak kenal. Katanya warga yang di TKP pembunuhan ada beberapa pelaku,” katanya.

Setelah itu, Lutfi teman Edi (korban) juga datang sebagai saksi. Dia memberikan keterangan, saat itu dirinya melihat temannya tewas di Juwana. Dia melihat barang bukti (BB) di tempat kejadian perkara (TKP).

”Motornya benar vixion. Tapi kalau senjata tajam saya tak tahu saat di TKP (karena malam hari). Benar handphone (HP) merah muda yang merupakan BB itu milik korban. Kalau HP yang hitam tak tahu,” pungkasnya. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Kasus persidangan tersangka pembunuhan Rudy berlanjut di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Pati. Rencananya 17 saksi akan dipanggil. Tiap persidangan dihadirkan lima saksi.

Kemarin (18/7) kasus pembunuhan itu disidangkan di PN Pati. Nomor registernya perkara no. 92/Pid.B/2022/ PN Pti. Agendanya pemeriksaan saksi saksi dari penuntut umum.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dwi Ciptotunggal mengatakan, saat ini pihaknya tengah menyidangkan pemeriksaan saksi-saksi. Setidaknya ada 17 saksi yang akan dipanggil.

”Jadi ada 17-an saksi yang kami panggil dari pihak keluarga korban. Nanti kami datangkan saksi kunci. Tapi masih rahasia ini,” imbuhnya.

Rudy ini terancam pasal berlapis. Yakni, Pasal 340 KUHP, 338, 353, dan 351. “Pasal yang dijeratkan nanti tergantung dari fakta persidangan. Jadi nanti pasal mana yang akan digunakan,” terangnya.

Di samping itu, Penasehat Hukum Rudy, Esera Gulo saat di tengah persidangan menanyakan beberapa keterangan kepada saksi-saksi yang dipanggil. Salah satunya kepada Kepala Desa Karangrejo Yunita. ”Apakah saksi yang melaporkan kejadian itu kepada polisi? Apa saksi kenal/tahu Rudy tersangkanya saat melaporkan?,” tanya penasehat hukum kepada Kades itu.

Baca Juga :  Kronologi Tenggelamnya Siswa SMK asal Cirebon saat Magang di Kapal Juwana

Kades Karangrejo Yunita menjawab, benar dirinya yang melaporkan kepada polisi setelah kejadian. Dan dirinya tak kenal dengan tersangka.

”Saya lapor ke Polsek Juwana setelah kejadian 26 Maret 2020. Waktu itu sekira pukul 04.00. Saya tak mengenal Rudy. Baru tahu setelah ada pemberitahuan pada tahun ini. Jadi tahunya Rudy jadi tersangka baru tahun ini. Sebelumnya juga tak kenal. Katanya warga yang di TKP pembunuhan ada beberapa pelaku,” katanya.

Setelah itu, Lutfi teman Edi (korban) juga datang sebagai saksi. Dia memberikan keterangan, saat itu dirinya melihat temannya tewas di Juwana. Dia melihat barang bukti (BB) di tempat kejadian perkara (TKP).

”Motornya benar vixion. Tapi kalau senjata tajam saya tak tahu saat di TKP (karena malam hari). Benar handphone (HP) merah muda yang merupakan BB itu milik korban. Kalau HP yang hitam tak tahu,” pungkasnya. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/