alexametrics
30.3 C
Kudus
Friday, July 22, 2022

APBD Pati 2023 Diprediksi Defisit hingga Rp 32,5 Milar

PATI – Rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (RAPBD) Kabupaten Pati tahun anggaran (TA) 2023 diprediksikan defisit Rp 32,5 miliar. Angka itu berdasarkan hitungan pendapatan daerah dan belanja daerah.

Proyeksi belanja daerah Pati sebesar Rp Rp 2,581 triliun. Sedangkan pendapatan daerah berkisar Rp 2,548 triliun. Sehingga RAPBD TA 2023 mengalami defisit.

DPRD Kabupaten Pati bersama Pemkab Pati menggodok APBD TA 2023 di Ruang Badan Anggaran (Banggar) DPRD setempat kemarin. Bupati Pati Haryanto menyampaikan penyampaian RAPBD Pati tersebut.


Dia mengatakan RAPBD TA 2023 sebesar Rp 2,581 triliun. Itu disusun berdasarkan rencana kerja TA 2023. Selain itu, harus sesuai prioritas pembangunan daerah pada rencana pembangunan daerah tahun 2022-2026 .

”Jadi pendapatan daerah jumlahnya 2,548 triliun. Kemudian jumlah belanja daerah Rp 2,581 triliun. Lalu defisitnya Rp 32,5 M,” katanya.

Baca Juga :  Kirab Pesonas di Pati telah Usai, Kini Berlanjut ke Jepara

Rencana RAPBD tersebut untuk mendukung target prioritas pembangunan nasional dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng di 2023.

”Untuk mencapai target belanja, langkah statregis yaitu pemulihan ekonomi masyarakat. Ini melalui optimalisasi pemasaran,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Pati Ali Badruddin menuturkan, Rp 32,5 miliar ini asumsi defisit antara pendapatan dan belanja untuk 2023. Artinya, pendapatan ini kurang dari yang direncanakan. Untuk menutup kekurangan tersebut, Ali menjelaskan, biasanya ditutup dengan SILPA.

”Hasil itu setelah disampaikan di Banggar, baik LKPJ 2021 maupun Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS). Terkait dengan LKPJ bupati harus menyampaikan di Rapat Paripurna. Ini nanti ditindaklanjuti di setiap komisi masing-masing. Tujuannya, untuk dikonsultasikan memanggil OPD terkait tahun anggaran 2023,” tuturnya. (adr)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (RAPBD) Kabupaten Pati tahun anggaran (TA) 2023 diprediksikan defisit Rp 32,5 miliar. Angka itu berdasarkan hitungan pendapatan daerah dan belanja daerah.

Proyeksi belanja daerah Pati sebesar Rp Rp 2,581 triliun. Sedangkan pendapatan daerah berkisar Rp 2,548 triliun. Sehingga RAPBD TA 2023 mengalami defisit.

DPRD Kabupaten Pati bersama Pemkab Pati menggodok APBD TA 2023 di Ruang Badan Anggaran (Banggar) DPRD setempat kemarin. Bupati Pati Haryanto menyampaikan penyampaian RAPBD Pati tersebut.

Dia mengatakan RAPBD TA 2023 sebesar Rp 2,581 triliun. Itu disusun berdasarkan rencana kerja TA 2023. Selain itu, harus sesuai prioritas pembangunan daerah pada rencana pembangunan daerah tahun 2022-2026 .

”Jadi pendapatan daerah jumlahnya 2,548 triliun. Kemudian jumlah belanja daerah Rp 2,581 triliun. Lalu defisitnya Rp 32,5 M,” katanya.

Baca Juga :  Garudafood Pati Bantu Vaksinasi Pelajar, Dukung PTM 100 Persen

Rencana RAPBD tersebut untuk mendukung target prioritas pembangunan nasional dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng di 2023.

”Untuk mencapai target belanja, langkah statregis yaitu pemulihan ekonomi masyarakat. Ini melalui optimalisasi pemasaran,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Pati Ali Badruddin menuturkan, Rp 32,5 miliar ini asumsi defisit antara pendapatan dan belanja untuk 2023. Artinya, pendapatan ini kurang dari yang direncanakan. Untuk menutup kekurangan tersebut, Ali menjelaskan, biasanya ditutup dengan SILPA.

”Hasil itu setelah disampaikan di Banggar, baik LKPJ 2021 maupun Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS). Terkait dengan LKPJ bupati harus menyampaikan di Rapat Paripurna. Ini nanti ditindaklanjuti di setiap komisi masing-masing. Tujuannya, untuk dikonsultasikan memanggil OPD terkait tahun anggaran 2023,” tuturnya. (adr)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/