alexametrics
32.1 C
Kudus
Sunday, May 15, 2022

Tingkatkan Kesejahteraan Petambak Garam, DKP Pati Gelar Sosialisasi PUGAR

PATI – Kegiatan sosialisasi daerah Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (Pugar) digelar Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati siang kemarin. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pelaku usaha garam di Kota Mina Tani. Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (Pugar) merupakan program pemberdayaan yang difokuskan pada peningkatan kesejahteraan bagi petambak garam, serta peningkatan produksi dan kualitas produk garam.

Kepala DKP Kabupaten Pati Edy Martanto menjelaskan, kegiatan ini menjadi semacam bekal di awal musim garam bagi para petambak. Dengan memberikan informasi-informasi seputar pergaraman tahun ini.

“Melalui forum ini para petambak garam kami beri informasi seluas-luasnya tentang pergaraman. Dengan mengundang narasumber dari berbagai pihak seperti BMKG, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan koperasi garam. Intinya agar usaha garam tahun ini berhasil dimana outputnya nanti untuk meningkatkan kesejahteraan petani garam di Kabupaten Pati, termasuk target-target produksinya,” jelas Edy Martanto.


Sementara itu narasumber dari Bidang Pemanfaatan Air Laut dan Biofarmakologi Kementerian Kelautan dan Perikanan menjelaskan, M Zaki Mahazin mengungkapkan, dalam kegiatan sosialisasi daerah Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR) ini diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan para petambak garam di daerah sentra-sentra penghasil garam.

Baca Juga :  Panic Buying Jadi penyebab Minyak Goreng di Toko Modern Selalu Kosong

“Yang ditekankan dalam kegiatan ini adalah bagaimana kita tahun bisa berproduksi dengan teknik dan metode melihat kondisi curah hujan yang ada,” kata Zaki.

Selain itu dalam sosialisasi ini menjadi ajang transfer knowledge kepada petambak garam dengan berbagai program untuk meningkatkan usaha mereka. Antara lain seperti integrasi lahan, dimana lahan garam rakyat digabungkan menjadi satu

“Hal ini bertujuan agar lebih efisien biaya produksinya sekaligus menjadikan kualitas garam lebih baik lagi,” paparnya.

“Selain itu ada revitalisasi gudang garam rakyat yang menjadi prasyarat pasca produksi. Sekaligus kami memaparkan terkait Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2016 tentang pemberdayaan dan perlindungan tambak garam agar kita implementasikan ke daerah sentra garam termasuk di Kabupaten Pati ini,” pungkasnya. (aua/him)

PATI – Kegiatan sosialisasi daerah Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (Pugar) digelar Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati siang kemarin. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pelaku usaha garam di Kota Mina Tani. Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (Pugar) merupakan program pemberdayaan yang difokuskan pada peningkatan kesejahteraan bagi petambak garam, serta peningkatan produksi dan kualitas produk garam.

Kepala DKP Kabupaten Pati Edy Martanto menjelaskan, kegiatan ini menjadi semacam bekal di awal musim garam bagi para petambak. Dengan memberikan informasi-informasi seputar pergaraman tahun ini.

“Melalui forum ini para petambak garam kami beri informasi seluas-luasnya tentang pergaraman. Dengan mengundang narasumber dari berbagai pihak seperti BMKG, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan koperasi garam. Intinya agar usaha garam tahun ini berhasil dimana outputnya nanti untuk meningkatkan kesejahteraan petani garam di Kabupaten Pati, termasuk target-target produksinya,” jelas Edy Martanto.

Sementara itu narasumber dari Bidang Pemanfaatan Air Laut dan Biofarmakologi Kementerian Kelautan dan Perikanan menjelaskan, M Zaki Mahazin mengungkapkan, dalam kegiatan sosialisasi daerah Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR) ini diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan para petambak garam di daerah sentra-sentra penghasil garam.

Baca Juga :  Di Pati, Masih Ada 28 Ribuan Unit Rumah Tak Layak Huni

“Yang ditekankan dalam kegiatan ini adalah bagaimana kita tahun bisa berproduksi dengan teknik dan metode melihat kondisi curah hujan yang ada,” kata Zaki.

Selain itu dalam sosialisasi ini menjadi ajang transfer knowledge kepada petambak garam dengan berbagai program untuk meningkatkan usaha mereka. Antara lain seperti integrasi lahan, dimana lahan garam rakyat digabungkan menjadi satu

“Hal ini bertujuan agar lebih efisien biaya produksinya sekaligus menjadikan kualitas garam lebih baik lagi,” paparnya.

“Selain itu ada revitalisasi gudang garam rakyat yang menjadi prasyarat pasca produksi. Sekaligus kami memaparkan terkait Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2016 tentang pemberdayaan dan perlindungan tambak garam agar kita implementasikan ke daerah sentra garam termasuk di Kabupaten Pati ini,” pungkasnya. (aua/him)

Most Read

Artikel Terbaru

/