alexametrics
24.6 C
Kudus
Tuesday, July 5, 2022

Alun-Alun Kembangjoyo Becek saat Diresmikan, Bupati Pati Sentil Kontraktor

PATI – Bupati Haryanto meresmikan Alun-alun Kembangjoyo Pati, pada Sabtu (19/2). Bupati menegaskan kontraktor proyek masih bertanggung jawab atas pembenahan bagian-bagian yang dinilai masih kurang. Salah satunya area yang becek dan menggenang.

Seperti diketahui, fasilitas ruang terbuka ini dibangun oleh pemerintah daerah untuk mengakomodasi para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di tempat-tempat yang kini ditetapkan sebagi zona merah bagi mereka. Zona merah bagi PKL itu antara lain di sekitar Alun-alun Simpang Lima Pati, depan kantor bupati.

Sebelumnya, para PKL sempat direlokasi ke Pusat Kuliner Pati, sebelah barat GOR Pesantenan. Namun, para pedagang mengeluh karena tempat relokasi tersebut dianggap kurang strategis. Akhirnya, pada 2021 lalu Pemkab Pati membangun Alun-Alun Kembangjoyo. Pengundian lapak untuk para pedagang juga telah dilakukan pada Januari 2022 lalu.


Sebagian lapak di alun-alun yang berada di Jalan Kembangjoyo, Kalidoro, ini sekarang sudah mulai diisi oleh para pedagang.

Namun, masih terdapat kekurangan yang membuat proyek ini masih terlihat compang-camping. Terutama masalah drainase. Masalah kekurangan Alun-Alun Kembangjoyo ini dirasakan betul oleh masyarakat.

Mereka mengeluhkan buruknya sistem drainase. Setelah hujan, genangan air muncul di banyak titik. Jalanan paving blok jadi becek.

Pada saat acara Tasyakuran Peresmian Alun-Alun Kembangjoyo yang dihadiri Bupati Pati Haryanto dan Forkopimda, kondisi jalanan juga terlihat becek. Banyak genangan air.

BECEK: Terlihat kondisi Alun-alun Kembangjoyo yang tergenang air saat diresmikan oleh Bupati Haryanto, Sabtu (19/2). (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

Raditya Syaiful, 28, seorang pengunjung, memberi masukan agar ada perbaikan sistem drainase di Alun-Alun Kembangjoyo.

Baca Juga :  Pati Bersiap PTM Seluruh Sekolah pada Januari 2022

“Masukannya, mungkin sistem saluran air perlu diperiksa lagi supaya tidak menggenang airnya di paving-paving. Kelihatannya hal ringan tapi tidak bisa dianggap sepele. Cukup mengurangi kenyamanan,” kata warga Randukuning ini.

Sumarmi, pedagang nasi, juga mengeluhkan mengenai sistem drainase yang kurang baik.

“Tempatnya bagus. Strategis. Saya sudah sepekan jualan di sini, lumayan ramai pembeli. tapi sayangnya tidak ada selokan,” kata warga Desa Gabus ini.

Menanggapi hal ini, Bupati Pati Haryanto mengatakan dalam kurun enam bulan setelah pembangunan selesai, pembenahan masih merupakan tanggung jawab kontraktor rekanan.

“Karena enam bulan ini masih tanggung jawab rekanan, makanya para pedagang saya minta segera menempati. Supaya ketahuan kalau ada fasilitas yang tidak pas atau rusak karena faktor alam. Tetap nanti rekanan saya suruh benahi,” kata dia.

Ia menegaskan, pembenahan paving yang becek juga termasuk tanggung jawab rekanan.

“Dulu pemadatan kurang, karena belum dilewati. Ini juga masih musim hujan. Tapi nanti itu mudah saja pembenahannya. Tinggal dikeraskan, diambil pavingnya, ditata kembali. Kepala DPUTR (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) sudah saya perintahkan untuk segera berkoordinasi dengan rekanan,” jelas Haryanto.

Jika ada kekurangan fasilitas penunjang lain, lanjut dia, pemerintah daerah akan melengkapinya secara bertahap.

“Saat ini baru bisa semacam ini, diterima. Nanti dibenahi dalam perjalanan. Yang kewenangan pemerintah, akan kami penuhi. Sekalipun tidak semuanya, fasilitas akan kita benahi bertahap,” pungkasnya. (aua/war)






Reporter: Achmad Ulil Albab

PATI – Bupati Haryanto meresmikan Alun-alun Kembangjoyo Pati, pada Sabtu (19/2). Bupati menegaskan kontraktor proyek masih bertanggung jawab atas pembenahan bagian-bagian yang dinilai masih kurang. Salah satunya area yang becek dan menggenang.

Seperti diketahui, fasilitas ruang terbuka ini dibangun oleh pemerintah daerah untuk mengakomodasi para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di tempat-tempat yang kini ditetapkan sebagi zona merah bagi mereka. Zona merah bagi PKL itu antara lain di sekitar Alun-alun Simpang Lima Pati, depan kantor bupati.

Sebelumnya, para PKL sempat direlokasi ke Pusat Kuliner Pati, sebelah barat GOR Pesantenan. Namun, para pedagang mengeluh karena tempat relokasi tersebut dianggap kurang strategis. Akhirnya, pada 2021 lalu Pemkab Pati membangun Alun-Alun Kembangjoyo. Pengundian lapak untuk para pedagang juga telah dilakukan pada Januari 2022 lalu.

Sebagian lapak di alun-alun yang berada di Jalan Kembangjoyo, Kalidoro, ini sekarang sudah mulai diisi oleh para pedagang.

Namun, masih terdapat kekurangan yang membuat proyek ini masih terlihat compang-camping. Terutama masalah drainase. Masalah kekurangan Alun-Alun Kembangjoyo ini dirasakan betul oleh masyarakat.

Mereka mengeluhkan buruknya sistem drainase. Setelah hujan, genangan air muncul di banyak titik. Jalanan paving blok jadi becek.

Pada saat acara Tasyakuran Peresmian Alun-Alun Kembangjoyo yang dihadiri Bupati Pati Haryanto dan Forkopimda, kondisi jalanan juga terlihat becek. Banyak genangan air.

BECEK: Terlihat kondisi Alun-alun Kembangjoyo yang tergenang air saat diresmikan oleh Bupati Haryanto, Sabtu (19/2). (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

Raditya Syaiful, 28, seorang pengunjung, memberi masukan agar ada perbaikan sistem drainase di Alun-Alun Kembangjoyo.

Baca Juga :  Politikus Kawakan Siti Asiyah Bakal Gantikan Almarhum Noto Subiyanto di DPRD Pati

“Masukannya, mungkin sistem saluran air perlu diperiksa lagi supaya tidak menggenang airnya di paving-paving. Kelihatannya hal ringan tapi tidak bisa dianggap sepele. Cukup mengurangi kenyamanan,” kata warga Randukuning ini.

Sumarmi, pedagang nasi, juga mengeluhkan mengenai sistem drainase yang kurang baik.

“Tempatnya bagus. Strategis. Saya sudah sepekan jualan di sini, lumayan ramai pembeli. tapi sayangnya tidak ada selokan,” kata warga Desa Gabus ini.

Menanggapi hal ini, Bupati Pati Haryanto mengatakan dalam kurun enam bulan setelah pembangunan selesai, pembenahan masih merupakan tanggung jawab kontraktor rekanan.

“Karena enam bulan ini masih tanggung jawab rekanan, makanya para pedagang saya minta segera menempati. Supaya ketahuan kalau ada fasilitas yang tidak pas atau rusak karena faktor alam. Tetap nanti rekanan saya suruh benahi,” kata dia.

Ia menegaskan, pembenahan paving yang becek juga termasuk tanggung jawab rekanan.

“Dulu pemadatan kurang, karena belum dilewati. Ini juga masih musim hujan. Tapi nanti itu mudah saja pembenahannya. Tinggal dikeraskan, diambil pavingnya, ditata kembali. Kepala DPUTR (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) sudah saya perintahkan untuk segera berkoordinasi dengan rekanan,” jelas Haryanto.

Jika ada kekurangan fasilitas penunjang lain, lanjut dia, pemerintah daerah akan melengkapinya secara bertahap.

“Saat ini baru bisa semacam ini, diterima. Nanti dibenahi dalam perjalanan. Yang kewenangan pemerintah, akan kami penuhi. Sekalipun tidak semuanya, fasilitas akan kita benahi bertahap,” pungkasnya. (aua/war)






Reporter: Achmad Ulil Albab

Most Read

Artikel Terbaru

/