27.2 C
Kudus
Tuesday, February 7, 2023

Penyebab Proyek Tambat Kapal di Juwana Pati Tak Digarap, Ternyata…

PATI – Ketua DPRD Kabupaten Pati Ali Badrudin mendorong proyek pembangunan tambat kapal di muara Sungai Juwana cepat tuntas. Tambat kapal dinilai sangat vital sebagai kawasan terpadu perikanan di wilayah Juwana dan sekitarnya. Selain itu adanya tambat kapal bakal membuat Sungai Juwana tidak padat oleh kapal-kapal ikan yang terparkir di kanan-kiri sungai tersebut.

“Tentunya kami meminta agar tambat kapal bisa diselesaikan dan tuntas. Sehingga dapat difungsikan dengan baik. Tahun ini memang tidak ada anggarannya sehingga tidak dapat dilanjutkan pembangunannya,” jelas Ali Badrudin.

Selain memiliki fungsi ekonomi yang strategis, kehadiran tambat kapal ini bakal mengurangi dampak banjir di wilayah Kabupaten Pati. Hal ini dikarenakan banyaknya kapal parkir yang menumpuk membuat membuat aliran air menuju muara menjadi terhambat.


“Karena parkirnya numpuk air jadi tidak lancar mengalir ke muara. Sehingga ini juga menyumbang sebagai penyebab banjir di wilayah Pati. Kalau bisa tuntas kan kapal bisa parkir di area khusus. Sehingga tidak memenuhi sungai,” imbuhnya.

Baca Juga :  Manjakan Warganya, Polres Pati Bangun Gedung No Ribet

Untuk diketahui proyek tambat kapal di muara Sungai Juwana ini digadang-gadang bakal menjadi kawasan industri perikanan. Pembangunan tambat kapal dan kawasan industri perikanan di Juwana sangat penting, sebab daerah ini menjadi sentranya kegiatan ekonomi khususnya di sektor perikanan.

Adanya tambat kapal menjadi sarana dan prasarana penting di kawasan pelabuhan perikanan Juwana. Sebab selama ini salah satu problem yang terjadi adalah penumpukan parkir kapal di sepanjang alur sungai.

Data yang dihimpun dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pati, saat ini jika dibandingkan dengan masterplannya, tambat kapal baru mencapai 65 persen. Karena tidak ada anggaran, tahun 2023 ini tidak ada lanjutan pembangunannya. (aua/him)






Reporter: Achmad Ulil Albab

PATI – Ketua DPRD Kabupaten Pati Ali Badrudin mendorong proyek pembangunan tambat kapal di muara Sungai Juwana cepat tuntas. Tambat kapal dinilai sangat vital sebagai kawasan terpadu perikanan di wilayah Juwana dan sekitarnya. Selain itu adanya tambat kapal bakal membuat Sungai Juwana tidak padat oleh kapal-kapal ikan yang terparkir di kanan-kiri sungai tersebut.

“Tentunya kami meminta agar tambat kapal bisa diselesaikan dan tuntas. Sehingga dapat difungsikan dengan baik. Tahun ini memang tidak ada anggarannya sehingga tidak dapat dilanjutkan pembangunannya,” jelas Ali Badrudin.

Selain memiliki fungsi ekonomi yang strategis, kehadiran tambat kapal ini bakal mengurangi dampak banjir di wilayah Kabupaten Pati. Hal ini dikarenakan banyaknya kapal parkir yang menumpuk membuat membuat aliran air menuju muara menjadi terhambat.

“Karena parkirnya numpuk air jadi tidak lancar mengalir ke muara. Sehingga ini juga menyumbang sebagai penyebab banjir di wilayah Pati. Kalau bisa tuntas kan kapal bisa parkir di area khusus. Sehingga tidak memenuhi sungai,” imbuhnya.

Baca Juga :  Klik Pasopati, Polisi Mendatangimu

Untuk diketahui proyek tambat kapal di muara Sungai Juwana ini digadang-gadang bakal menjadi kawasan industri perikanan. Pembangunan tambat kapal dan kawasan industri perikanan di Juwana sangat penting, sebab daerah ini menjadi sentranya kegiatan ekonomi khususnya di sektor perikanan.

Adanya tambat kapal menjadi sarana dan prasarana penting di kawasan pelabuhan perikanan Juwana. Sebab selama ini salah satu problem yang terjadi adalah penumpukan parkir kapal di sepanjang alur sungai.

Data yang dihimpun dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pati, saat ini jika dibandingkan dengan masterplannya, tambat kapal baru mencapai 65 persen. Karena tidak ada anggaran, tahun 2023 ini tidak ada lanjutan pembangunannya. (aua/him)






Reporter: Achmad Ulil Albab

Most Read

Artikel Terbaru