alexametrics
25.3 C
Kudus
Saturday, May 21, 2022

Ratusan Rumah di Pati Terendam, Ketinggian Air Capai 80 Cm

PATI – Banjir merendam ratusan rumah di Pati sejak kemarin malam (18/11) hingga siang kemarin di Desa Srikaton. Tinggi curah hujan semalam memicu air sungai meluap.

Hujan mulai turun 17.30 pada Rabu (18/11) sampai hampir tengah malam. Pukul 21.30 genangan air mulai meninggi dan membuat banjir wilayah tersebut. Mulanya, banjir hanya seukuran mata kaki orang dewasa. Tapi sekitar pukul 22.20, kondisi air semakin meningga hingga mencapai sepaha orang dewasa atau sekitar 80 sentimeter.

”Semalam sampai tinggi hampir semester. Saat ini tengah berangsur surut. Sekarang paling tinggi sekitar 40 sentimeter. Tapi banjir masih menggenangi rumah-rumah warga,” terang Ahmad Mutohar, salah seorang warga Desa Srikaton.


Menurutnya, banjir tersebut lantaran ada kiriman dari wilayah Pegunungan Kendeng. Kali pertama yang terdampak banjir adalah Desa Slungkep. Kemudian meluber hingga menggenangi Desa Srikaton.

Baca Juga :  Diduga Ada Kecurangan, DPRD Pati Didesak Bentuk Pansus Perangkat Desa

Banjir itu diperparah dengan sungai Kesinan yang meluber. Kemudian, luapan air itu mengarah ke perkampungan hingga menjebol talut pembatas desa. ”Talut jebol sekitar 10 meter. Saat ini (kemarin siang, Red) sebagian permukiman juga masih tergenang. Tapi tidak separah tadi malam,” jelasnya.

Menurutnya, banjir kali ini cukup parah. Sebab, saat ini baru memasuki musim hujan, tetapi ketinggian air di rumah sudah hampir satu meter. ”Biasanya, kalau awal musim hujan seperti ini memang banjir. Tapi hanya sampai di atas mata kaki. Tahun ini pertama banjir sudah hampir satu meter ketinggiannya,” imbuhnya. (lin)






Reporter: Achmad Ulil Albab

PATI – Banjir merendam ratusan rumah di Pati sejak kemarin malam (18/11) hingga siang kemarin di Desa Srikaton. Tinggi curah hujan semalam memicu air sungai meluap.

Hujan mulai turun 17.30 pada Rabu (18/11) sampai hampir tengah malam. Pukul 21.30 genangan air mulai meninggi dan membuat banjir wilayah tersebut. Mulanya, banjir hanya seukuran mata kaki orang dewasa. Tapi sekitar pukul 22.20, kondisi air semakin meningga hingga mencapai sepaha orang dewasa atau sekitar 80 sentimeter.

”Semalam sampai tinggi hampir semester. Saat ini tengah berangsur surut. Sekarang paling tinggi sekitar 40 sentimeter. Tapi banjir masih menggenangi rumah-rumah warga,” terang Ahmad Mutohar, salah seorang warga Desa Srikaton.

Menurutnya, banjir tersebut lantaran ada kiriman dari wilayah Pegunungan Kendeng. Kali pertama yang terdampak banjir adalah Desa Slungkep. Kemudian meluber hingga menggenangi Desa Srikaton.

Baca Juga :  Enam Kecamatan di Pati Dikepung Banjir, Ini Daftar Desa Yang Terendam

Banjir itu diperparah dengan sungai Kesinan yang meluber. Kemudian, luapan air itu mengarah ke perkampungan hingga menjebol talut pembatas desa. ”Talut jebol sekitar 10 meter. Saat ini (kemarin siang, Red) sebagian permukiman juga masih tergenang. Tapi tidak separah tadi malam,” jelasnya.

Menurutnya, banjir kali ini cukup parah. Sebab, saat ini baru memasuki musim hujan, tetapi ketinggian air di rumah sudah hampir satu meter. ”Biasanya, kalau awal musim hujan seperti ini memang banjir. Tapi hanya sampai di atas mata kaki. Tahun ini pertama banjir sudah hampir satu meter ketinggiannya,” imbuhnya. (lin)






Reporter: Achmad Ulil Albab

Most Read

Artikel Terbaru

/