alexametrics
27.4 C
Kudus
Sunday, May 22, 2022

PAD Sektor Wisata Pati Drop hingga 50 Persen

PATI – Pendapatan asli daerah (PAD) pada Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati mengalami penurunan. Sebabnya, karena imbas dari pandemi covid-19.

Pihak Dinporapar Kabupaten Pati pun menurunkan target PAD-nya. Target awalnya mencapai Rp 450 juta. Namun, saat ini Dinporapar hanya menargetkan 200 juta atau separo dari sebelumnya. Angka 200 itu sendiri merupakan hasil perubahan tahun yang saat ini tengah diproses.

Di masa pagebluk ini, sejumlah tempat wisata mengalami penutupan sehingga banyak yang tidak memberikan kontribusi pada PAD Kabupaten Pati. ”Sedangkan sampai sejauh ini angka realisasi sendiri telah mencapai Rp 89 juta,” ungkap Kepala Dinporapar Kabupaten Pati, Rekso Suhartono.


Meskipun demikian, ia optimistis pencapaian target ini, mengingat masih jalannya sejumlah PAD dari sejumlah tempat sewa lahan. Mulai dari GOR dan Kios Gor Pesantenan, dan Sewa Wisma Sukoharjo. Juga pemasukan  dari tempat rekreasi seperti Syeh Jangkung, Sendang Tirta Matasani, kemudian Gunung Rowo, Gua Pancur.

Baca Juga :  Jual ke PNS, Pangkalan Gas Melon di Pati Ditegur Dinas

Apalagi ditambah pemasukan  dari salah satu wisata seperti Gunung Rowo juga cukup potensial untuk memenuhi target yang ada. Berdasarkan penjelasan Rekso sendiri dalam kurun waktu beroperasi seminggu, tempat wisata tersebut telah menyumbang 20 juta.

”Jadi kami yakin dan optimistis mencapai target. Akan kami genjot. Tapi tetep perhatikan  dan utamakan keselamatan masyarakat. Melalui pemantauan prokes,” katanya.

Apalagi sejumlah tempat wisata sudah dapat beroperasi kembali. Hal itu menjadi angin segar untuk melakukan kejar target pendapat pariwisata di Pati disisa tahun ini.

”Syukur melalui SE Bupati sudah dibuka kembali pariwisata kita. Jadi harapannya disisa bulan terakhir ini kita genjot dan dapat memenuhi target,” tandasnya. (him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Pendapatan asli daerah (PAD) pada Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati mengalami penurunan. Sebabnya, karena imbas dari pandemi covid-19.

Pihak Dinporapar Kabupaten Pati pun menurunkan target PAD-nya. Target awalnya mencapai Rp 450 juta. Namun, saat ini Dinporapar hanya menargetkan 200 juta atau separo dari sebelumnya. Angka 200 itu sendiri merupakan hasil perubahan tahun yang saat ini tengah diproses.

Di masa pagebluk ini, sejumlah tempat wisata mengalami penutupan sehingga banyak yang tidak memberikan kontribusi pada PAD Kabupaten Pati. ”Sedangkan sampai sejauh ini angka realisasi sendiri telah mencapai Rp 89 juta,” ungkap Kepala Dinporapar Kabupaten Pati, Rekso Suhartono.

Meskipun demikian, ia optimistis pencapaian target ini, mengingat masih jalannya sejumlah PAD dari sejumlah tempat sewa lahan. Mulai dari GOR dan Kios Gor Pesantenan, dan Sewa Wisma Sukoharjo. Juga pemasukan  dari tempat rekreasi seperti Syeh Jangkung, Sendang Tirta Matasani, kemudian Gunung Rowo, Gua Pancur.

Baca Juga :  Terduga Pelaku Pemerkosaan Gadis Disabilitas di Pati Klaim Suka Sama Suka

Apalagi ditambah pemasukan  dari salah satu wisata seperti Gunung Rowo juga cukup potensial untuk memenuhi target yang ada. Berdasarkan penjelasan Rekso sendiri dalam kurun waktu beroperasi seminggu, tempat wisata tersebut telah menyumbang 20 juta.

”Jadi kami yakin dan optimistis mencapai target. Akan kami genjot. Tapi tetep perhatikan  dan utamakan keselamatan masyarakat. Melalui pemantauan prokes,” katanya.

Apalagi sejumlah tempat wisata sudah dapat beroperasi kembali. Hal itu menjadi angin segar untuk melakukan kejar target pendapat pariwisata di Pati disisa tahun ini.

”Syukur melalui SE Bupati sudah dibuka kembali pariwisata kita. Jadi harapannya disisa bulan terakhir ini kita genjot dan dapat memenuhi target,” tandasnya. (him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/