alexametrics
30.3 C
Kudus
Saturday, May 28, 2022

Gegara Sepi Petugas, Satu Pasien Di IGD RSUD Pati Meninggal Dunia

PATI – Satu pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD RAA Soewondo Pati meninggal belum lama ini (17/5). Kejadian ini saat pergantian shift kerja petugas medis. Sebagian besar petugas itu, tidak ada di ruangan. Oleh sebab itu, pengawasan pasien tak maksimal.

Kejadian ini bermula saat Noto Subiyanto, anggota komisi D DPRD Kabupaten Pati menolong korban kecelakaan di Jalan Mr. Iskandar. Kejadian ini sekitar pukul 06.00 belum lama ini, (17/5).

Kemudian dia membawa (korban kecelakaan) ke IGD RSUD RAA Soewondo Pati dan sampai sekitar pukul 06.30. Namun, setelah di IGD hanya ada satu petugas yang berjaga. ”Saya sempat marah-marah di sana. Kenapa hanya ada satu yang bertugas. Seharusnya kan ada lebih dari satu yang bertugas. Padahal ini kejadian gawat darurat,” ujar Noto saat dihubungi kemarin (18/5).


Menurut sepenuturannya, pihak rumah sakit seharusnya tidak seperti ini. Walaupun pergantian jam jaga bisa bergantian. Tidak malah pergi menyisihkan satu orang petugas. ”Lah iya, ini bagaimana. Kemarin (17/5) itu mengakibatkan satu orang meninggal. Terus yang kecelakaan itu, dirujuk di rumah sakit lain,” bebernya.

Baca Juga :  Kecewa Kenaikan Upah Rp 15 Ribu, Buruh di Pati Audiensi ke DPRD

Dia menyesalkan adanya kejadian seperti ini. Menurutnya, RS tersebut sudah diberikan anggaran yang besar. Harusnya pelayanan lebih optimal. Bukan malah kendor. ”Ini kan juga masih situasi lebaran, Mas. Mungkin rawan kecelakaan karena adanya arus mudik. Seharusnya kan lebih diperketat ini. Selain itu, pos yang ada di RS itu juga sepi,” tegasnya.

Dihubungi terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD RAA Soewondo Pati Joko Subiyono mengatakan, pihaknya sudah melakukan panggilan dinas dan mengklarifikasi adanya kasus tersebut. Dia membenarkan adanya satu orang meninggal dan seorang pasien yang dirujuk di RS Moewardi Solo. Rujukan ini, lantaran pihak RS belum mempunyai dokter bedah saraf. ”Hasil klarifikasi tidak ada kelalaian. Ini karena pas pergantian dokter. Harus mandi dan ganti baju,” kata Joko.

Menanggapi ini, Bupati Pati Haryanto menambahkan, pihaknya merencakanan pemberian surat teguran ke RSUD RAA Soewondo Pati. Isi suratnya imbauan untuk memperbaiki pelayanan di RS itu. Selain itu, harus ada pembinaan maupun sanksi yang diberikan terkait kejadian itu. Surat ini masih dikoreksi di bagian hukum.  (adr)

PATI – Satu pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD RAA Soewondo Pati meninggal belum lama ini (17/5). Kejadian ini saat pergantian shift kerja petugas medis. Sebagian besar petugas itu, tidak ada di ruangan. Oleh sebab itu, pengawasan pasien tak maksimal.

Kejadian ini bermula saat Noto Subiyanto, anggota komisi D DPRD Kabupaten Pati menolong korban kecelakaan di Jalan Mr. Iskandar. Kejadian ini sekitar pukul 06.00 belum lama ini, (17/5).

Kemudian dia membawa (korban kecelakaan) ke IGD RSUD RAA Soewondo Pati dan sampai sekitar pukul 06.30. Namun, setelah di IGD hanya ada satu petugas yang berjaga. ”Saya sempat marah-marah di sana. Kenapa hanya ada satu yang bertugas. Seharusnya kan ada lebih dari satu yang bertugas. Padahal ini kejadian gawat darurat,” ujar Noto saat dihubungi kemarin (18/5).

Menurut sepenuturannya, pihak rumah sakit seharusnya tidak seperti ini. Walaupun pergantian jam jaga bisa bergantian. Tidak malah pergi menyisihkan satu orang petugas. ”Lah iya, ini bagaimana. Kemarin (17/5) itu mengakibatkan satu orang meninggal. Terus yang kecelakaan itu, dirujuk di rumah sakit lain,” bebernya.

Baca Juga :  Dapat Tambahan 2 Ribu Dosis, Langsung Genjot Vaksinasi

Dia menyesalkan adanya kejadian seperti ini. Menurutnya, RS tersebut sudah diberikan anggaran yang besar. Harusnya pelayanan lebih optimal. Bukan malah kendor. ”Ini kan juga masih situasi lebaran, Mas. Mungkin rawan kecelakaan karena adanya arus mudik. Seharusnya kan lebih diperketat ini. Selain itu, pos yang ada di RS itu juga sepi,” tegasnya.

Dihubungi terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD RAA Soewondo Pati Joko Subiyono mengatakan, pihaknya sudah melakukan panggilan dinas dan mengklarifikasi adanya kasus tersebut. Dia membenarkan adanya satu orang meninggal dan seorang pasien yang dirujuk di RS Moewardi Solo. Rujukan ini, lantaran pihak RS belum mempunyai dokter bedah saraf. ”Hasil klarifikasi tidak ada kelalaian. Ini karena pas pergantian dokter. Harus mandi dan ganti baju,” kata Joko.

Menanggapi ini, Bupati Pati Haryanto menambahkan, pihaknya merencakanan pemberian surat teguran ke RSUD RAA Soewondo Pati. Isi suratnya imbauan untuk memperbaiki pelayanan di RS itu. Selain itu, harus ada pembinaan maupun sanksi yang diberikan terkait kejadian itu. Surat ini masih dikoreksi di bagian hukum.  (adr)

Most Read

Artikel Terbaru

/