alexametrics
31.3 C
Kudus
Monday, May 16, 2022

Pengembang Tak Serahkan Aset ke Pemda, 9 Perumahan Terancam Terlantar

PATI – Di Kabupaten Pati ada sembilan perumahan terancam terlantar. Soalnya, pihak pengembang perumahan itu belum menyerahkan aset prasarana, sarana dan utilitas umum (PSU) kepada Pemda setempat.

Berdasarkan data Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Pati, sembilan perumahan itu meliputi, Puri Residence, Juwana Baru, Griya Pesona Sarirejo 2, Perumahan Joyokusumo Residence, Griya Pesona Mulyoharjo, Sarirejo Emerald Cluster, Puri Wedari Pati, Griya Pesona Kalidoro, dan Bendar Baru Regency.

”Perumahan tersebut terlantar atau belum menyerahkan aset PSU kepada kami (Pemda, Red). PSU itu berupa fasilitas sosial (Fasos) dan fasilitas umum (Fasum),” ungkap Kepala Disperkim Pati Joko Cipto Hastono.


Oleh sebab itu, pihaknya meminta pengembang perumahan agar segera menyerahkan aset PSU itu. Tujuannya, Pemkab Pati supaya bisa merawat PSU itu. Baik Fasos maupun Fasum agar perumahan tidak terlantar.

Baca Juga :  Peringati HSN 2021, Bupati Pati Ajak Santri Lawan Paham Radikalisme

”Saat ini, kami sudah berupaya untuk mencari keberadaan para pengembang perumahan itu. Ada yang kami datangi, melalui penyuratan, hingga perumahan itu kami datangi. Jika tak ada feedback pengembang kepada kami, secara mekanisme perumahan akan ditetapkan terlantar,” imbuhnya.

Joko menambahkan, pada Perda No. 5 tahun 2021 Tentang Tata Cara Serah Terima PSU, pengembang diwajibkan membiayai pensertifikatan PSU. Itu diserahkan ke Pemda dan tidak boleh menggunakan APBD.

”Pemerintah pusat mewajibkan pengembang membiayai sendiri sertifikatnya. Ini peraturan baru yang sesuai rekomendasi KPK. Bahwasannya, Pemda tidak boleh membiayai setelah serah-terima perumahan. Sebelum adanya perda itu, pensertifikasi dibayar melalui APBD,” ujarnya. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Di Kabupaten Pati ada sembilan perumahan terancam terlantar. Soalnya, pihak pengembang perumahan itu belum menyerahkan aset prasarana, sarana dan utilitas umum (PSU) kepada Pemda setempat.

Berdasarkan data Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Pati, sembilan perumahan itu meliputi, Puri Residence, Juwana Baru, Griya Pesona Sarirejo 2, Perumahan Joyokusumo Residence, Griya Pesona Mulyoharjo, Sarirejo Emerald Cluster, Puri Wedari Pati, Griya Pesona Kalidoro, dan Bendar Baru Regency.

”Perumahan tersebut terlantar atau belum menyerahkan aset PSU kepada kami (Pemda, Red). PSU itu berupa fasilitas sosial (Fasos) dan fasilitas umum (Fasum),” ungkap Kepala Disperkim Pati Joko Cipto Hastono.

Oleh sebab itu, pihaknya meminta pengembang perumahan agar segera menyerahkan aset PSU itu. Tujuannya, Pemkab Pati supaya bisa merawat PSU itu. Baik Fasos maupun Fasum agar perumahan tidak terlantar.

Baca Juga :  Peringati HSN 2021, Bupati Pati Ajak Santri Lawan Paham Radikalisme

”Saat ini, kami sudah berupaya untuk mencari keberadaan para pengembang perumahan itu. Ada yang kami datangi, melalui penyuratan, hingga perumahan itu kami datangi. Jika tak ada feedback pengembang kepada kami, secara mekanisme perumahan akan ditetapkan terlantar,” imbuhnya.

Joko menambahkan, pada Perda No. 5 tahun 2021 Tentang Tata Cara Serah Terima PSU, pengembang diwajibkan membiayai pensertifikatan PSU. Itu diserahkan ke Pemda dan tidak boleh menggunakan APBD.

”Pemerintah pusat mewajibkan pengembang membiayai sendiri sertifikatnya. Ini peraturan baru yang sesuai rekomendasi KPK. Bahwasannya, Pemda tidak boleh membiayai setelah serah-terima perumahan. Sebelum adanya perda itu, pensertifikasi dibayar melalui APBD,” ujarnya. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/