alexametrics
26.2 C
Kudus
Wednesday, May 18, 2022

Atasi Kelangkaan Stok Migor, Polres Pati Undang Pengusaha hingga Penjual

PATI– Polres Pati mengundang pengusaha, agen, distributor minyak goreng, hingga dinas terkait di mapolres kemarin. Tujuannya, untuk memantau dan mengamankan stok minyak goreng di Pati. Jika kedapatan ada pelanggaran tindak pidana, akan ditangkap.

Kapolres Pati AKBP Christian Tobing mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan stakeholder untuk mengecek bagaimana jalur distribusi, stok barang, hingga harga minyak goreng. Pihaknya juga sosialisasi soal harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng. Sosialisasi ini, agar tak melakukan penimbunan, penyalahgunaan, hingga pemalsuan minyak.

”Intinya imbauan kepada distributor hingga agen, agar tidak melakukan tindakan yang dapat berujung pada masalah hukum. Jika ada yang menimbun minyak goreng, akan kami pidanakan,” tegasnya.


Terpisah, Kepala Disdagperin Pati Hadi Santosa menuturkan, sampai saat ini kondisi minyak goreng di Pati aman alias tak ada yang menimbun. Sebab, pihaknya telah memantau distributor dan agen minyak goreng. ”Kami mengawasi distributor minyak goreng. Kalau di Pati tidak ada (penimbunan). Kalau daerah lain kurang tahu,” tuturnya.

Baca Juga :  Urai Macet di Jalur Juwana, Pemkab Pati Usulkan Jembatan Darurat

Berdasarkan pantauan, stok minyak goreng kemasan dari distributor dan agen mencukupi. Di berbagai toko modern hingga pasar tradisional sudah mulai ada stok minyak goreng kemasan. Tetapi, minyak goreng curah masih langka. Pihaknya menunggu kabar ketersediaan minyak tersebut hingga pekan depan. ”Kemarin peraturan tentang HET minyak goreng curah baru diputuskan. Jadi mungkin saat ini masih transisi,” tandasnya.

Menyangkut peraturan soal HET minyak goreng ini, pemerintah pusat mencabut HET minyak goreng kemasan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 06 Tahun 2022 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Minyak Goreng Sawit pada Rabu (16/3) lalu. ”Mudah-mudahan kebijakan ini membuat masyarakat tenang. Pedagang kecil seperti UMKM bisa tenang menghadapi harga minyak goreng,” imbuhnya. (adr/lin)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI– Polres Pati mengundang pengusaha, agen, distributor minyak goreng, hingga dinas terkait di mapolres kemarin. Tujuannya, untuk memantau dan mengamankan stok minyak goreng di Pati. Jika kedapatan ada pelanggaran tindak pidana, akan ditangkap.

Kapolres Pati AKBP Christian Tobing mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan stakeholder untuk mengecek bagaimana jalur distribusi, stok barang, hingga harga minyak goreng. Pihaknya juga sosialisasi soal harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng. Sosialisasi ini, agar tak melakukan penimbunan, penyalahgunaan, hingga pemalsuan minyak.

”Intinya imbauan kepada distributor hingga agen, agar tidak melakukan tindakan yang dapat berujung pada masalah hukum. Jika ada yang menimbun minyak goreng, akan kami pidanakan,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Disdagperin Pati Hadi Santosa menuturkan, sampai saat ini kondisi minyak goreng di Pati aman alias tak ada yang menimbun. Sebab, pihaknya telah memantau distributor dan agen minyak goreng. ”Kami mengawasi distributor minyak goreng. Kalau di Pati tidak ada (penimbunan). Kalau daerah lain kurang tahu,” tuturnya.

Baca Juga :  Verifikator PSSI Pertanyakan Sertifikat Standar FIFA Stadion Joyokusumo 

Berdasarkan pantauan, stok minyak goreng kemasan dari distributor dan agen mencukupi. Di berbagai toko modern hingga pasar tradisional sudah mulai ada stok minyak goreng kemasan. Tetapi, minyak goreng curah masih langka. Pihaknya menunggu kabar ketersediaan minyak tersebut hingga pekan depan. ”Kemarin peraturan tentang HET minyak goreng curah baru diputuskan. Jadi mungkin saat ini masih transisi,” tandasnya.

Menyangkut peraturan soal HET minyak goreng ini, pemerintah pusat mencabut HET minyak goreng kemasan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 06 Tahun 2022 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Minyak Goreng Sawit pada Rabu (16/3) lalu. ”Mudah-mudahan kebijakan ini membuat masyarakat tenang. Pedagang kecil seperti UMKM bisa tenang menghadapi harga minyak goreng,” imbuhnya. (adr/lin)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/