alexametrics
24.2 C
Kudus
Saturday, May 21, 2022

Upah Minimum Pati bakal Naik Satu Persen

PATI – Upah minimum kabupaten/kota (UMK) Pati rencananya akan naik. Kenaikan upah itu berdasarkan PP No 36 tahun 2021 tentang pengupahan. Disebutkan didalam peraturan tersebut, kenaikan upah 2022 rata-rata 1,09 persen.

Upah Minimum berdasarkan PP No. 36 Tahun 2021 tentang pengupahan mengacu pada UU Cipta Kerja, hanya berdasarkan wilayah. Yaitu Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

Saat dikonfirmasi kemarin (17/11) pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Pati membenarkan. Bahwasanya, kenaikan tersebut saat ini masih berproses. Masih berjalan di dewan pengupahan.


”Jadwal UMK dari bupati paling lambat 22 November nanti. Kami baru mengusulkan ke gubernur Jateng,” terang Kepala Disnakertrans Pati Tri Hariyama dihubungi kemarin (17/11).

Baca Juga :  Tampil Anggun dengan Balayage Hair

Sementara itu, tiap tahun besaran upah mengalami kenaikan. Pada 2020 sendiri, UMK Kabupaten Pati sebesar Rp 1.891.000 dan 2021 naik menjadi Rp 1.953.000. Keputusan ini berdasarkan rapat bersama dengan Dewan Pengupahan, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Pati dan Serikat Pekerja (SP).

Pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati tengah bersurat ke gubernur Jateng. Saat dikonfirmasi, Bupati Pati Haryanto mengatakan, kenaikan UMK belum. Saat ini tengah dibahas. ”Iya, paling lambat 21 November ini. Surat pengajuan sudah diberikan ke Pak Ganjar,” katanya. (ali)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Upah minimum kabupaten/kota (UMK) Pati rencananya akan naik. Kenaikan upah itu berdasarkan PP No 36 tahun 2021 tentang pengupahan. Disebutkan didalam peraturan tersebut, kenaikan upah 2022 rata-rata 1,09 persen.

Upah Minimum berdasarkan PP No. 36 Tahun 2021 tentang pengupahan mengacu pada UU Cipta Kerja, hanya berdasarkan wilayah. Yaitu Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

Saat dikonfirmasi kemarin (17/11) pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Pati membenarkan. Bahwasanya, kenaikan tersebut saat ini masih berproses. Masih berjalan di dewan pengupahan.

”Jadwal UMK dari bupati paling lambat 22 November nanti. Kami baru mengusulkan ke gubernur Jateng,” terang Kepala Disnakertrans Pati Tri Hariyama dihubungi kemarin (17/11).

Baca Juga :  Petani Tulen yang Matang di Birokrasi

Sementara itu, tiap tahun besaran upah mengalami kenaikan. Pada 2020 sendiri, UMK Kabupaten Pati sebesar Rp 1.891.000 dan 2021 naik menjadi Rp 1.953.000. Keputusan ini berdasarkan rapat bersama dengan Dewan Pengupahan, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Pati dan Serikat Pekerja (SP).

Pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati tengah bersurat ke gubernur Jateng. Saat dikonfirmasi, Bupati Pati Haryanto mengatakan, kenaikan UMK belum. Saat ini tengah dibahas. ”Iya, paling lambat 21 November ini. Surat pengajuan sudah diberikan ke Pak Ganjar,” katanya. (ali)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/