alexametrics
23.2 C
Kudus
Saturday, July 2, 2022

Keciduk Satpol PP, Pasangan “Mantab-Mantab” di Pati Minta Dinikahkan

PATI  – Tiga pasangan muda-mudi tak suami istri tertangkap basah di kamar kos-kosan di Desa Sukoharjo, Margorejo kemarin. Saat terjaring razia, salah satu pasangan tersebut meminta untuk dinikahkan.

Wanita yang terjaring itu alumni pekerja seks komersial (PSK) di sejumlah prostitusi di Kabupaten Pati sekira pukul 09.00 kemarin. Identitas tersebut diketahui saat pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mendata mereka.

”Ada yang dari karaoke Metro. Adapula yang berasal dari Lorong Indah atau Lorong Indah (LI) dan Ngemblok City,” ungkap Kepala Satpol PP Pati, Sugiyono saat dikonfirmasi kemarin.


Saat didata di kantor Satpol PP, Turi Yasi (salah satu yang terjaring razia, Red) meminta untuk segera dinikahkan saja. Pasalnya, wanita tersebut tengah menunggu pembaruan KTP. ”Saya dari Temanggung, Pak. Ini menunggu update KTP. Rencananya memang mau menikah. Kenapa tidak sekalian saja,” ujarnya saat ditanya maunya seperti apa. ”Ya nanti saya undangkan KUA. Sekalian buat surat pernyataan,” jawab Sugiyono.

Sementara ini, wanita itu sudah setahun lebih di Pati. Sedangkan hubungan dengan Aris warga Kaliampo itu dua bulan berjalan. ”Setelah prostitusi ditutup, bersama pacar saya buka angkringan. Di daerah Kaliampo,” paparnya.

Baca Juga :  Penipuan CPNS di Pati, Pelaku Raup Rp 89 Juta

Para pasangan yang berasal dari berbagai daerah ini diketahui diantaranya merupakan alumni PSK di sejumlah prostitusi di Kabupaten Pati. Mereka pindah ke kos-kosan lantaran tempat tinggal sebelumnya ditutup.

”Ada orang Purwodadi, Kudus, Demak dan orang Pati sendiri. Rata-rata tidak punya pekerjaan. Kerjanya sebagai pemandu karaoke di kafe, LI, Ngemblok City, di Kampung Baru. Jadi karena tutup mereka kos di sana,” tutur Sugiyono.

Para pasangan ini pun digelandang ke Markas Satpol PP Kabupaten Pati untuk dilakukan pembinaan. Bagi yang belum mempunyai rumah tangga, Satpol PP mengungi keluarga pelaku agar menjemput.

Operasi ini dilakukan atas kerjasa berbagai pihak. Di antaranya TNI, Polres, Satpol PP Kabupaten Pati, DPMPTSP dan Disporapar, Kabupaten Pati. ”Kami melakukan operasi gabungan terkait dengan pembinaan di tempat-tempat kos,”  tandasnya. (him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI  – Tiga pasangan muda-mudi tak suami istri tertangkap basah di kamar kos-kosan di Desa Sukoharjo, Margorejo kemarin. Saat terjaring razia, salah satu pasangan tersebut meminta untuk dinikahkan.

Wanita yang terjaring itu alumni pekerja seks komersial (PSK) di sejumlah prostitusi di Kabupaten Pati sekira pukul 09.00 kemarin. Identitas tersebut diketahui saat pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mendata mereka.

”Ada yang dari karaoke Metro. Adapula yang berasal dari Lorong Indah atau Lorong Indah (LI) dan Ngemblok City,” ungkap Kepala Satpol PP Pati, Sugiyono saat dikonfirmasi kemarin.

Saat didata di kantor Satpol PP, Turi Yasi (salah satu yang terjaring razia, Red) meminta untuk segera dinikahkan saja. Pasalnya, wanita tersebut tengah menunggu pembaruan KTP. ”Saya dari Temanggung, Pak. Ini menunggu update KTP. Rencananya memang mau menikah. Kenapa tidak sekalian saja,” ujarnya saat ditanya maunya seperti apa. ”Ya nanti saya undangkan KUA. Sekalian buat surat pernyataan,” jawab Sugiyono.

Sementara ini, wanita itu sudah setahun lebih di Pati. Sedangkan hubungan dengan Aris warga Kaliampo itu dua bulan berjalan. ”Setelah prostitusi ditutup, bersama pacar saya buka angkringan. Di daerah Kaliampo,” paparnya.

Baca Juga :  Pati Targetkan pada 2030 Zero Kasus TBC

Para pasangan yang berasal dari berbagai daerah ini diketahui diantaranya merupakan alumni PSK di sejumlah prostitusi di Kabupaten Pati. Mereka pindah ke kos-kosan lantaran tempat tinggal sebelumnya ditutup.

”Ada orang Purwodadi, Kudus, Demak dan orang Pati sendiri. Rata-rata tidak punya pekerjaan. Kerjanya sebagai pemandu karaoke di kafe, LI, Ngemblok City, di Kampung Baru. Jadi karena tutup mereka kos di sana,” tutur Sugiyono.

Para pasangan ini pun digelandang ke Markas Satpol PP Kabupaten Pati untuk dilakukan pembinaan. Bagi yang belum mempunyai rumah tangga, Satpol PP mengungi keluarga pelaku agar menjemput.

Operasi ini dilakukan atas kerjasa berbagai pihak. Di antaranya TNI, Polres, Satpol PP Kabupaten Pati, DPMPTSP dan Disporapar, Kabupaten Pati. ”Kami melakukan operasi gabungan terkait dengan pembinaan di tempat-tempat kos,”  tandasnya. (him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/