alexametrics
25.5 C
Kudus
Monday, June 6, 2022

Pembongkaran Jembatan Juwana Dilakukan setelah Perbaikan Jalur Alternatif

PATI – Pembongkaran dan penggantian jembatan Juwana direncakanan pada 4 Juni-14 April 2023. Proyek nasional itu masih menunggu keputusan pihak Pemkab Pati. Proses itu masih menunggu rapat Forkopimda setempat.

Beredar selebaran pembongkaran jembatan Juwana berlangsung pada 4 Juni di media sosial (Medsos). Dalam selebaran itu berlogo Kementerian PUPR itu, menyarankan untuk melewati jalur alternatif selama jembatan dibongkar.

Saat dikonfirmasi kemarin (17/5), Koordinator Penggantian Jembatan CH Jateng Fatoni membenarkan. Rencana pembongkaran dan penggantian jembatan Juwana rencananya pada 4 Juni nanti. Tapi, masih perlu koordinasi dengan stakeholder terkait lagi. ”Rencananya begitu (4 Juni jembatan Juwana dibongkar). Masih menunggu rapat lagi ini setelah perbaikan jalan alternatif,” katanya.


Dari hasil dari rapat selama tiga kali pertemuan, lanjut dia, akses jalan alternatif dan jembatan lama akan diperbaiki. Setelah itu, diputuskan kelanjutan pembongkaran jembatan Juwana.

”Jalan alternatif diperbaiki. Aspal dan beton yang rusak ditambal. Ini sudah mulai persiapan perbaikan jalan di sana. Lalu, railing jembatan lama yang sudah rapuh juga akan diganti. Jadi pada intinya kami meminimalisasi kemacetan. Setelah perbaikan tersebut, akan dirapatkan lagi,” imbuhnya.

Baca Juga :  Kirab Pesonas di Pati telah Usai, Kini Berlanjut ke Jepara

Sayangnya, usulan Pemkab soal adanya jembatan pembantu tak bisa diselenggarakan. Selain memakan banyak anggaran, tak ada tempat untuk membangunnya.

”Membuat jembatan pembantu biayanya sama seperti membuat jembatan baru. Artinya, memakan banyak biaya. Di sana juga tak ada tempat untuk dibangung jembatan pembantu,” paparnya.

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto menambahkan, pembongkaran dan penggantian Jembatan Juwana bisa saja ditunda. Saat ini, pihaknya belum mengizinkan pembongkaran jembatan tersebut. ”Pembongkaran Jembatan Juwana belum. Selain itu, belum rapat lagi soal pembahasan pembongkaran jembatan,” tambahnya.

Menurutnya, masih ada persoalan yang perlu diselesaikan. Selain kerusakan jalan alternatif, dampak kemacetan yang ditimbulkan dari pembongkaran jembatan.

Selama belum ada alternatif yang memadai (cara mencegah dampak pembongkaran, Red), pihaknya belum mengizinkan pembongkaran Jembatan Juwana. Setelah lebaran, ada rekayasa jalan dan simulasi pembongkaran Jembatan Juwana lagi.

”Kalau belum clear dampak pembongkaran Jembatan Juwana belum boleh dibongkar. Harus fik dulu antisipasi dampak pembongkaran. Kalau tidak fik, malah membuat kemacetan. Juga berpengaruh terhadap ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (adr)

PATI – Pembongkaran dan penggantian jembatan Juwana direncakanan pada 4 Juni-14 April 2023. Proyek nasional itu masih menunggu keputusan pihak Pemkab Pati. Proses itu masih menunggu rapat Forkopimda setempat.

Beredar selebaran pembongkaran jembatan Juwana berlangsung pada 4 Juni di media sosial (Medsos). Dalam selebaran itu berlogo Kementerian PUPR itu, menyarankan untuk melewati jalur alternatif selama jembatan dibongkar.

Saat dikonfirmasi kemarin (17/5), Koordinator Penggantian Jembatan CH Jateng Fatoni membenarkan. Rencana pembongkaran dan penggantian jembatan Juwana rencananya pada 4 Juni nanti. Tapi, masih perlu koordinasi dengan stakeholder terkait lagi. ”Rencananya begitu (4 Juni jembatan Juwana dibongkar). Masih menunggu rapat lagi ini setelah perbaikan jalan alternatif,” katanya.

Dari hasil dari rapat selama tiga kali pertemuan, lanjut dia, akses jalan alternatif dan jembatan lama akan diperbaiki. Setelah itu, diputuskan kelanjutan pembongkaran jembatan Juwana.

”Jalan alternatif diperbaiki. Aspal dan beton yang rusak ditambal. Ini sudah mulai persiapan perbaikan jalan di sana. Lalu, railing jembatan lama yang sudah rapuh juga akan diganti. Jadi pada intinya kami meminimalisasi kemacetan. Setelah perbaikan tersebut, akan dirapatkan lagi,” imbuhnya.

Baca Juga :  NIK 44 Warga Binaan Pati Diverifikasi, Ada Apa?

Sayangnya, usulan Pemkab soal adanya jembatan pembantu tak bisa diselenggarakan. Selain memakan banyak anggaran, tak ada tempat untuk membangunnya.

”Membuat jembatan pembantu biayanya sama seperti membuat jembatan baru. Artinya, memakan banyak biaya. Di sana juga tak ada tempat untuk dibangung jembatan pembantu,” paparnya.

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto menambahkan, pembongkaran dan penggantian Jembatan Juwana bisa saja ditunda. Saat ini, pihaknya belum mengizinkan pembongkaran jembatan tersebut. ”Pembongkaran Jembatan Juwana belum. Selain itu, belum rapat lagi soal pembahasan pembongkaran jembatan,” tambahnya.

Menurutnya, masih ada persoalan yang perlu diselesaikan. Selain kerusakan jalan alternatif, dampak kemacetan yang ditimbulkan dari pembongkaran jembatan.

Selama belum ada alternatif yang memadai (cara mencegah dampak pembongkaran, Red), pihaknya belum mengizinkan pembongkaran Jembatan Juwana. Setelah lebaran, ada rekayasa jalan dan simulasi pembongkaran Jembatan Juwana lagi.

”Kalau belum clear dampak pembongkaran Jembatan Juwana belum boleh dibongkar. Harus fik dulu antisipasi dampak pembongkaran. Kalau tidak fik, malah membuat kemacetan. Juga berpengaruh terhadap ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (adr)

Most Read

Artikel Terbaru

/