alexametrics
29.4 C
Kudus
Monday, June 27, 2022

Peninggalan Mbah Mutamakkin di Kajen Pati Jadi Wisata Edukasi Bersejarah

PATI – Aktivitas wisata edukasi sejarah dan budaya di Desa Kajen kembali menggeliat. Komunitas Budaya Jelajah Pusaka Kajen beberapa waktu yang lalu memandu sejumlah tamu yang ingin mengetahui lebih dalam tentang peninggalan bersejarah di Desa Kajen.

“Kemarin pada tanggal 14 dan 15 Juni 2022, Komunitas Budaya Jelajah Pusaka Kajen memandu tamu dari Siswa atau Siswi SMK Cordova Margoyoso, sedangkan pada Selasa dan dilanjutkan hari Rabu dari SD Terpadu Annismah Waturoyo,” jelas ketua pemandu jelajah Mohammad Zuli Rizal.

Kegiatan jelajah dimulai dengan pemaparan tentang sejarah Kajen dan kisah perjuangan Mbah Ahmad Mutamakkin, kemudian dilanjutkan melihat lebih dekat Masjid Jami’ Kajen, yang di dalamnya terdapat beberapa ornamen simbolik yang sudah berusia 300 tahun. Peserta jelajah juga diajak untuk berkeliling sekitaran blumbang sarean, makam kanjengan, makam mbah alfiyah dan terakhir tahlil di makam mbah Ahmad Mutamakkin.


“Ini adalah momen awal kembali karena sebelumnya hampir dua tahun kegiatan menjelajahi situs-situs bersejarah di Desa Kajen sempat vakum dikarenakan dampak dari pandemi dan sekarang kami dibantu oleh tim Islamic Center Kajen( ICK),” paparnya.

Baca Juga :  Polres Pati Gelar Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi, Tak Ada Tilang

Sementara itu Ketua ICK M. Azwar Anas menambahkan, kegiatan budaya ini perlu mendapat dukungan lebih. “Karena itu kami dari ICK sebagai organisasi kepemudaan Masjid Kajen sejalan dengan program kebudayaan jelajah pusaka. Dalam waktu dekat ICK juga akan bekerja sama dengan jelajah pusaka Kajen membuat sebuah museum mini atau galeri yang memamerkan foto-foto dan replika barang-barang peninggalan dari Mbah Ahmad Mutamakkin yang rencananya akan dibuka pada saat haul suro Kajen yang tiap tahun diadakan pada bulan Muharram,” paparnya.

Untuk diketahui kegiatan Jelajah Pusaka Kajen sendiri sudah lama dilakukan, bahkan pengunjungnya tidak hanya dari lokal Pati, tetapi ada juga turis mancanegara yang tertarik mengikuti kegiatan jelajah tersebut. (aua/ali)






Reporter: Achmad Ulil Albab

PATI – Aktivitas wisata edukasi sejarah dan budaya di Desa Kajen kembali menggeliat. Komunitas Budaya Jelajah Pusaka Kajen beberapa waktu yang lalu memandu sejumlah tamu yang ingin mengetahui lebih dalam tentang peninggalan bersejarah di Desa Kajen.

“Kemarin pada tanggal 14 dan 15 Juni 2022, Komunitas Budaya Jelajah Pusaka Kajen memandu tamu dari Siswa atau Siswi SMK Cordova Margoyoso, sedangkan pada Selasa dan dilanjutkan hari Rabu dari SD Terpadu Annismah Waturoyo,” jelas ketua pemandu jelajah Mohammad Zuli Rizal.

Kegiatan jelajah dimulai dengan pemaparan tentang sejarah Kajen dan kisah perjuangan Mbah Ahmad Mutamakkin, kemudian dilanjutkan melihat lebih dekat Masjid Jami’ Kajen, yang di dalamnya terdapat beberapa ornamen simbolik yang sudah berusia 300 tahun. Peserta jelajah juga diajak untuk berkeliling sekitaran blumbang sarean, makam kanjengan, makam mbah alfiyah dan terakhir tahlil di makam mbah Ahmad Mutamakkin.

“Ini adalah momen awal kembali karena sebelumnya hampir dua tahun kegiatan menjelajahi situs-situs bersejarah di Desa Kajen sempat vakum dikarenakan dampak dari pandemi dan sekarang kami dibantu oleh tim Islamic Center Kajen( ICK),” paparnya.

Baca Juga :  Tega! Pelaku Pembuang Bayi di Pucakwangi Pati Ternyata Sang Ibu Kandung

Sementara itu Ketua ICK M. Azwar Anas menambahkan, kegiatan budaya ini perlu mendapat dukungan lebih. “Karena itu kami dari ICK sebagai organisasi kepemudaan Masjid Kajen sejalan dengan program kebudayaan jelajah pusaka. Dalam waktu dekat ICK juga akan bekerja sama dengan jelajah pusaka Kajen membuat sebuah museum mini atau galeri yang memamerkan foto-foto dan replika barang-barang peninggalan dari Mbah Ahmad Mutamakkin yang rencananya akan dibuka pada saat haul suro Kajen yang tiap tahun diadakan pada bulan Muharram,” paparnya.

Untuk diketahui kegiatan Jelajah Pusaka Kajen sendiri sudah lama dilakukan, bahkan pengunjungnya tidak hanya dari lokal Pati, tetapi ada juga turis mancanegara yang tertarik mengikuti kegiatan jelajah tersebut. (aua/ali)






Reporter: Achmad Ulil Albab

Most Read

Artikel Terbaru

/