alexametrics
29.4 C
Kudus
Monday, June 27, 2022

Melebihi Target, Realisasi PBB Kabupaten Pati Capai Rp 18 Miliar

PATI – Realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Kabupaten Pati mencapai Rp 18 miliar pada triwulan kedua ini. Jumlah ini melebihi target yang ditetapkan.

PBB pada tahun ini, Pemkab Pati menarget sebanyak Rp 28,5 miliar. Target pada triwulan kedua ini, realisasi pajak bisa tembus 45 persen. Sedangkan realitanya malah mendapat 66,2 persen.

”Realisasi PBB pada triwulan kedua ini sudah melebihi target. Setidaknya sudah mencapai 66 persen dengan capaian Rp 18 M. Itu hingga 14 Juni kemarin,” kata Kabid PBB P2 pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Pati Udhi Harsilo Nugroho.


Udhi menambahkan, kurang-lebih ada 191 desa yang lunas pajak. Sisanya dari 401 desa masih menunggu.

Di samping itu, ada beberapa persoalan mengenai realisasi pajak di Pati. Misalnya, di Margorejo belum lunas pajak pada tahun lalu.

Baca Juga :  Duh! Berusia Uzur, Tujuh Mobil Pemadam Kebakaran di Pati Jadi Sorotan Masyarakat

Dia memaklumi daerah yang belum lunas pajak itu. Salah satunya, di Desa, Margorejo. Sebab, desa tersebut kesulitan dalam penarikan PBB.

”Sulit karena banyak wajib pajak ini tak di Pati. Orang luar Pati ini berinvestasi di sini. Oleh sebab itu, pihak desa kesulitan menarik pajak. Saat ditarik pajak, orangnya di luar kota,” paparnya.

Udhi menuturkan, adanya sulit ditarik pajak itu, pihaknya menetapkan masuk piutang. Akan dipantau semisal ada transaksi jual beli tanah.

”Tetap akan dianggap piutang. Soalnya, ditarik pajak sulit. Ke depan, kami terus memantau bila ada transaksi jual beli tanah di sana. Lalu, kami minta agar terlebih dulu melunasi PBB,” tukasnya. (adr/war)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Kabupaten Pati mencapai Rp 18 miliar pada triwulan kedua ini. Jumlah ini melebihi target yang ditetapkan.

PBB pada tahun ini, Pemkab Pati menarget sebanyak Rp 28,5 miliar. Target pada triwulan kedua ini, realisasi pajak bisa tembus 45 persen. Sedangkan realitanya malah mendapat 66,2 persen.

”Realisasi PBB pada triwulan kedua ini sudah melebihi target. Setidaknya sudah mencapai 66 persen dengan capaian Rp 18 M. Itu hingga 14 Juni kemarin,” kata Kabid PBB P2 pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Pati Udhi Harsilo Nugroho.

Udhi menambahkan, kurang-lebih ada 191 desa yang lunas pajak. Sisanya dari 401 desa masih menunggu.

Di samping itu, ada beberapa persoalan mengenai realisasi pajak di Pati. Misalnya, di Margorejo belum lunas pajak pada tahun lalu.

Baca Juga :  Lagi, Siswa MTsN 1 Pati Raih Emas Lomba Internasional

Dia memaklumi daerah yang belum lunas pajak itu. Salah satunya, di Desa, Margorejo. Sebab, desa tersebut kesulitan dalam penarikan PBB.

”Sulit karena banyak wajib pajak ini tak di Pati. Orang luar Pati ini berinvestasi di sini. Oleh sebab itu, pihak desa kesulitan menarik pajak. Saat ditarik pajak, orangnya di luar kota,” paparnya.

Udhi menuturkan, adanya sulit ditarik pajak itu, pihaknya menetapkan masuk piutang. Akan dipantau semisal ada transaksi jual beli tanah.

”Tetap akan dianggap piutang. Soalnya, ditarik pajak sulit. Ke depan, kami terus memantau bila ada transaksi jual beli tanah di sana. Lalu, kami minta agar terlebih dulu melunasi PBB,” tukasnya. (adr/war)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/