alexametrics
30.3 C
Kudus
Saturday, May 28, 2022

PATI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati sulit dihubungi ketika dimintai bantuan penanganan covid-19. Pihak Kecamatan Pati Kota menyoal permasalahan ini. Ada satu orang meninggal positif korona, namun pihak Dinkes tidak bisa dihubungi. Oleh sebab itu, pihak Kecamatan Pati Kota kesulitan untuk mengevakuasi jenazah tersebut.

Ini diungkapkan oleh Camat Pati Kota Didik Rusdiartono saat Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 Kabupaten Pati kemarin (16/6). Dalam rapat itu, Didik mengeluarkan uneg-unegnya mengenai permasalahan yang terjadi di wilayah kerjanya. Sebanyak 500 lebih warganya tengah menjalani karantina mandiri di rumah.

Bahkan dalam seminggu ini ada lima warga Pati Kota yang menjalani karantina di rumah yang meninggal dunia. Ia mengaku kebingungan harus menghubungi siapa. Apakah ke Dinkes Kabupaten Pati atau rumah sakit. Lantaran puskesmas tidak bisa menangani.


”Kami kebingungan karena dari Puskemas ndak bisa mengeksekusi karena protapnya demikian. Kami bingung harus menghubungi siapa. Kami sangat kesulitan sekali,” tutur Didik.

Ia menyayangkan, pihak Dinkes Kabupaten Pati tidak responsif dan sulit dihubungi ketika ia membutuhkan bantuan. Maka dari itu, ia memohon untuk pejabat dan petugas terkait mengaktifkan nomor teleponnya 24 jam.

Baca Juga :  Asyik! Pariwisata Di Rembang Boleh Dibuka

“Nyuwun sewu dari pejabat DKK telponnya untuk aktif 24 jam. Seperti pagi tadi warga kami yang positif Covid-19 di Desa Kutoharjo terjatuh. Kami kesulitann efakuasi. Kami menghubungi pihak DKK cuma tidak aktif. Tidak ada balasan,” keluhnya.

Soal kurang tanggapnya Dinkes Kabupaten Pati, Bupati Pati Haryanto meminta pihak kecamatan untuk lebih memilih menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) atau pihak rumah sakit.

“Hubungi BPBD atau rumah sakit yang menangani Covid-19 agar hal semacam ini tidak terjadi lagi! Nanti kami akan carikan dan berikan nomor telponnya,” kata Haryanto menanggapi.

Kurangnya tanggap Dinkes Pati ini juga dirasakan beberapa awak media. Beberapa kali mereka menghubungi pihak Dinkes melalui WhatsApp (WA). Baik melalui pesan singkat maupun telepon tidak ada respon. (adr)

PATI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati sulit dihubungi ketika dimintai bantuan penanganan covid-19. Pihak Kecamatan Pati Kota menyoal permasalahan ini. Ada satu orang meninggal positif korona, namun pihak Dinkes tidak bisa dihubungi. Oleh sebab itu, pihak Kecamatan Pati Kota kesulitan untuk mengevakuasi jenazah tersebut.

Ini diungkapkan oleh Camat Pati Kota Didik Rusdiartono saat Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 Kabupaten Pati kemarin (16/6). Dalam rapat itu, Didik mengeluarkan uneg-unegnya mengenai permasalahan yang terjadi di wilayah kerjanya. Sebanyak 500 lebih warganya tengah menjalani karantina mandiri di rumah.

Bahkan dalam seminggu ini ada lima warga Pati Kota yang menjalani karantina di rumah yang meninggal dunia. Ia mengaku kebingungan harus menghubungi siapa. Apakah ke Dinkes Kabupaten Pati atau rumah sakit. Lantaran puskesmas tidak bisa menangani.

”Kami kebingungan karena dari Puskemas ndak bisa mengeksekusi karena protapnya demikian. Kami bingung harus menghubungi siapa. Kami sangat kesulitan sekali,” tutur Didik.

Ia menyayangkan, pihak Dinkes Kabupaten Pati tidak responsif dan sulit dihubungi ketika ia membutuhkan bantuan. Maka dari itu, ia memohon untuk pejabat dan petugas terkait mengaktifkan nomor teleponnya 24 jam.

Baca Juga :  Sentra Vaksinasi dan Nakes Jadi Fokus Upaya Pengendalian Pandemi Covid

“Nyuwun sewu dari pejabat DKK telponnya untuk aktif 24 jam. Seperti pagi tadi warga kami yang positif Covid-19 di Desa Kutoharjo terjatuh. Kami kesulitann efakuasi. Kami menghubungi pihak DKK cuma tidak aktif. Tidak ada balasan,” keluhnya.

Soal kurang tanggapnya Dinkes Kabupaten Pati, Bupati Pati Haryanto meminta pihak kecamatan untuk lebih memilih menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) atau pihak rumah sakit.

“Hubungi BPBD atau rumah sakit yang menangani Covid-19 agar hal semacam ini tidak terjadi lagi! Nanti kami akan carikan dan berikan nomor telponnya,” kata Haryanto menanggapi.

Kurangnya tanggap Dinkes Pati ini juga dirasakan beberapa awak media. Beberapa kali mereka menghubungi pihak Dinkes melalui WhatsApp (WA). Baik melalui pesan singkat maupun telepon tidak ada respon. (adr)

Most Read

Artikel Terbaru

/