alexametrics
30.2 C
Kudus
Wednesday, June 8, 2022

Siswa SDN 2 Dukuhseti Pati Mogok Belajar, Gara-Gara Halaman Sekolah Dicaplok Desa

PATI – Siswa-siswa SD Negeri Dukuhseti 02 melakukan aksi mogok belajar, Selasa (17/5). Hal ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap pencaplokan tanah sekolahan oleh pihak desa setempat. Tak hanya itu, aksi mogok belajar ini juga didukung para wali murid dan komite sekolah.

Baca Juga : Masuki Hari Ke-4, Pencarian Pemuda Asal Lasem Yang Hilang di Sungai Juwana Masih Nihil

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus, nampak sejumlah spanduk bernada protes juga terpasang di pintu gerbang sekolah. Yakni, bertuliskan UTAMAKAN KEPENTINGAN PENDIDIKAN, KEMBALIKAN FASILITAS SEKOLAH UNTUK MENUNJANG KEGIATAN ANAK DIDIK.


Komite SD Negeri Dukuhseti 02, Yong Sumarsono mengungkapkan, sengketa lahan dengan pihak desa ini mengakibatkan lapangan lompat jauh dan lapangan sepak takraw menjadi korban. Karena itu, aktivitas belajar khususnya kegiatan ekstrakurikuler menjadi terganggu.

“Sejarahnya sebelum dicaplok pihak desa, lahan itu masih dalam sengketa dengan salah satu warga yang bernama Sunari. Sunari mengaku mempunyai sertifikat tanah tersebut sejak tahun 1997. Sedangkan, sekolah ini sudah dibangun sejak tahun 1976. Karena itu kamipun meminta Sunari untuk mengajukan ke pengadilan. Namun, hingga saat ini Sunari enggan mengajukan sengketa ke pengadilan. Kami juga memohon kepada pemerintah untuk menyelesaikan sengketa ini secara hukum supaya dibuktikan kebenarannya di pengadilan,” papar pria yang juga menjadi perangkat desa ini.

Baca Juga :  Ansor Pati Sebut Ponpes di Eks Lokalisasi LI Mirip Aroma Prostitusi

Belum selesai sengketa tersebut, lanjut Yong Sumarsono, tiba-tiba pihak desa meminta sepetak lahan SDN Dukuhseti 2 untuk dijadikan tempat parkir balai desa. Pihak desa pun sudah membuat pondasi di lahan itu pada bulan Maret lalu. Yang mana membuat dua lapangan sepak takraw terpotong dan juga lapangan lompat jauh.

Dia menambahkan, pihaknya sangat menyayangkan hal tersebut. Mengingat, cabang olahraga sepak takraw sendiri telah menjadi prestasi andalan di sekolah tersebut, baik tingkat kabupaten hingga provinsi. Bahkan, sudah diakui oleh KONI Pati menjadi pusat pembinaan olahraga sepak takraw berprestasi.

Sementara itu, Kepala SD Negeri Dukuhseti 02 Supriyadi mengaku tidak tahu menahu tentang aksi mogok belajar yang dilakukan oleh para siswanya. Dirinya mengaku mendapat pemberitahuan melalui grup WA komite dan wali murid yang menginginkan aksi mogok ini.

“Baru tadi pagi tahu di grup WA. Belum tahu sampai kapan aksi mogok ini akan dilakukan,” paparnya. Sementara itu, Kepala Desa Dukuhseti Ahmad Rifa’i belum mau memberikan tanggapan atas kasus tersebut. Dia mengaku masih ada urusan. (aua/him)






Reporter: Achmad Ulil Albab

PATI – Siswa-siswa SD Negeri Dukuhseti 02 melakukan aksi mogok belajar, Selasa (17/5). Hal ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap pencaplokan tanah sekolahan oleh pihak desa setempat. Tak hanya itu, aksi mogok belajar ini juga didukung para wali murid dan komite sekolah.

Baca Juga : Masuki Hari Ke-4, Pencarian Pemuda Asal Lasem Yang Hilang di Sungai Juwana Masih Nihil

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus, nampak sejumlah spanduk bernada protes juga terpasang di pintu gerbang sekolah. Yakni, bertuliskan UTAMAKAN KEPENTINGAN PENDIDIKAN, KEMBALIKAN FASILITAS SEKOLAH UNTUK MENUNJANG KEGIATAN ANAK DIDIK.

Komite SD Negeri Dukuhseti 02, Yong Sumarsono mengungkapkan, sengketa lahan dengan pihak desa ini mengakibatkan lapangan lompat jauh dan lapangan sepak takraw menjadi korban. Karena itu, aktivitas belajar khususnya kegiatan ekstrakurikuler menjadi terganggu.

“Sejarahnya sebelum dicaplok pihak desa, lahan itu masih dalam sengketa dengan salah satu warga yang bernama Sunari. Sunari mengaku mempunyai sertifikat tanah tersebut sejak tahun 1997. Sedangkan, sekolah ini sudah dibangun sejak tahun 1976. Karena itu kamipun meminta Sunari untuk mengajukan ke pengadilan. Namun, hingga saat ini Sunari enggan mengajukan sengketa ke pengadilan. Kami juga memohon kepada pemerintah untuk menyelesaikan sengketa ini secara hukum supaya dibuktikan kebenarannya di pengadilan,” papar pria yang juga menjadi perangkat desa ini.

Baca Juga :  Pesisir Pati Terancam Abrasi, 51 Desa Dibentengi Green Belt

Belum selesai sengketa tersebut, lanjut Yong Sumarsono, tiba-tiba pihak desa meminta sepetak lahan SDN Dukuhseti 2 untuk dijadikan tempat parkir balai desa. Pihak desa pun sudah membuat pondasi di lahan itu pada bulan Maret lalu. Yang mana membuat dua lapangan sepak takraw terpotong dan juga lapangan lompat jauh.

Dia menambahkan, pihaknya sangat menyayangkan hal tersebut. Mengingat, cabang olahraga sepak takraw sendiri telah menjadi prestasi andalan di sekolah tersebut, baik tingkat kabupaten hingga provinsi. Bahkan, sudah diakui oleh KONI Pati menjadi pusat pembinaan olahraga sepak takraw berprestasi.

Sementara itu, Kepala SD Negeri Dukuhseti 02 Supriyadi mengaku tidak tahu menahu tentang aksi mogok belajar yang dilakukan oleh para siswanya. Dirinya mengaku mendapat pemberitahuan melalui grup WA komite dan wali murid yang menginginkan aksi mogok ini.

“Baru tadi pagi tahu di grup WA. Belum tahu sampai kapan aksi mogok ini akan dilakukan,” paparnya. Sementara itu, Kepala Desa Dukuhseti Ahmad Rifa’i belum mau memberikan tanggapan atas kasus tersebut. Dia mengaku masih ada urusan. (aua/him)






Reporter: Achmad Ulil Albab

Most Read

Artikel Terbaru

/