alexametrics
26.6 C
Kudus
Monday, May 16, 2022

Target Retribusi TPI Juwana Naik Jadi Rp 11,9 Miliar Beratkan Nelayan 

PATI – Pemkab Pati tahun ini kembali menaikkan target tarif retribusi  tempat pelelangan ikan (TPI) Juwana Unit 2 menjadi Rp 11.950 miliar selama satu tahun (2022). Kenaikan ini, dinilai pihak TPI memberatkan para nelayan Juwana.

Hal tersebut diungkapkan Kepala TPI Juwana Unit 2 Budi Suprapto. Menurutnya, kenaikan retribusi TPI berimplikasi pada naiknya pungutan terhadap nelayan maupun pelelang ikan.

Ditambah lagi awal tahun hasil tangkapan para nelayan menurun.  Sejurus dengan itu daya beli masyarakat akibat pandemi Covid-19 juga belum pulih.


Dalam tiga tahun terakhir tingkat kenaikan tarif retribusi di TPI 2 Juwana cukup tajam. Dari 2019 retribusinya Rp 7,5 miliar per tahun, di 2021 naik drastis menjadi Rp 11 miliar.  Sedangkan tahun ini dinaikkan menjadi Rp 11.950 miliar. Jadi ada kenaikan Rp 950 juta dibanding tahun lalu.

”Terus terang dengan kenaikan yang begitu tajam ini sangat berat. Memang pendapatan hasil tangkapannya sedikit. Untuk perbekalan kapal saja butuh modal yang besar, apalagi mereka bagi pemilik kapal modalnya kecil,” tandas Budi.

Baca Juga :  Capaian Vaksinasi Lansia di Pati Masih Seret, Dinkes Beri Penjelasan

Dia menyayangkan kenaikan tarif retribusi ini. Soalnya tahun lalu TPI 2 Juwana belum mampu memenuhi target Retribusi yang diajukan oleh Pemkab. ”Retribusi kali ini naiknya hampir 1/10. Kemarin saja Belum tercapai malah ditambah lagi,”.

Kendati demikian, pihaknya akan berusaha menarik retribusi semaksimal mungkin. Langkah yang akan diambil pengelola TPI. Salah satu upaynya, melakukan komunikasi yang baik kepada pihak-pihak terkait TPI.

Lalu, meminta nelayan untuk melakukan lelang lebih banyak. Lanjut dia, sayangnya bila cara ini tidak dilakukan secara optimal malah akan merugikan banyak pihak.

”Kami akan meminta lelang lebih banyak karena target retribusi tinggi. Tapi resikonya Kalau lelang terlalu banyak kami juga bisa rugi. Sehingga kami terus mencari win-win solution. Jadi juga berusaha untuk bisa tau perasaan mereka. Tidak semena-mena,” tutupnya. (adr/him)

 






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Pemkab Pati tahun ini kembali menaikkan target tarif retribusi  tempat pelelangan ikan (TPI) Juwana Unit 2 menjadi Rp 11.950 miliar selama satu tahun (2022). Kenaikan ini, dinilai pihak TPI memberatkan para nelayan Juwana.

Hal tersebut diungkapkan Kepala TPI Juwana Unit 2 Budi Suprapto. Menurutnya, kenaikan retribusi TPI berimplikasi pada naiknya pungutan terhadap nelayan maupun pelelang ikan.

Ditambah lagi awal tahun hasil tangkapan para nelayan menurun.  Sejurus dengan itu daya beli masyarakat akibat pandemi Covid-19 juga belum pulih.

Dalam tiga tahun terakhir tingkat kenaikan tarif retribusi di TPI 2 Juwana cukup tajam. Dari 2019 retribusinya Rp 7,5 miliar per tahun, di 2021 naik drastis menjadi Rp 11 miliar.  Sedangkan tahun ini dinaikkan menjadi Rp 11.950 miliar. Jadi ada kenaikan Rp 950 juta dibanding tahun lalu.

”Terus terang dengan kenaikan yang begitu tajam ini sangat berat. Memang pendapatan hasil tangkapannya sedikit. Untuk perbekalan kapal saja butuh modal yang besar, apalagi mereka bagi pemilik kapal modalnya kecil,” tandas Budi.

Baca Juga :  Persit Kodim Pati Bagi Ratusan Nasi dan Masker

Dia menyayangkan kenaikan tarif retribusi ini. Soalnya tahun lalu TPI 2 Juwana belum mampu memenuhi target Retribusi yang diajukan oleh Pemkab. ”Retribusi kali ini naiknya hampir 1/10. Kemarin saja Belum tercapai malah ditambah lagi,”.

Kendati demikian, pihaknya akan berusaha menarik retribusi semaksimal mungkin. Langkah yang akan diambil pengelola TPI. Salah satu upaynya, melakukan komunikasi yang baik kepada pihak-pihak terkait TPI.

Lalu, meminta nelayan untuk melakukan lelang lebih banyak. Lanjut dia, sayangnya bila cara ini tidak dilakukan secara optimal malah akan merugikan banyak pihak.

”Kami akan meminta lelang lebih banyak karena target retribusi tinggi. Tapi resikonya Kalau lelang terlalu banyak kami juga bisa rugi. Sehingga kami terus mencari win-win solution. Jadi juga berusaha untuk bisa tau perasaan mereka. Tidak semena-mena,” tutupnya. (adr/him)

 






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/