alexametrics
31.4 C
Kudus
Friday, July 1, 2022

Mampu Deteksi Dinding dan Genangan Air

Tongkat Listrik Mudahkan Penyandang Tunanetra di Pati

PATI – Kaum disabilitas tunanetra akan mendapatkan tongkat elektrik yang baru-baru ini dikembangkan Kementerian Sosial (Kemensos). Namanya, tongkat penuntun adaptif. Alat tersebut secara otomatis bisa mendeteksi dinding hingga air yang mengganggu jalan.

Terlihat 7-8 kaum disabilitas yang termasuk dalam anggota Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia(PPDI) Pati merakit tongkat itu di Balai Margolaras Pati kemarin. Mereka disibukkan mencoba tongkat itu untuk didemonstrasikan.

”Saat ini kami diberdayakan Kemensos agar bisa merakit tongkat adaptif ini. Soalnya ini baru pertama kali. Jadi biar teman-teman tunanetra pada tahu kalau ada tongkat ini,” papar Suratno, ketua PPDI Pati.


Lanjut Suratno, tongkat ini bisa mendeteksi api, gas, air, dan rintangan lainnya. Misalnya, jarak satu meter ada dinding yang menghadang, maka alat tersebut akan berbunyi, getar, dan nyala lampunya.

”Jadi teman-teman tunanetra, tunarungu bisa ancang-ancang. Bisa menyingkir jika ada dinding atau halangan lain. Alatnya pun gratis dan bisa bertahan 8-9 jam,” lanjutnya.

Baca Juga :  Pemkab Pati Anggarkan Perbaikan Jalur Lambat Senilai Rp 400 Juta

Di sisi lain, Kepala BRSPDM Margolaras Pati Jiwaningsih menambahkan, alat bantu disabilitas tongkat adaptif ini salah satu program Kemensos melewati 41 balai Margolaras di Indoneia. Pihaknya, mendapatkan amanah untuk membuat 200 tongkat adaptif di wilayah kerjanya.

“Sementara ini di Pati ada 24. Kemudian Kudus 54 orang. Secara keseluruhan sudah ada 236 yang mengajukan ke kami. Nanti kami buat 350 tongkat untuk yang membutuhkan,” jelasnya.

Dia menuturkan, pengadaan tongkat ini tak hanya sekaligus jadi saja. Melainkan, harus ada pemberdayaan bagi kaum disabilitas. ”Jadi Bu Menteri (Risma, Red) tidak hanya semata-mata dibuatkan saja untuk kaum tunanetra. Tapi ada pemberdayaannya. Disosialisasi dan diinstruksikan bagaimana cara merakitnya,” pungkasnya. (adr)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Kaum disabilitas tunanetra akan mendapatkan tongkat elektrik yang baru-baru ini dikembangkan Kementerian Sosial (Kemensos). Namanya, tongkat penuntun adaptif. Alat tersebut secara otomatis bisa mendeteksi dinding hingga air yang mengganggu jalan.

Terlihat 7-8 kaum disabilitas yang termasuk dalam anggota Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia(PPDI) Pati merakit tongkat itu di Balai Margolaras Pati kemarin. Mereka disibukkan mencoba tongkat itu untuk didemonstrasikan.

”Saat ini kami diberdayakan Kemensos agar bisa merakit tongkat adaptif ini. Soalnya ini baru pertama kali. Jadi biar teman-teman tunanetra pada tahu kalau ada tongkat ini,” papar Suratno, ketua PPDI Pati.

Lanjut Suratno, tongkat ini bisa mendeteksi api, gas, air, dan rintangan lainnya. Misalnya, jarak satu meter ada dinding yang menghadang, maka alat tersebut akan berbunyi, getar, dan nyala lampunya.

”Jadi teman-teman tunanetra, tunarungu bisa ancang-ancang. Bisa menyingkir jika ada dinding atau halangan lain. Alatnya pun gratis dan bisa bertahan 8-9 jam,” lanjutnya.

Baca Juga :  Pengendara Perlu Waspada, Begal Payudara Kembali Berulah di Pati

Di sisi lain, Kepala BRSPDM Margolaras Pati Jiwaningsih menambahkan, alat bantu disabilitas tongkat adaptif ini salah satu program Kemensos melewati 41 balai Margolaras di Indoneia. Pihaknya, mendapatkan amanah untuk membuat 200 tongkat adaptif di wilayah kerjanya.

“Sementara ini di Pati ada 24. Kemudian Kudus 54 orang. Secara keseluruhan sudah ada 236 yang mengajukan ke kami. Nanti kami buat 350 tongkat untuk yang membutuhkan,” jelasnya.

Dia menuturkan, pengadaan tongkat ini tak hanya sekaligus jadi saja. Melainkan, harus ada pemberdayaan bagi kaum disabilitas. ”Jadi Bu Menteri (Risma, Red) tidak hanya semata-mata dibuatkan saja untuk kaum tunanetra. Tapi ada pemberdayaannya. Disosialisasi dan diinstruksikan bagaimana cara merakitnya,” pungkasnya. (adr)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/