alexametrics
30 C
Kudus
Friday, May 13, 2022

Momen Natal dan Tahun Baru, Semua Alun-Alun di Pati Digelapkan

PATI – Untuk mengantisipasi kerumunan saat perayaan Natal dan tahun baru (Nataru) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati akan menutup alun-alun. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah kerumunan yang dapat memicu penularan Covid-19.

Bupati Haryanto mengatakan, semua alun-alun yang ada di Pati akan ditutup. Menurutnya, ini dalam rangka mengantisipasi lonjakan atau penularan korona di Kota Mina Tani.

Ia menyebutkan sejumlah alun-alun yang akan ditutup di Kabupaten Pati. Seperti, Alun-alun Juwana, Tayu, Jakenan. ”Terpaksa akan ditutup untuk menghindari kerumunan. Jadi semua alun-alun,” tegasnya.


Selain melakukan  penutupan pada sejumlah alun-alun, pihaknya juga akan mematikan aliran listrik yang ada di tempat tersebut. ”Yang biasa pukul 20.00 dimatikan, nanti mulai dari sore kami matikan. Ini sebagai antisipasi dalam rangka mencegah dalam merayakan tahun baru,” tuturnya.

Penutupan alun-alun maupun pemadaman ini akan dilakukan pada puncak pergantian tahun baru. Yakni pada 31 Desember hingga 1 Januari nantinya.

Kondisi ini diungkapkan bupati memang berbeda dengan tahun sebelum adanya pandemi. Jika pada masa sebelum pandemi tahun baru di Pati dirayakan dengan semarak, kini pihaknya harus merasa memperketat aturan untuk meminimalisasi penyebaran.

Baca Juga :  Klik Pasopati, Polisi Mendatangimu

“Kalau tahun baru dulu dirayakan mengundang artis. Kalau hari ini tidak bisa. Apa boleh buat,” paparnya.

Tak hanya itu, Haryanto juga melarang perayaan seperti pesta kembang api dan arak-arakan saat Nataru nantinya.

Lanjut ia, kebijakan ini bersumber pada petunjuk Pemerintah Pusat. Dimana dalam pelaksaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level dua, daerah dilarang menggelar acara yang menimbulkan keramaian.

Dipastikan, acara pesta kembang api dan perayaan yang menimbulkan keramaian dalam libur Nataru tahun ini tidak ada.

”Jadi tidak ada acara pesta kembang api, kumpul-kumpul, kemudian perayaan tidak ada,” tegasnya.

Haryanto menyampaikan, saat ini Pemkab Pati tengah fokus untuk memutus rantai penyebaran virus sekaligus menurunkan jumlah kasus positif Covid-19 di wilayahnya. Ditambah, melakukan percepatan vaksinasi hingga mencapai 70 persen dari total target satu juta penduduk.

”Tidak ada kegiatan perayaan Natal dan tahun baru. Jadi tidak ada acara pesta kembang api, kumpul-kumpul, kemudian perayaan tidak ada,” pungkasnya. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Untuk mengantisipasi kerumunan saat perayaan Natal dan tahun baru (Nataru) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati akan menutup alun-alun. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah kerumunan yang dapat memicu penularan Covid-19.

Bupati Haryanto mengatakan, semua alun-alun yang ada di Pati akan ditutup. Menurutnya, ini dalam rangka mengantisipasi lonjakan atau penularan korona di Kota Mina Tani.

Ia menyebutkan sejumlah alun-alun yang akan ditutup di Kabupaten Pati. Seperti, Alun-alun Juwana, Tayu, Jakenan. ”Terpaksa akan ditutup untuk menghindari kerumunan. Jadi semua alun-alun,” tegasnya.

Selain melakukan  penutupan pada sejumlah alun-alun, pihaknya juga akan mematikan aliran listrik yang ada di tempat tersebut. ”Yang biasa pukul 20.00 dimatikan, nanti mulai dari sore kami matikan. Ini sebagai antisipasi dalam rangka mencegah dalam merayakan tahun baru,” tuturnya.

Penutupan alun-alun maupun pemadaman ini akan dilakukan pada puncak pergantian tahun baru. Yakni pada 31 Desember hingga 1 Januari nantinya.

Kondisi ini diungkapkan bupati memang berbeda dengan tahun sebelum adanya pandemi. Jika pada masa sebelum pandemi tahun baru di Pati dirayakan dengan semarak, kini pihaknya harus merasa memperketat aturan untuk meminimalisasi penyebaran.

Baca Juga :  Mesin Keluarkan Debu Hitam, PG Trangkil Pati Fasilitasi Keluhan Warga

“Kalau tahun baru dulu dirayakan mengundang artis. Kalau hari ini tidak bisa. Apa boleh buat,” paparnya.

Tak hanya itu, Haryanto juga melarang perayaan seperti pesta kembang api dan arak-arakan saat Nataru nantinya.

Lanjut ia, kebijakan ini bersumber pada petunjuk Pemerintah Pusat. Dimana dalam pelaksaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level dua, daerah dilarang menggelar acara yang menimbulkan keramaian.

Dipastikan, acara pesta kembang api dan perayaan yang menimbulkan keramaian dalam libur Nataru tahun ini tidak ada.

”Jadi tidak ada acara pesta kembang api, kumpul-kumpul, kemudian perayaan tidak ada,” tegasnya.

Haryanto menyampaikan, saat ini Pemkab Pati tengah fokus untuk memutus rantai penyebaran virus sekaligus menurunkan jumlah kasus positif Covid-19 di wilayahnya. Ditambah, melakukan percepatan vaksinasi hingga mencapai 70 persen dari total target satu juta penduduk.

”Tidak ada kegiatan perayaan Natal dan tahun baru. Jadi tidak ada acara pesta kembang api, kumpul-kumpul, kemudian perayaan tidak ada,” pungkasnya. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/