alexametrics
25.5 C
Kudus
Thursday, May 26, 2022

OPD di Pati Jadi Percontohan Penerapan PeduliLindungi

PATI – Realisasi aplikasi PeduliLindungi di Kabupaten Pati dilakukan secara bertahap. Saat ini, baru menyasar organisasi perangkat daerah (OPD) atau perkantoran.

PeduliLindungi merupakan aplikasi yang dikembangkan untuk membantu instansi pemerintah. Fungsinya untuk melakukan pelacakan digital. Juga menghentikan penyebaran virus korona.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) pati Indriyanto mengatakan, sampai saat ini pihak pemerintah baru menerapkan aplikasi peduli lindungi itu di kantor OPD. Namun itupun menurut Indriyanto masih sebagian dan belum menyeluruh.


”Untuk OPD yang sudah di antaranya, Diskominfo, Dinkop UMKM, perhotelan di Hotel Safin,” katanya.

Sedangkan untuk OPD lain yang belum menerapkan aplikasi peduli lindungi. Menurut Indriyanto, masih dalam proses. Terutama melalui proses permohonan ke kementerian kesehatan.

”OPD yang lain menyusul, ini masih proses. Menunggu quick response  (QR) code dari kementerian kesehatan,” tambahnya.

Sementara itu, untuk tempat publik, lanjut dia, prosesnya pengajuan tidak melalui Diskominfo Pati. Melainkan, langsung ke Kominfo pusat. ”Yang bersangkutan mengajukan sendiri-sendiri. Langsung ke pusat. Disini untuk perkantoran,” paparnya.

Baca Juga :  Formasi 570 Perangkat Desa Di Pati Kosong, Begini Penjelasan Bupati

Upaya penerapan aplikasi ini diterapkan diperkantoran sebagai bagian percontohan. Serta membatasi masyarakat agar tidak berkerumun.

Terkait aplikasi ini, nantinya akan mendapatkan notifikasi jika berada di keramaian atau di kawasan zona merah. Pengguna juga akan mendapatkan peringatan jika di lokasi mereka berada terdapat orang yang terinfeksi covid-19 positif atau ada pasien dalam pengawasan.

”Jadi aplikasinya bisa diunduh di PlayStore. Tidak dikenakan biaya. Hanya mendaftar di aplikasi,” tuturnya.

Aplikasi ini sangat berguna bagi petugas di bandara, pusat perbelanjaan atau di tempat lainnya untuk mengetahui apakah seseorang sudah menjalani program vaksinasi atau belum. ”Hanya dengan menunjukkan atau lewat fitur pindai QR code. Nanti akan ditampilkan data vaksinasinya,” pungkasnya. (him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Realisasi aplikasi PeduliLindungi di Kabupaten Pati dilakukan secara bertahap. Saat ini, baru menyasar organisasi perangkat daerah (OPD) atau perkantoran.

PeduliLindungi merupakan aplikasi yang dikembangkan untuk membantu instansi pemerintah. Fungsinya untuk melakukan pelacakan digital. Juga menghentikan penyebaran virus korona.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) pati Indriyanto mengatakan, sampai saat ini pihak pemerintah baru menerapkan aplikasi peduli lindungi itu di kantor OPD. Namun itupun menurut Indriyanto masih sebagian dan belum menyeluruh.

”Untuk OPD yang sudah di antaranya, Diskominfo, Dinkop UMKM, perhotelan di Hotel Safin,” katanya.

Sedangkan untuk OPD lain yang belum menerapkan aplikasi peduli lindungi. Menurut Indriyanto, masih dalam proses. Terutama melalui proses permohonan ke kementerian kesehatan.

”OPD yang lain menyusul, ini masih proses. Menunggu quick response  (QR) code dari kementerian kesehatan,” tambahnya.

Sementara itu, untuk tempat publik, lanjut dia, prosesnya pengajuan tidak melalui Diskominfo Pati. Melainkan, langsung ke Kominfo pusat. ”Yang bersangkutan mengajukan sendiri-sendiri. Langsung ke pusat. Disini untuk perkantoran,” paparnya.

Baca Juga :  Jalan Rusak di Pantura Batangan Pati bakal Dibongkar dan Dicor Lagi

Upaya penerapan aplikasi ini diterapkan diperkantoran sebagai bagian percontohan. Serta membatasi masyarakat agar tidak berkerumun.

Terkait aplikasi ini, nantinya akan mendapatkan notifikasi jika berada di keramaian atau di kawasan zona merah. Pengguna juga akan mendapatkan peringatan jika di lokasi mereka berada terdapat orang yang terinfeksi covid-19 positif atau ada pasien dalam pengawasan.

”Jadi aplikasinya bisa diunduh di PlayStore. Tidak dikenakan biaya. Hanya mendaftar di aplikasi,” tuturnya.

Aplikasi ini sangat berguna bagi petugas di bandara, pusat perbelanjaan atau di tempat lainnya untuk mengetahui apakah seseorang sudah menjalani program vaksinasi atau belum. ”Hanya dengan menunjukkan atau lewat fitur pindai QR code. Nanti akan ditampilkan data vaksinasinya,” pungkasnya. (him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/