alexametrics
27.5 C
Kudus
Sunday, May 29, 2022

Balar Yogyakarta Sebut Wilayah Pegunungan Muria Banyak Situs Sejarah

PATI – Tim peneliti dari Balai Arkeologi Yogyakarta bakal melakukan ekskavasi hasil observasi beberapa situs diduga benda cagar budaya di wilayah Pegunungan Muria Kabupaten Pati. Hal itu diungkapkan salah satu tim peneliti Herry Priswanto.

Ekskavasi merupakan penggalian yang dilakukan di tempat yang mengandung benda purbakala. Salah satu teknik pengumpulan data melalui penggalian tanah yang dilakukan secara sistematik.

“Rencananya (penggalian) di Kecamatan Gembong dan Tlogowungu. Ada banyak temuan situs-situs di dua kecamatan tersebut,” jelas Herry.


Untuk diketahui dalam laporan kemajuan yang dihimpunnya bersama tim, dari hasil survei arkeologi di Kecamatan Tlogowungu ada beberapa situs. Antara lain Situs Pomahan Ajar di Dukuh Pangonan, Desa Gunungsari, Situs Watu Payon di Dukuh Pangonan Desa Gunungsari, dan Candi Waloh di Desa Gunungsari.

Sedangkan di Kecamatan Gembong temuan survei adalah Prasasti Jolong di Desa Bageng, Lumpang Batu di Dukuh Beji Desa Plukaran, dan temuan data artefak yang disimpan oleh warga Desa Bageng.

Baca Juga :  Truk Tangki Tabrak Mobil Jenazah di Pati, Satu Pengantar Jenazah Meninggal

Selain di dua kecamatan tersebut, observasi yang dilakukan sejak 11 September hingga 15 September itu juga menyasar wilayah Kecamatan Margorejo, Kecamatan Pati, Kayen, Winong dan Tambakromo.

Di Kecamatan Margorejo diobservasi sendang Mbah Gamirah di Desa Sukoharjo, di Pati ada situs sawah candi, dan situs waru gong. Sedangkan di Desa Kayen ada situs candi, di Kecamatan Winong Yoni Dukuh Gunungpati, Situs Godo, dan di Kecamatan Tambakromo lingga dukuh Krajan Desa Sinomwidodo.

Sebaran benda bersejarah yang ada di kawasan Pegunungan Muria, Kabupaten Pati diperkirakan peninggalan kerajaan era Hindu/Budha.

Mengingat wilayah Muria yang menyimpan banyak jejak peradaban masa lampau, penting untuk diperhatikan bersama. Seperti perlunya sosialisasi aturan tentang Undang-Undang Cagar Budaya. Hal ini untuk melindungi warisan sejarah tersebut, agar tak hilang atau rusak. (him)






Reporter: Achmad Ulil Albab

PATI – Tim peneliti dari Balai Arkeologi Yogyakarta bakal melakukan ekskavasi hasil observasi beberapa situs diduga benda cagar budaya di wilayah Pegunungan Muria Kabupaten Pati. Hal itu diungkapkan salah satu tim peneliti Herry Priswanto.

Ekskavasi merupakan penggalian yang dilakukan di tempat yang mengandung benda purbakala. Salah satu teknik pengumpulan data melalui penggalian tanah yang dilakukan secara sistematik.

“Rencananya (penggalian) di Kecamatan Gembong dan Tlogowungu. Ada banyak temuan situs-situs di dua kecamatan tersebut,” jelas Herry.

Untuk diketahui dalam laporan kemajuan yang dihimpunnya bersama tim, dari hasil survei arkeologi di Kecamatan Tlogowungu ada beberapa situs. Antara lain Situs Pomahan Ajar di Dukuh Pangonan, Desa Gunungsari, Situs Watu Payon di Dukuh Pangonan Desa Gunungsari, dan Candi Waloh di Desa Gunungsari.

Sedangkan di Kecamatan Gembong temuan survei adalah Prasasti Jolong di Desa Bageng, Lumpang Batu di Dukuh Beji Desa Plukaran, dan temuan data artefak yang disimpan oleh warga Desa Bageng.

Baca Juga :  Dua Hari Tenggelam di Sungai, Seorang Pria Warga Pati Belum Ditemukan

Selain di dua kecamatan tersebut, observasi yang dilakukan sejak 11 September hingga 15 September itu juga menyasar wilayah Kecamatan Margorejo, Kecamatan Pati, Kayen, Winong dan Tambakromo.

Di Kecamatan Margorejo diobservasi sendang Mbah Gamirah di Desa Sukoharjo, di Pati ada situs sawah candi, dan situs waru gong. Sedangkan di Desa Kayen ada situs candi, di Kecamatan Winong Yoni Dukuh Gunungpati, Situs Godo, dan di Kecamatan Tambakromo lingga dukuh Krajan Desa Sinomwidodo.

Sebaran benda bersejarah yang ada di kawasan Pegunungan Muria, Kabupaten Pati diperkirakan peninggalan kerajaan era Hindu/Budha.

Mengingat wilayah Muria yang menyimpan banyak jejak peradaban masa lampau, penting untuk diperhatikan bersama. Seperti perlunya sosialisasi aturan tentang Undang-Undang Cagar Budaya. Hal ini untuk melindungi warisan sejarah tersebut, agar tak hilang atau rusak. (him)






Reporter: Achmad Ulil Albab

Most Read

Artikel Terbaru

/