alexametrics
27.1 C
Kudus
Tuesday, September 27, 2022

Buat Bendera Raksasa, Karangtaruna di Pati Butuh 8 Penjahit dan Memakan Waktu 17 Jam

PATI – Tak main-main, karangtaruna Desa Mojomulyo, Tambakromo membuat bendera merah-putih lebarnya 3 meter, panjangnya 770 meter. Pembuatan bendera itu dibutuhkan waktu hingga 17 jam. Penjahitnya hanya delapan orang.

Sejak Kamis (11/8) malam para penjahit Desa Mojomulyo ini disibukkan dengan pesanan bendera. Sebanyak delapan ibu-ibu menjahit bendera kemerdekaan RI sepanjang 770 m, lebar 3 m. Pembuatan bendera itu sesuai tema kemerdekaan RI ke 77.

”Kami mulai malam Jumat (11/8) lalu membuat bendera. Totalnya ada 10 orang. Delapan menjahit, sisanya ikut membantu (melipat bendera). Mereka murni warga setempat. Para penjahit kami memang punya basik konveksi,” kata Ketua Karangtaruna Desa Mojomulyo, Tambakromo Hadi.


Pembuatan bendera tersebut ditarget dua hari rampung. Akan tetapi 17 jam sudah selesai. ”Sehari semalam sudah selesai bendera itu. Kurang lebih 14 jam untuk menjahit. Melipat benderanya 3 jam. Jadi totalnya 17 jam,” ujarnya.

KARANGTARUNA DESA MOJOMULYO FOR RADAR KUDUS

Kendalanya pada kain berwarna merah. Kainnya sulit didapatkan. Cari kemana-mana hingga luar kota sulit didapat. ”Sebelumnya pemesan bendera ini mencari-cari konveksi yang bisa menjahit bendera sebesar itu. Dicari dari Semarang, Tegal, Pekalongan, dan kota lainnya tak bisa memenuhi permintaan. Tak tahu kenapa, desa kami malah bisa,” tambah Kepala Desa (Kades) Mojomulyo Kosim.

Baca Juga :  Komisi D DPRD Pati Minta Perpanjangan Bahas Tiga Perda

Kosim menuturkan, setelah penjahitan bendera selesai karangtaruna menyerahkan Sang Merah Putih kepada Polres Pati. Itu merupakan sumbangsih pihaknya kepada pihak kepolisian.

”Penyerahannya pada Senin (15/8) pukul 11.00. Bendera tersebut dimasukkan peti untuk diamankan. Nantinya bendera tersebut akan dikibarkan bersama-sama (Polri, TNI, dan masyarakat) di Juwana,” tuturnya.

Dia mengatakan, adanya pembuatan bendera tersebut ini bukti bahwa masyarakat cinta kepada negara. Menghormati jasa para pahlawan dengan turut andil dalam merayakan kemerdekaan RI.

”Karangtaruna, Polres, TNI, Masyarakat ikut memantau dan turut andil dalam merayakan kemerdekaan RI. Ini bentuk kekompakan dan kepedulian kepada bangsa ini. Harapannya ini bisa masuk rekor muri. Kedepan semoga bisa melangsungkan acara ini dengan lebih baik lagi,” pungkasnya. (adr)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Tak main-main, karangtaruna Desa Mojomulyo, Tambakromo membuat bendera merah-putih lebarnya 3 meter, panjangnya 770 meter. Pembuatan bendera itu dibutuhkan waktu hingga 17 jam. Penjahitnya hanya delapan orang.

Sejak Kamis (11/8) malam para penjahit Desa Mojomulyo ini disibukkan dengan pesanan bendera. Sebanyak delapan ibu-ibu menjahit bendera kemerdekaan RI sepanjang 770 m, lebar 3 m. Pembuatan bendera itu sesuai tema kemerdekaan RI ke 77.

”Kami mulai malam Jumat (11/8) lalu membuat bendera. Totalnya ada 10 orang. Delapan menjahit, sisanya ikut membantu (melipat bendera). Mereka murni warga setempat. Para penjahit kami memang punya basik konveksi,” kata Ketua Karangtaruna Desa Mojomulyo, Tambakromo Hadi.

Pembuatan bendera tersebut ditarget dua hari rampung. Akan tetapi 17 jam sudah selesai. ”Sehari semalam sudah selesai bendera itu. Kurang lebih 14 jam untuk menjahit. Melipat benderanya 3 jam. Jadi totalnya 17 jam,” ujarnya.

KARANGTARUNA DESA MOJOMULYO FOR RADAR KUDUS

Kendalanya pada kain berwarna merah. Kainnya sulit didapatkan. Cari kemana-mana hingga luar kota sulit didapat. ”Sebelumnya pemesan bendera ini mencari-cari konveksi yang bisa menjahit bendera sebesar itu. Dicari dari Semarang, Tegal, Pekalongan, dan kota lainnya tak bisa memenuhi permintaan. Tak tahu kenapa, desa kami malah bisa,” tambah Kepala Desa (Kades) Mojomulyo Kosim.

Baca Juga :  Enam Kecamatan di Pati Dikepung Banjir, Ini Daftar Desa Yang Terendam

Kosim menuturkan, setelah penjahitan bendera selesai karangtaruna menyerahkan Sang Merah Putih kepada Polres Pati. Itu merupakan sumbangsih pihaknya kepada pihak kepolisian.

”Penyerahannya pada Senin (15/8) pukul 11.00. Bendera tersebut dimasukkan peti untuk diamankan. Nantinya bendera tersebut akan dikibarkan bersama-sama (Polri, TNI, dan masyarakat) di Juwana,” tuturnya.

Dia mengatakan, adanya pembuatan bendera tersebut ini bukti bahwa masyarakat cinta kepada negara. Menghormati jasa para pahlawan dengan turut andil dalam merayakan kemerdekaan RI.

”Karangtaruna, Polres, TNI, Masyarakat ikut memantau dan turut andil dalam merayakan kemerdekaan RI. Ini bentuk kekompakan dan kepedulian kepada bangsa ini. Harapannya ini bisa masuk rekor muri. Kedepan semoga bisa melangsungkan acara ini dengan lebih baik lagi,” pungkasnya. (adr)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru