alexametrics
24.8 C
Kudus
Tuesday, August 9, 2022

Tak Terima Rudy Jadi Tersangka Pembunuhan, Ratusan Warga Bendar Geruduk PN Pati

PATI – Warga Desa Bendar, Juwana datangi Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Pati kemarin. Unjuk rasa tersebut bentuk dukungan kepada Rudy H yang tengah menjalani praperadilan.

Pada keterangan izin aksi tersebut, ada 150 warga Bendar yang mendatangi PN Pati. Terlihat emak-emak, pemuda, dan anak-anak ikut berunjuk rasa.

Salah satu anak, memegang selembar kertas. Isinya, Rudy tak bersalah. Lepaskan Rudy.


Emak-emak juga membawa spanduk bertuliskan “Hukum jangan runcing ke bawah, tumpul ke atas. Bebaskan Rudy”.

Rudy ini terjerat kasus dugaan pembunuhan di jalan Juwana-Jakenan pada Maret 2020 lalu. Penangkapan dirinya, pada April tahun ini. Polres Pati sebelumnya juga menetapkan tersangka dan Daftar Pencarian Orang (DPO).

Diwawancarai usai unjuk rasa, Paman Rudy, Siswanto mengatakan, bersama keluarga, dan warga Bendar pihaknya mendukung Rudy. Saudaranya itu, tak bersalah. Ingin dibebaskan.

”Kami semua mendukung Rudy. Soalnya, tak bersalah. Karena selama ini Rudy ada di rumah. Tak kabur alias DPO,” katanya.

Menurutnya, proses penetapan tersangka Rudy ini cacat hukum. Selama ini, Rudy tidak pernah dipanggil oleh Porles Pati. Sehingga ia kaget ketika Rudy ditangkap polisi.

Baca Juga :  36 Desa di Pati Belum Ajukan Pencairan Dana Desa, Apa Sebab?

”Rudy memang bekerja di kapal. Itu pun hanya 15-30 hari. Jadi tak bertahun-tahun. Pemerintah desa (Pemdes) setempat pun sudah memberi peryataan. Kalau tak pernah mendapat pemberitahuan dari kepolisian,” paparnya.

Di samping itu, dia menilai barang bukti BB yang diambil kepolisian itu bukan untuk pembunuhan. “Masak celurit untuk mengupas kelapa dan ikan digunakan sebagai BB,” lanjutnya.

Adanya unjuk rasa tersebut, pihaknya berharap, Rudy ini segera dibebaskan. Sehingga bisa kembali berkumpul bersama keluarga.

”Sudah dua bulan Rudy ditahan di Polres Pati. Kami di sini mendukung Rudy yang tak bersalah. Dia mengaku membunuh karena di bawah tekanan dan kekerasan dari kepolisian. Akhirnya dia mengaku,” imbuhnya.

Di waktu yang sama, pihak kuasa hukum Rudy tengah menjalani sidang praperadilan bersama perwakilan pihak Polres Pati dan Polda Jateng. Itu tertulis dalam perkara Nomor 3/Pid.Pra/2022/PN Pti.

”Tadi agenda sidang pembacaan permohonan praperadilan. Hakim ketuanya Nuny Defiary. Sidang ini berlangsung selama tujuh hari. Jadi maraton, selesai putusan pada pekan depan,” ujar Humas PN Pati Aris Dwi Hartoyo. (adr/war)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Warga Desa Bendar, Juwana datangi Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Pati kemarin. Unjuk rasa tersebut bentuk dukungan kepada Rudy H yang tengah menjalani praperadilan.

Pada keterangan izin aksi tersebut, ada 150 warga Bendar yang mendatangi PN Pati. Terlihat emak-emak, pemuda, dan anak-anak ikut berunjuk rasa.

Salah satu anak, memegang selembar kertas. Isinya, Rudy tak bersalah. Lepaskan Rudy.

Emak-emak juga membawa spanduk bertuliskan “Hukum jangan runcing ke bawah, tumpul ke atas. Bebaskan Rudy”.

Rudy ini terjerat kasus dugaan pembunuhan di jalan Juwana-Jakenan pada Maret 2020 lalu. Penangkapan dirinya, pada April tahun ini. Polres Pati sebelumnya juga menetapkan tersangka dan Daftar Pencarian Orang (DPO).

Diwawancarai usai unjuk rasa, Paman Rudy, Siswanto mengatakan, bersama keluarga, dan warga Bendar pihaknya mendukung Rudy. Saudaranya itu, tak bersalah. Ingin dibebaskan.

”Kami semua mendukung Rudy. Soalnya, tak bersalah. Karena selama ini Rudy ada di rumah. Tak kabur alias DPO,” katanya.

Menurutnya, proses penetapan tersangka Rudy ini cacat hukum. Selama ini, Rudy tidak pernah dipanggil oleh Porles Pati. Sehingga ia kaget ketika Rudy ditangkap polisi.

Baca Juga :  Perbaikan Sembilan Ruas Jalan di Pati Dimulai Juli, Ini Daftarnya

”Rudy memang bekerja di kapal. Itu pun hanya 15-30 hari. Jadi tak bertahun-tahun. Pemerintah desa (Pemdes) setempat pun sudah memberi peryataan. Kalau tak pernah mendapat pemberitahuan dari kepolisian,” paparnya.

Di samping itu, dia menilai barang bukti BB yang diambil kepolisian itu bukan untuk pembunuhan. “Masak celurit untuk mengupas kelapa dan ikan digunakan sebagai BB,” lanjutnya.

Adanya unjuk rasa tersebut, pihaknya berharap, Rudy ini segera dibebaskan. Sehingga bisa kembali berkumpul bersama keluarga.

”Sudah dua bulan Rudy ditahan di Polres Pati. Kami di sini mendukung Rudy yang tak bersalah. Dia mengaku membunuh karena di bawah tekanan dan kekerasan dari kepolisian. Akhirnya dia mengaku,” imbuhnya.

Di waktu yang sama, pihak kuasa hukum Rudy tengah menjalani sidang praperadilan bersama perwakilan pihak Polres Pati dan Polda Jateng. Itu tertulis dalam perkara Nomor 3/Pid.Pra/2022/PN Pti.

”Tadi agenda sidang pembacaan permohonan praperadilan. Hakim ketuanya Nuny Defiary. Sidang ini berlangsung selama tujuh hari. Jadi maraton, selesai putusan pada pekan depan,” ujar Humas PN Pati Aris Dwi Hartoyo. (adr/war)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/