26.4 C
Kudus
Tuesday, February 7, 2023

Produsen Miras di Pati Dihukum 1 Tahun 2 Bulan

PATI – Kuslik, tersangka kasus tempat pembuatan minuman keras (Miras) oplosan di wilayah Trangkil, Pati diputus hukuman penjara selama 1 tahun 2 bulan. Putusan itu lebih berat dari tuntutan jaksa selama satu tahun.

Tempat produksi miras oplosan milik Kuslik digerebek anggota Polres Pati pada Desember 2021. Omzet tempat produksi miras berkedok rumah di Desa Tegalhrajo, Trangkil itu tak tanggung-tanggung, mencapai ratusan juta rupiah.

Kapolres Pati AKBP Christian Tobing menjelaskan, pihaknya menyita alat produksi miras oplosan milik pelaku. Di antaranya tungku penyulingan, drum, dan botol-botol miras yang sudah dikemas.


“Dari pengecekan laboratorium forensik, ditemukan kadar (alkohol) juga tidak sesuai, termasuk miras oplosan. Kadarnya 25 persen,” kata kapolres.

AKBP Christian menyebut, diduga Kuslik mengedarkan miras produksinya dikemas dalam botol berukuran 1,5 liter. Miras itu diedarkan di wilayah eks-Karesidan Pati hingga ke wilayah Tuban.

Baca Juga :  Dahlan Iskan Puji "Kegilaan" Safin

“Dilihat dari alat yang digunakan, termasuk drum, dalam dua minggu mereka bisa produksi 5.000 botol. Omzetnya Rp60 juta sampai Rp100 juta per bulan,” ujar Kapolres.

Atas perbuatannya tersebut, KL melanggar UU tentang larangan memproduksi minuman keras dengan ancaman hukuman paling lama lima tahun atau denda pidana paling banyak Rp 10 miliar.

Jaksa dari Kejaksaan Negeri Pati  menuntut Kuslik dengan hukuman satu tahun penjara. Namun, oleh hakim Pengadilan Negeri Pati, pria asli Tuban, Jawa Timur itu divonis satu tahun dua bulan kurungan. Kuslik pun menerima putusan itu. (adr/him)


PATI – Kuslik, tersangka kasus tempat pembuatan minuman keras (Miras) oplosan di wilayah Trangkil, Pati diputus hukuman penjara selama 1 tahun 2 bulan. Putusan itu lebih berat dari tuntutan jaksa selama satu tahun.

Tempat produksi miras oplosan milik Kuslik digerebek anggota Polres Pati pada Desember 2021. Omzet tempat produksi miras berkedok rumah di Desa Tegalhrajo, Trangkil itu tak tanggung-tanggung, mencapai ratusan juta rupiah.

Kapolres Pati AKBP Christian Tobing menjelaskan, pihaknya menyita alat produksi miras oplosan milik pelaku. Di antaranya tungku penyulingan, drum, dan botol-botol miras yang sudah dikemas.

“Dari pengecekan laboratorium forensik, ditemukan kadar (alkohol) juga tidak sesuai, termasuk miras oplosan. Kadarnya 25 persen,” kata kapolres.

AKBP Christian menyebut, diduga Kuslik mengedarkan miras produksinya dikemas dalam botol berukuran 1,5 liter. Miras itu diedarkan di wilayah eks-Karesidan Pati hingga ke wilayah Tuban.

Baca Juga :  Askab PSSI Pati Gelar Kongres Tahunan Pertengahan Februari, Ini Agendanya

“Dilihat dari alat yang digunakan, termasuk drum, dalam dua minggu mereka bisa produksi 5.000 botol. Omzetnya Rp60 juta sampai Rp100 juta per bulan,” ujar Kapolres.

Atas perbuatannya tersebut, KL melanggar UU tentang larangan memproduksi minuman keras dengan ancaman hukuman paling lama lima tahun atau denda pidana paling banyak Rp 10 miliar.

Jaksa dari Kejaksaan Negeri Pati  menuntut Kuslik dengan hukuman satu tahun penjara. Namun, oleh hakim Pengadilan Negeri Pati, pria asli Tuban, Jawa Timur itu divonis satu tahun dua bulan kurungan. Kuslik pun menerima putusan itu. (adr/him)


Most Read

Artikel Terbaru