alexametrics
27.8 C
Kudus
Saturday, August 13, 2022

Tak Ada Ampun, Pemkab Pati Tetap Bongkar Sisa Bangunan di Kawasan LI

PATI – Pemkab Pati berencana membongkar satu-satunya bangunan yang masih berdiri milik Zainal Musyafak di kawasan Lorog Indah (LI). Jadwalnya masih menunggu rapat koordinasi dengan Forkopimda setempat.

Kemarin (15/2) Bupati Pati Haryanto mengadakan rapat evaluasi tertutup bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Pati. Rapat tersebut membahas keberlanjutan bangunan di LI.

Usai rapat tersebut, Haryanto mengatakan akan membongkar bangunan milik Syafak itu. Pasalnya, berdasarkan data yang disajikan pihak FKUB yang dihimpun dari Kementerian Agama (Kemenag) setempat, tak ada izin pondok di LI. Soal wakaf pun tak ada administrasi yang terdaftar.


”Sisa bangunan milik Musyafak saya koordinasikan dengan berbagai pihak. Banyak juga masukkan dari penghuni LI sendiri. Jadi pembongkarannya tak tebang pilih,” katanya saat ditemui di Pendapa setempat kemarin (15/2).

Menurutnya, saat ini yang paham hukum seharusnya mengiklaskan bangunan di LI. Yang dipakai prostitusi. Soalnya, tak mempunyai izin usaha, juga bertempat di lahan pertanian.

”Semua dibongkar. Tak tebang pilih termasuk milik Pak Syafak. Nanti bakal dibongkar. Ditunggu saja waktunya setelah rapat koordinasi nanti,” ujarnya.

Baca Juga :  Banjir Bandang Akibat Tanggul Jebol di Pati, Puluhan Rumah Rusak

Haryanto mengaku sudah mengecek bangunan milik Syafak itu. Di sana (LI, Red) “tidak ada bangunan pondok pesantren”. ”Sudah saya cek di Kemenag. Di RMI (lembaga yang membawai pondok di NU) juga tidak ada pondok di kawasan LI,” katanya.

Soal klaim adanya Ponpes, Ketua PCNU Pati Yusuf Hasyim membenarkan. Bahwasannya, tak ada pondok di sana. Dirinya sudah melakukan kroscek dari berbagai lembaga.

”Dari seksi Ponpes di Kemenag sampai saat ini tidak ada satu pun pondok yang izin operasional terdaftar di LI. Begitu pula data dari RMI. Tak ada pondok di sana. Sehingga saya sampaikan kepada masyarakat, pembongkaran ini sudah benar,” tukasnya.

Ketua MUI Pati KH Abdul Mujib turut berkomentar. Soal wakaf dirinya sudah mendengar sebelum LI akan dibongkar akan ada Ponpes. Dari pihak Syafak, menurutnya, hanya usaha agar bangunan tak dibongkar.

”Dia hanya ingin menghalangi usaha pemerintah. Apa yang dilaksanakan Pemda ini sudah benar. Hanya orang-orang bodoh yang mengatakan itu salah. Semua sudah mencukupi syarat untuk dibongkar,” tegasnya. (him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Pemkab Pati berencana membongkar satu-satunya bangunan yang masih berdiri milik Zainal Musyafak di kawasan Lorog Indah (LI). Jadwalnya masih menunggu rapat koordinasi dengan Forkopimda setempat.

Kemarin (15/2) Bupati Pati Haryanto mengadakan rapat evaluasi tertutup bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Pati. Rapat tersebut membahas keberlanjutan bangunan di LI.

Usai rapat tersebut, Haryanto mengatakan akan membongkar bangunan milik Syafak itu. Pasalnya, berdasarkan data yang disajikan pihak FKUB yang dihimpun dari Kementerian Agama (Kemenag) setempat, tak ada izin pondok di LI. Soal wakaf pun tak ada administrasi yang terdaftar.

”Sisa bangunan milik Musyafak saya koordinasikan dengan berbagai pihak. Banyak juga masukkan dari penghuni LI sendiri. Jadi pembongkarannya tak tebang pilih,” katanya saat ditemui di Pendapa setempat kemarin (15/2).

Menurutnya, saat ini yang paham hukum seharusnya mengiklaskan bangunan di LI. Yang dipakai prostitusi. Soalnya, tak mempunyai izin usaha, juga bertempat di lahan pertanian.

”Semua dibongkar. Tak tebang pilih termasuk milik Pak Syafak. Nanti bakal dibongkar. Ditunggu saja waktunya setelah rapat koordinasi nanti,” ujarnya.

Baca Juga :  Vaksinasi Booster di Pati Hanya Bisa Disuntikkan di Puskesmas dan RSUD

Haryanto mengaku sudah mengecek bangunan milik Syafak itu. Di sana (LI, Red) “tidak ada bangunan pondok pesantren”. ”Sudah saya cek di Kemenag. Di RMI (lembaga yang membawai pondok di NU) juga tidak ada pondok di kawasan LI,” katanya.

Soal klaim adanya Ponpes, Ketua PCNU Pati Yusuf Hasyim membenarkan. Bahwasannya, tak ada pondok di sana. Dirinya sudah melakukan kroscek dari berbagai lembaga.

”Dari seksi Ponpes di Kemenag sampai saat ini tidak ada satu pun pondok yang izin operasional terdaftar di LI. Begitu pula data dari RMI. Tak ada pondok di sana. Sehingga saya sampaikan kepada masyarakat, pembongkaran ini sudah benar,” tukasnya.

Ketua MUI Pati KH Abdul Mujib turut berkomentar. Soal wakaf dirinya sudah mendengar sebelum LI akan dibongkar akan ada Ponpes. Dari pihak Syafak, menurutnya, hanya usaha agar bangunan tak dibongkar.

”Dia hanya ingin menghalangi usaha pemerintah. Apa yang dilaksanakan Pemda ini sudah benar. Hanya orang-orang bodoh yang mengatakan itu salah. Semua sudah mencukupi syarat untuk dibongkar,” tegasnya. (him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/