alexametrics
23.7 C
Kudus
Wednesday, July 6, 2022

Kabupaten Pati Kembali ke PPKM Level 3, Dinkes Ungkap Faktor Penyebabnya

PATI – Level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Kabupaten Pati kembali menjadi level 3. Hal ini disebabkan karena lonjakan kasus Covid-19.

Berdasarkan data yang dihimpun dari pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati, total kasus baru per 14 Febuari setidaknya ada 90 temuan baru kasus Covid-19. Dari 90 kasus tersebut, 85 orang tengah isolasi mandiri. Kemudian, lima orang konfirmasi dirawat.

Kepala Dinkes setempat Aviani Tritanti Venusia mengatakan, Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) kembali menetakapkan status level PPKM di Kabupaten Pati kembali ke level 3.


”Naik level karena kasus korona banyak. Dari Inmendagri per 15 Febuari ini, Kabupaten Pati ditetapkan status PPKM level 3,” katanya saat dikonfirmasi kemarin (15/2).

Sebelumnya, pada awal bulan ini, Kota Mina Tani sempat dinyatakan turun ke level 1. Capaian ini lantaran syarat vaksinasi sudah memenuhi target. Yakni, cakupan vaksinasi dosis pertama mencapai 70 persen.

Akan tetapi, pekan lalu Pati menjadi level 2. Hal ini lantaran vaksinasi dosis kedua belum bisa mencapai target 60 persen. Secara kumulatif (keseluruhan), capaian vaksinasi Covid-19 dosis kedua sudah mencapai 60 persen. Sayangnya, untuk Lansia dan anak belum. Untuk vaksinasi dosis kedua Lansia mencapai 43,89 persen, dan vaksin dosis kedua anak 21,44 persen.

”Vaksinasi dosis kedua kurang diminati masyarakat, apalagi bagi lansia. Hal itulah yang masih menjadi hambatan DKK,” katanya.

Sebagaimana ketentuan dari Kemendagri, bahwa penentuan level dilihat berdasarkan vaksinsasi dosis kedua. Secara kumulatif, target level 1 harus mencapai 70 persen.

Baca Juga :  Disapu Angin, Satu Rumah di Dukuhseti Pati Roboh

Namun, peraturan ini pun berubah. Ketetapan yang berlaku pada Inmendagri terbaru (Nomor 10 tahun 2022) yang dilayangkan pada 14 Febuari kasus korona menjadi acuan.

”Kemarin di Pati sempat level 1 dan 2. Itu karena syarat ketentuannya dilihat dari vaksin dosis pertama, capaian vaksinasi dosis kedua, dan sesuai testing, tracing, treatmentnya. Namun ketentuan saat ini sudah berbeda. Yaitu, mengacu pada kasus korona,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto menambahkan, saat ini setidaknya ada 414 kasus positif Covid-19 di Pati. Kebanyakan kasus ini tidak bergejala berat. Sehingga hanya menjalani isolasi mandiri maupun isolasi terpusat di RSUD Soewondo Pati.

“Kasus sekarang sudah banyak. Isolasi mandiri dan terpusat sekarang sekitar 372 kasus. Dirawat ada 42 di berbagai rumah sakit. RSUD RAA Soewondo ada 9, RS KSH ada 2, RS Mitra Bangsa ada 5, RSI ada 6, dan lain sebagian sampai ke (RS) luar daerah,” ujar Haryanto saat ditemui di Pendapa Kabupaten Pati kemarin.

Menurutnya, kebanyakan kasus ini dari klaster keluarga. Haryanto menjelaskan, mereka terkena virus korona dari luar daerah. Karena sebelumnya, yang saai ini terpapar melakukan perjalanan ke luar daerah.

”Kebanyakan klaster keluarga. Kemudian piknik ke luar kota. Pulang membawa virus. Ada yang dari Magelang,” pungkasnya. (him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Kabupaten Pati kembali menjadi level 3. Hal ini disebabkan karena lonjakan kasus Covid-19.

Berdasarkan data yang dihimpun dari pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati, total kasus baru per 14 Febuari setidaknya ada 90 temuan baru kasus Covid-19. Dari 90 kasus tersebut, 85 orang tengah isolasi mandiri. Kemudian, lima orang konfirmasi dirawat.

Kepala Dinkes setempat Aviani Tritanti Venusia mengatakan, Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) kembali menetakapkan status level PPKM di Kabupaten Pati kembali ke level 3.

”Naik level karena kasus korona banyak. Dari Inmendagri per 15 Febuari ini, Kabupaten Pati ditetapkan status PPKM level 3,” katanya saat dikonfirmasi kemarin (15/2).

Sebelumnya, pada awal bulan ini, Kota Mina Tani sempat dinyatakan turun ke level 1. Capaian ini lantaran syarat vaksinasi sudah memenuhi target. Yakni, cakupan vaksinasi dosis pertama mencapai 70 persen.

Akan tetapi, pekan lalu Pati menjadi level 2. Hal ini lantaran vaksinasi dosis kedua belum bisa mencapai target 60 persen. Secara kumulatif (keseluruhan), capaian vaksinasi Covid-19 dosis kedua sudah mencapai 60 persen. Sayangnya, untuk Lansia dan anak belum. Untuk vaksinasi dosis kedua Lansia mencapai 43,89 persen, dan vaksin dosis kedua anak 21,44 persen.

”Vaksinasi dosis kedua kurang diminati masyarakat, apalagi bagi lansia. Hal itulah yang masih menjadi hambatan DKK,” katanya.

Sebagaimana ketentuan dari Kemendagri, bahwa penentuan level dilihat berdasarkan vaksinsasi dosis kedua. Secara kumulatif, target level 1 harus mencapai 70 persen.

Baca Juga :  Penumpang di Terminal Kembangjoyo Pati Alami Kenaikan Hingga 70 Persen

Namun, peraturan ini pun berubah. Ketetapan yang berlaku pada Inmendagri terbaru (Nomor 10 tahun 2022) yang dilayangkan pada 14 Febuari kasus korona menjadi acuan.

”Kemarin di Pati sempat level 1 dan 2. Itu karena syarat ketentuannya dilihat dari vaksin dosis pertama, capaian vaksinasi dosis kedua, dan sesuai testing, tracing, treatmentnya. Namun ketentuan saat ini sudah berbeda. Yaitu, mengacu pada kasus korona,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto menambahkan, saat ini setidaknya ada 414 kasus positif Covid-19 di Pati. Kebanyakan kasus ini tidak bergejala berat. Sehingga hanya menjalani isolasi mandiri maupun isolasi terpusat di RSUD Soewondo Pati.

“Kasus sekarang sudah banyak. Isolasi mandiri dan terpusat sekarang sekitar 372 kasus. Dirawat ada 42 di berbagai rumah sakit. RSUD RAA Soewondo ada 9, RS KSH ada 2, RS Mitra Bangsa ada 5, RSI ada 6, dan lain sebagian sampai ke (RS) luar daerah,” ujar Haryanto saat ditemui di Pendapa Kabupaten Pati kemarin.

Menurutnya, kebanyakan kasus ini dari klaster keluarga. Haryanto menjelaskan, mereka terkena virus korona dari luar daerah. Karena sebelumnya, yang saai ini terpapar melakukan perjalanan ke luar daerah.

”Kebanyakan klaster keluarga. Kemudian piknik ke luar kota. Pulang membawa virus. Ada yang dari Magelang,” pungkasnya. (him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/