alexametrics
25 C
Kudus
Sunday, July 31, 2022

Dugaan Penyelewengan Pembangunan Pasar Karaban Pati

Dugaan Penyelewengan Pembangunan Pasar Pati, Tunggu Hasil Hitungan Volume

PATI – Hasil perhitungan volume pasar Karaban, Gabus akan keluar sampai akhir bulan ini. Nantinya perhitungan volume itu bisa menjadi alat bukti terkait dugaan penyelewangan pembangunan pasar tersebut.

Sudah tiga bulan (sejak Oktober) proses penyelidikan dugaan penyelewengan Pasar Karaban, Gabus masih berjalan. Belum ditemukan adanya barang bukti yang memperkuat dakwaan penyelewengan pasar tersebut. Saat ini masih menunggu hasil perhitungan volume proyek pasar itu.

Selama ini pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pati masih menunggu perhitungan volume pasar dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Pati. Benang merah persoalan belum ditemukan.


Saat dikonfirmasi kemarin (14/12), pihak DPUTR setempat akan menyampaikan hasil perhitungan volume pasar ke Kejari Pati. ”Ya, dalam satu bulan ini nanti akan kami serahkan hasil perhitungan ulang ke Kejari,” jawab Kabid Cipta Karya pada DPUTR Pati Arief Wahyudi saat ditanya kabar hasil perhitungan itu.

Hasil perhitungan pihaknya pun tak bisa dipaparkan olehnya. Soalnya, ini menyangkut alat hitung sebagai bukti. ”Kami tidak bisa menyampaikan hasilnya. Soalnya nantinya kami serahkan ke kejaksaan sebagai institui yang meminta bantuan ke kami untuk perhituungan kemarin,” katanya.

Di sisi lain, pihak Kejari Pati juga masih menunggu hasil perhitungan dari DPUTR. Pihaknya tak bisa semerta-merta menargetkan hasilnya rampung kapan. Melihat situasi pihak DPU.

”Hasil perhitungan volume pasar belum keluar. Kabarnya mau diberikan hasilnya. Tapi belum juga datang. Sebenarnya Itu untuk melengkapi proses penyelidikan. Dilihat apakah sesuai apa tidak pendanaan pasar itu,” jelas Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Pati Herry Setiawan ditemui kemarin.

Baca Juga :  Tekan Peredaran Rokok Ilegal, Diskominfo Pati dan Bea Cukai Gencar Sosialisasi
Herry Setiawan, Kasi Pidsus Kejari Pati. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS)

Pihaknya juga sudah memanggil beberapa pihak terkait pembangunan pasar itu. Mulai dari kepala desa hingga kepala Pasar Karaban.

”Ini proses penyelidikan. Laporan warga itu belum valid. Bisa saja tak terbukti. Nanti malah jadi pencemaran nama baik. Jadi tunggu dulu. Nanti akan panggil tim ahli untuk menelisir laporan tersebut. Nanti beberapa saksi akan dimintai keterangan,” terangnya.

Banyak beredar isu, Kades tersebut “bermain” anggaran pasar. Dengan tegas, pihaknya belum bisa menentukan ini. ”Belum ini. Siapa yang bertanggung jawab belum. Soalnya, ini masih awal. Kalau sudah ada benang merah, tindak pidana bisa dikenai. Nanti akan mengerucut. Ini mencari alat bukti. Layak tidak untuk dipidanakan,” ucapnya.

Kedepannya, pihaknya akan memanggil tim ahli untuk menyelidiki dugaan tersebut. Berdasarkan laporan, realisasi anggaran pasaran tak seusuai rencana anggaran biaya (RAB). ”Nantinya akan menghitung volume pasar. Dikalkulasi anggaran dan realisasinya. Tapi belum sampai situ. Nanti setelah data dari saksi sudah lengkap,” ujarnya.

Dia mengatakan, nanti dugaan bisa mengembang. Bisa sampai jumlah sewa retribusi. Tahapannya mengumpulkan data. Kemudian pemanggilan beberapa saksi. Selama ini, dugaan kasus tersebut belum terlihat. ”(Saat ini) belum ada benang merahnya. Masih butuh waktu. Akan kami kejar nanti,” paparnya. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Hasil perhitungan volume pasar Karaban, Gabus akan keluar sampai akhir bulan ini. Nantinya perhitungan volume itu bisa menjadi alat bukti terkait dugaan penyelewangan pembangunan pasar tersebut.

Sudah tiga bulan (sejak Oktober) proses penyelidikan dugaan penyelewengan Pasar Karaban, Gabus masih berjalan. Belum ditemukan adanya barang bukti yang memperkuat dakwaan penyelewengan pasar tersebut. Saat ini masih menunggu hasil perhitungan volume proyek pasar itu.

Selama ini pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pati masih menunggu perhitungan volume pasar dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Pati. Benang merah persoalan belum ditemukan.

Saat dikonfirmasi kemarin (14/12), pihak DPUTR setempat akan menyampaikan hasil perhitungan volume pasar ke Kejari Pati. ”Ya, dalam satu bulan ini nanti akan kami serahkan hasil perhitungan ulang ke Kejari,” jawab Kabid Cipta Karya pada DPUTR Pati Arief Wahyudi saat ditanya kabar hasil perhitungan itu.

Hasil perhitungan pihaknya pun tak bisa dipaparkan olehnya. Soalnya, ini menyangkut alat hitung sebagai bukti. ”Kami tidak bisa menyampaikan hasilnya. Soalnya nantinya kami serahkan ke kejaksaan sebagai institui yang meminta bantuan ke kami untuk perhituungan kemarin,” katanya.

Di sisi lain, pihak Kejari Pati juga masih menunggu hasil perhitungan dari DPUTR. Pihaknya tak bisa semerta-merta menargetkan hasilnya rampung kapan. Melihat situasi pihak DPU.

”Hasil perhitungan volume pasar belum keluar. Kabarnya mau diberikan hasilnya. Tapi belum juga datang. Sebenarnya Itu untuk melengkapi proses penyelidikan. Dilihat apakah sesuai apa tidak pendanaan pasar itu,” jelas Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Pati Herry Setiawan ditemui kemarin.

Baca Juga :  Ratusan TKI Di Pati Nunggu Jadwal Berangkat
Herry Setiawan, Kasi Pidsus Kejari Pati. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS)

Pihaknya juga sudah memanggil beberapa pihak terkait pembangunan pasar itu. Mulai dari kepala desa hingga kepala Pasar Karaban.

”Ini proses penyelidikan. Laporan warga itu belum valid. Bisa saja tak terbukti. Nanti malah jadi pencemaran nama baik. Jadi tunggu dulu. Nanti akan panggil tim ahli untuk menelisir laporan tersebut. Nanti beberapa saksi akan dimintai keterangan,” terangnya.

Banyak beredar isu, Kades tersebut “bermain” anggaran pasar. Dengan tegas, pihaknya belum bisa menentukan ini. ”Belum ini. Siapa yang bertanggung jawab belum. Soalnya, ini masih awal. Kalau sudah ada benang merah, tindak pidana bisa dikenai. Nanti akan mengerucut. Ini mencari alat bukti. Layak tidak untuk dipidanakan,” ucapnya.

Kedepannya, pihaknya akan memanggil tim ahli untuk menyelidiki dugaan tersebut. Berdasarkan laporan, realisasi anggaran pasaran tak seusuai rencana anggaran biaya (RAB). ”Nantinya akan menghitung volume pasar. Dikalkulasi anggaran dan realisasinya. Tapi belum sampai situ. Nanti setelah data dari saksi sudah lengkap,” ujarnya.

Dia mengatakan, nanti dugaan bisa mengembang. Bisa sampai jumlah sewa retribusi. Tahapannya mengumpulkan data. Kemudian pemanggilan beberapa saksi. Selama ini, dugaan kasus tersebut belum terlihat. ”(Saat ini) belum ada benang merahnya. Masih butuh waktu. Akan kami kejar nanti,” paparnya. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/