alexametrics
29.2 C
Kudus
Thursday, May 12, 2022

Diduga Tenggelam di Laut, Siswa SMK asal Cirebon Hilang saat PKL di Juwana

PATI – Frans Julius Hutapea, 19, siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) 1 Mundu Cirebon dikabarkan hilang. Diduga korban tenggelam di Laut Lepas perairan Flores saat mengikuti praktik kerja lapangan (PKL) di kapal milik PT Putra Leo Group Juwana.

Kabar hilangnya korban kemudian terdengar ke telinga orang tuanya di Jawa Barat. Senin (14/3) didampingi kuasa hukumnya Lamok Hariyanto Silalahi pihaknya datang ke Juwana, Pati, meminta kejelasan Polres Pati mengenai hilangnya julius.

Setelah mendapat laporan, Tim inavis polres Pati, Polairud Juana, dan Syahbandar Juwana melakukan olah TKP kapal yang digunakan korban. Penyidikan di lakukan pukul 09.00-11.00. Namun, pihaknya belum bisa memberikan kepastian mengenai jatuhnya korban murni kecelakaan atau karena kelalaian.

Baca Juga :  Difasilitasi Kejari Pati, Desa Panjunan Punya Rumah Restorative Justice

Sebelumnya, dilansir dari Batara News kuasa hukum orang tua Julius menyampaikan kegiatan PKL diikuti 10 siswa, diantaranya Julius dan sembilan rekannya. Selang 7-8 bulan, orang tua Julius didatangi oleh pihak Polairud, penanggung jawab kapal dan pihak sekolah. Mereka menyampaikan kabar bahwa Julius terjatuh ke laut dan belum ditemukan. Kabar tersebut disampaikan setelah dua hari kejadian.

Hingga berita ini diturunkan, Julius masih belum juga ditemukan. Sementara, pihak keluarga melalui kuasa hukumnya berharap agar pihak berwajib segera menemukan Julius. “Harapan besar Julius bisa di temukan. Agar, dapat di kebumikan secara manusiawi sesuai adat istiadat dari keluarga. Kami percayakan sepenuhnya kepada pihak yang berkepentingan”, tambahnya.

PATI – Frans Julius Hutapea, 19, siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) 1 Mundu Cirebon dikabarkan hilang. Diduga korban tenggelam di Laut Lepas perairan Flores saat mengikuti praktik kerja lapangan (PKL) di kapal milik PT Putra Leo Group Juwana.

Kabar hilangnya korban kemudian terdengar ke telinga orang tuanya di Jawa Barat. Senin (14/3) didampingi kuasa hukumnya Lamok Hariyanto Silalahi pihaknya datang ke Juwana, Pati, meminta kejelasan Polres Pati mengenai hilangnya julius.

Setelah mendapat laporan, Tim inavis polres Pati, Polairud Juana, dan Syahbandar Juwana melakukan olah TKP kapal yang digunakan korban. Penyidikan di lakukan pukul 09.00-11.00. Namun, pihaknya belum bisa memberikan kepastian mengenai jatuhnya korban murni kecelakaan atau karena kelalaian.

Baca Juga :  Atasi Kelangkaan, Pemkab Pati Butuh 2.000 Liter Minyak Goreng

Sebelumnya, dilansir dari Batara News kuasa hukum orang tua Julius menyampaikan kegiatan PKL diikuti 10 siswa, diantaranya Julius dan sembilan rekannya. Selang 7-8 bulan, orang tua Julius didatangi oleh pihak Polairud, penanggung jawab kapal dan pihak sekolah. Mereka menyampaikan kabar bahwa Julius terjatuh ke laut dan belum ditemukan. Kabar tersebut disampaikan setelah dua hari kejadian.

Hingga berita ini diturunkan, Julius masih belum juga ditemukan. Sementara, pihak keluarga melalui kuasa hukumnya berharap agar pihak berwajib segera menemukan Julius. “Harapan besar Julius bisa di temukan. Agar, dapat di kebumikan secara manusiawi sesuai adat istiadat dari keluarga. Kami percayakan sepenuhnya kepada pihak yang berkepentingan”, tambahnya.

Most Read

Artikel Terbaru

/