alexametrics
26.8 C
Kudus
Wednesday, July 6, 2022

Aman dari Klaster, Sekolah di Pati Perbanyak Tatap Muka

PATI – Hasil evaluasi uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Pati tidak muncul klaster covid-19 di kalangan pelajar. Adanya hal ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati segera melanjutkan kegiatan belajar tersebut. Rencananya, akan ada penambahan sekolah dan siswa untuk simulasi PTM berikutnya.

Sebelumnya, SMP di Pati yang mengikuti PTM ini ada 22 sekolah. Rencananya akan ada penambahan sebanyak  21 sekolah. Totalnya, menjadi 43 SMP. Kemudian untuk SD sebelumnya 22, ini ditambah 42 sekolah. Jadi jumlahnya 64 SD.

Penambahan ini, tentu tak sembarangan. Ada keputusan terkait menambah jumlah tersebut. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  (Disdikbud) Kabupaten Pati Winarto menjelaskan, untuk SD dan SMP dimulai pada 6-11 September lalu. Semua guru dan siswa yang mengikuti diswab antigen. Kemudian pukul 12.00 semua pengawas dikumpulkan. Soalnya, saat itu semua peserta diswab lagi.


”Hasilnya, semua guru dan siswa negatif. Sehingga ini saya laporkan kepada bupati. Kesimpulannya, pelaksanaan uji coba PTM ini tindaklanjutnya akan diperluas. Untuk SMP ditambah satu, SD-nya tambah dua per kecamatan,” jelasnya.

Semisal PTM berikutnya berhasil, rencananya akan diperluas lagi. Nanti diajukan 50 persen dari jumlah siswa. Kata dia, tentu dengan memperhatikan protokol kesehatan (Prokes). Tahapan yang dilaksanakan di Pati sedemikian rupa. Prinsip hati-hati menjadi prioritas kesehatan. Keselamatan masyarakat juga diperhatikan. Itu yang paling penting dilakukan.

Baca Juga :  Pemkab Pati Salurkan Bantuan Guru Rp 12,4 Miliar

”Uji coba kemarin dianggap berhasil. Karena tidak menimbulkan klaster baru. Nanti masalah izinnya berapa jumlahnya tinggal mengikuti. Penambahan akan dilakukan secepatnya. Nanti kami mengajukan izin turun segera. Akan kami lakukan. Tergantung ketua Satgas covid-19 mengizinkan,” katanya.

Dia mengungkapkan, semua tahapan dan persiapan sudah dipersiapkan. Status sekolahan sudah dalah keadaan siap PTM. ”Istilahnya tombol tinggal pencet saja. Karena isian sudah dipenuhi, sarana prasarana sudah dipenuhi juga. Hanya perlu mempersiapkan diri lebih intensif,” imbuhnya.

Sebelumnya ada PTM terbatas, lima sekolah mengikuti. Mulai SD hingga SMA. Dulu sempat dihentikan. Karena ditengah-tengah ada kendala. Tapi uji coba saat ini tidak ada kendala. ”Yang jelas pertama swab harus dilakukan. Mulai uji coba hingga akhir simulasi. Karena tanpanya tidak bisa dievaluasi. Aturan main ini harus dipenuhi. Karena namanya uji coba. Jadi belum bebas,” paparnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 5 Pati Suhono menambahkan, rencananya PTM ini dilanjut. Saat ini pihaknya menunggu tambahan jumlah siswa dan sekolah yang tengah dibahas.  ”Hasilnya baik. Awal dan akhir peserta hingga guru tes swab antigennya negatif. Rencananya ada 90 siswa. Tinggal perintah atasan mau menambah berapa,” pungkasnya. (him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Hasil evaluasi uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Pati tidak muncul klaster covid-19 di kalangan pelajar. Adanya hal ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati segera melanjutkan kegiatan belajar tersebut. Rencananya, akan ada penambahan sekolah dan siswa untuk simulasi PTM berikutnya.

Sebelumnya, SMP di Pati yang mengikuti PTM ini ada 22 sekolah. Rencananya akan ada penambahan sebanyak  21 sekolah. Totalnya, menjadi 43 SMP. Kemudian untuk SD sebelumnya 22, ini ditambah 42 sekolah. Jadi jumlahnya 64 SD.

Penambahan ini, tentu tak sembarangan. Ada keputusan terkait menambah jumlah tersebut. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  (Disdikbud) Kabupaten Pati Winarto menjelaskan, untuk SD dan SMP dimulai pada 6-11 September lalu. Semua guru dan siswa yang mengikuti diswab antigen. Kemudian pukul 12.00 semua pengawas dikumpulkan. Soalnya, saat itu semua peserta diswab lagi.

”Hasilnya, semua guru dan siswa negatif. Sehingga ini saya laporkan kepada bupati. Kesimpulannya, pelaksanaan uji coba PTM ini tindaklanjutnya akan diperluas. Untuk SMP ditambah satu, SD-nya tambah dua per kecamatan,” jelasnya.

Semisal PTM berikutnya berhasil, rencananya akan diperluas lagi. Nanti diajukan 50 persen dari jumlah siswa. Kata dia, tentu dengan memperhatikan protokol kesehatan (Prokes). Tahapan yang dilaksanakan di Pati sedemikian rupa. Prinsip hati-hati menjadi prioritas kesehatan. Keselamatan masyarakat juga diperhatikan. Itu yang paling penting dilakukan.

Baca Juga :  Suami Kerja di Jepang, Istri Selingkuh dengan Oknum Polisi

”Uji coba kemarin dianggap berhasil. Karena tidak menimbulkan klaster baru. Nanti masalah izinnya berapa jumlahnya tinggal mengikuti. Penambahan akan dilakukan secepatnya. Nanti kami mengajukan izin turun segera. Akan kami lakukan. Tergantung ketua Satgas covid-19 mengizinkan,” katanya.

Dia mengungkapkan, semua tahapan dan persiapan sudah dipersiapkan. Status sekolahan sudah dalah keadaan siap PTM. ”Istilahnya tombol tinggal pencet saja. Karena isian sudah dipenuhi, sarana prasarana sudah dipenuhi juga. Hanya perlu mempersiapkan diri lebih intensif,” imbuhnya.

Sebelumnya ada PTM terbatas, lima sekolah mengikuti. Mulai SD hingga SMA. Dulu sempat dihentikan. Karena ditengah-tengah ada kendala. Tapi uji coba saat ini tidak ada kendala. ”Yang jelas pertama swab harus dilakukan. Mulai uji coba hingga akhir simulasi. Karena tanpanya tidak bisa dievaluasi. Aturan main ini harus dipenuhi. Karena namanya uji coba. Jadi belum bebas,” paparnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 5 Pati Suhono menambahkan, rencananya PTM ini dilanjut. Saat ini pihaknya menunggu tambahan jumlah siswa dan sekolah yang tengah dibahas.  ”Hasilnya baik. Awal dan akhir peserta hingga guru tes swab antigennya negatif. Rencananya ada 90 siswa. Tinggal perintah atasan mau menambah berapa,” pungkasnya. (him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/