alexametrics
32.7 C
Kudus
Wednesday, August 10, 2022

Seleksi Perades Pati Diduga Ada Kecurangan, Capagra Minta Bupati Keluarkan Surat Rekom Forensik

PATI – Para calon perangkat desa gagal (Capraga) meminta surat rekomendasi audit forensik kepada Pemkab Pati. Permintaan rekomendasi audit forensic ini terhadap ujian computer assisted test (CAT) pada seleksi perangkat desa (perades). Pasalnya seleksi perades dinilai ada kecurangan.

Sebanyak 15-an capraga itu beraudiensi dengan Pemkab Pati. Mereka diterima di Ruang Rayung Wulan setda setempat kemarin (13/6).

Ketua Capraga Pati Muhammad Chundori mengatakan, dari audit forensic itu akan terlihat tes perades itu sudah sesuai atau belum. ”Kami meminta bupati untuk mengeluarkan surat rekomendasi audit forensik biar gamblang. Tidak ada dusta di antara kita. Kalau memang tak ada kecurangan, tidak ada salahnya jika dibuktikan dengan audit forensik itu,” paparnya.


Dia mengaku menemukan kecurangan dalam tes CAT itu. Soalnya, salah satu capraga merasa tercurangi. Akhirnya gagal dalam seleksi perades.

”Teman kami melihat ada peserta tes tak mengisi soal CAT. Tapi, nilainya kok muncul. Ini kan aneh,” paparnya.

Baca Juga :  Pembongkaran Lokalisasi Lorong Indah Pati Sisakan 4 Bangunan, Apa Sebab?

Sementara itu, Kabag Tapem Setda Pati Imam Kartiko menilai terselenggaranya seleksi perades itu sudah sesuai alur. Artinya, tak ada kesalahan dalam seleksinya.

”Kami mempunyai kewajiban menerima aduan itu. Tapi, itu baru asumsi (persoalan tes, Red). Belum ada terbukti adanya kecurangan. Jadi kami belum bertindak, tidak ada alasan untuk menyampaikan kepada pimpinan. Hingga kini belum terbukti ada kecurangan soalnya,” katanya.

Dia menuturkan, kecurangan yang disampaikan Capraga itu telah diklarifikasi pihak ketiga (penyelenggara tes, Red). Itu melalui pihak panitia desa ke panitia pengawas atapun pihak ketiga.

”Para panitia desa yang kurang jelas bisa menanyakan pihak ketiga. Sudah ada tembusan bahwa sudah jelas. Jadi saya pikir sudah beres,” tuturnya. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Para calon perangkat desa gagal (Capraga) meminta surat rekomendasi audit forensik kepada Pemkab Pati. Permintaan rekomendasi audit forensic ini terhadap ujian computer assisted test (CAT) pada seleksi perangkat desa (perades). Pasalnya seleksi perades dinilai ada kecurangan.

Sebanyak 15-an capraga itu beraudiensi dengan Pemkab Pati. Mereka diterima di Ruang Rayung Wulan setda setempat kemarin (13/6).

Ketua Capraga Pati Muhammad Chundori mengatakan, dari audit forensic itu akan terlihat tes perades itu sudah sesuai atau belum. ”Kami meminta bupati untuk mengeluarkan surat rekomendasi audit forensik biar gamblang. Tidak ada dusta di antara kita. Kalau memang tak ada kecurangan, tidak ada salahnya jika dibuktikan dengan audit forensik itu,” paparnya.

Dia mengaku menemukan kecurangan dalam tes CAT itu. Soalnya, salah satu capraga merasa tercurangi. Akhirnya gagal dalam seleksi perades.

”Teman kami melihat ada peserta tes tak mengisi soal CAT. Tapi, nilainya kok muncul. Ini kan aneh,” paparnya.

Baca Juga :  Tiga BUMD di Pati Gagal Dapat Suntikan Dana Rp 19 Miliar, Apa Sebab?

Sementara itu, Kabag Tapem Setda Pati Imam Kartiko menilai terselenggaranya seleksi perades itu sudah sesuai alur. Artinya, tak ada kesalahan dalam seleksinya.

”Kami mempunyai kewajiban menerima aduan itu. Tapi, itu baru asumsi (persoalan tes, Red). Belum ada terbukti adanya kecurangan. Jadi kami belum bertindak, tidak ada alasan untuk menyampaikan kepada pimpinan. Hingga kini belum terbukti ada kecurangan soalnya,” katanya.

Dia menuturkan, kecurangan yang disampaikan Capraga itu telah diklarifikasi pihak ketiga (penyelenggara tes, Red). Itu melalui pihak panitia desa ke panitia pengawas atapun pihak ketiga.

”Para panitia desa yang kurang jelas bisa menanyakan pihak ketiga. Sudah ada tembusan bahwa sudah jelas. Jadi saya pikir sudah beres,” tuturnya. (adr/him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/